Monday, March 11, 2013

Aku sakit, kemudian suamiku sakit juga



Tanggal 28 Februari 2013, hari Kamis badanku terasa nggak enak. Kejadian ini terjadi di kantor. Meriang semua rasanya seluruh badan. Tenggorokan sakit, kepala pusing, badan panas dingin. Tapi aku bela-belain kerja sampai waktunya pulang. Setelah itu masih ngelesi di perumahan TPI Wiyung. Pulang ngelesi, di tengah jalan hujan deras, di dalam jas hujan aku peluk suamiku. Aku menangis menahan hawa dingin, kepala pusing, dan meriangnya badan. Nyampek rumah langsung tepar. Dibuatin Indomie goreng, telur rebus, dan jahe hangat oleh suamiku tercinta. Langsung setelah itu ku bawa tidur. Pagi harinya, Jum’at tanggal 1 Maret 2013 aku disuruh istirahat saja oleh suamiku alias nggak masuk kerja. Tapi aku nggak mau. Tugasku masih banyak. Alhasil tetap berangkat kerja, dan di kantor meriangku kumat lagi. Tubuhku meriang semua seperti kemarin. Jadinya hari itu aku meniadakan les privatku, lagian anak lesku nggak ada Pekerjaan Rumah, jadinya habis jemput suami langsung pulang. Aku bisa istirahat.

Sabtu pagi, 2 Maret 2013 badanku lumayan enak. Aku ngidam ikan bakar sama sate. Lagian suamiku ngajak aku periksa ke dokter kandungan. Sebelum ke RS, disempatkan sarapan sate sapi dan sate kambing di pinggir jalan di daerah depan terminal Benowo. Dan langsung ke RS, disana antrenya minta ampun. Lama banget menunggu giliran diperiksa. Setelah periksa hasilnya nihil. Aku belum dinyatakan hamil. Setelah dari rumah sakit, ke Developer bayar cicilan UM rumah. Habis itu servis sepeda motor, ganti rantai, rem, dan oli. Terus beli kendi air. So sweet banget hari itu. Hari Minggu 3 Maret 2013 nyantai di rumah bareng suami, badan ku rada mendingan tinggal batuk dan flu saja. Besok hari Senin beraktivitas kembali.

Hari Senin tanggal 4 Maret 2013 kembali beraktivitas. Kerja, kerja, dan kerja. Mendadak pulang kerja aku melihat suamiku wajahnya seperti orang sakit. Iya, dia sedang sakit ternyata. Dia ketularan aku. Udah gitu, pulang kerja hujannya deras banget. Suamiku kena hujan, terus mendadak motor mau mogok karena busi sepeda motor kemasukan air, untung aja masih bisa sampai ke bengkel tuch motor. Nyampek rumah, suamiku benar-benar tepar. Aku buatin bubur, jahe hangat. Malam harinya panasnya tinggi banget. Sholatnya pake tayamum karena kalo nyentuh air udah gak tahan.







Selasa, 5 Maret 2013 aku berangkat kerja sendiri dengan jarak tempuh yang lumayan sangat jauh. Tapi Alhamdulillah nyampek kantor dengan selamat. Pulang kerja, aku belikan suamiku soto ayam dan aku beli bakso. Namanya orang sakit yach, dia tetap nggak enak makan. Tapi tetap aku paksa dia sampai perutnya isi makanan yang banyak. Malam harinya, panasnya tinggi banget, aku dekap dia agar merasa hangat, terus aku kompres dahinya berharap panasnya turun, tapi nggak turun-turun.


Rabu pagi, 6 Maret 2013 panasnya turun, aku bisa tenang berangkat kantor, pulang kantor aku belikan dia kakap bakar dan dorang bakar plus sambal karena tadi saat dikantor dia merengek pengen makan yang pedas-pedas. Eh gak taunya malam harinya setelah makan ikan bakar, panasnya tinggi lagi, dia minta besok di bawa ke dokter, aku disuruh libur kerja alias bolos, tapi aku nggak mau, aku harus tetap kerja.



Alhasil Kamis pagi 7 Maret 2013 aku bawa ke RS sakit untuk cek Lab, takutnya dia kenapa-napa. Aku ijin datang telat ke kantor. Aku nunggu suamiku makan roti sama nelan obatnya. Baru aku tenang berangkat kerja. Hari Kamis itu aku masih ngelesi sehabis pulang kerja, Nadia teman kantorku ke rumahku pas hari itu. Dia berniat bawa suamiku ke RS BDH Surabaya. Tapi suamiku sudah rada mendingan jadinya nggak jadi di bawa. Terimakasih ya Nadia, udah baik sekali. Jadi malaikat penolong kami. Alhamdulillah punya teman sebaik dia. Dan terimakasih juga sudah datang ke gubuk mungil kami. Semoga Allah yang membalasnya. 5 hari aku sudah berangkat kerja sendirian ke kantor tanpa suamiku. Suamiku tergolek lemas di rumah. Dia sedang beristirahat untuk menyembuhkan sakitnya. Semoga hari Rabu besok tanggal 13 Maret 2013 bisa berangkat berdua lagi.


Related Posts

Aku sakit, kemudian suamiku sakit juga
4/ 5
Oleh

Yuk berkomentar :)