Friday, December 20, 2013

Suamiku, Maafkan Aku (bagian 2)

Suamiku, maafkan aku, karena kau tak banyak menuntut padaku, sedangkan aku justru yang banyak menuntut padamu. Kau hanya menuntutku, agar aku menjadi istri yang solehah, yang tau mana hak dan kewajibanku sebagai seorang istri.

Suamiku, maafkan aku... walau aku telat bangun di pagi hari, dan kau hanya sekedar membangunkanku untuk sholat shubuh, dan setelah itu kau tak menuntutku yang lainnya. Kau langsung menyalakan kompor untuk memasak air jika tidak ada air minum, kau memasak lauk untuk sarapan pagi ini. Dan jika tamu bulananku datang, kau biarkan aku terlelap dengan tidurku hingga aku terbangun sendiri. Setelah itu terkadang kau pergi ke pasar untuk membeli lauk dan sayur untuk makan kita. Suamiku, asalkan kau tau. Aku sangat mencintaimu walau terkadang kau keras dengan pendirianmu.

Suamiku, maafkan aku... karena dengan sabarnya kau melayani aku. Aku tahu, kau lelah bekerja seharian, dan akupun juga demikian. Aku merengek minta kau memijat punggungku, dan dengan sabarnya pula serta menahan keletihanmu kau pijat punggungku hingga aku lelap tertidur.

Suamiku, maafkan aku... karena setiap kali aku selesai mandi, aku selalu berteriak memintamu mengambilkan handuk dan dengan sigapnya pula kau membawakan handuk itu dan menyiapkan sandal di depan pintu kamar mandi.

Suamiku, maafkan aku... disaat sibuknya aku internetan untuk mencari dan mengikuti progran kuis dan lomba kau selalu ingat akan kesehatanku. Kau selalu menyuapiku dengan nasi dan lauk yang telah kau masak sendiri agar aku tidak sakit,

Suamiku, maafkan aku... karena setiap pagi kau selalu menyiapkan tas dan sepatu kerjaku.

Suamiku, maafkan aku... kau tidak banyak menuntut dan akulah yang banyak menuntut. Terimakasih atas ilmu yang kau beri, kesabaranmu, cinta kasihmu, semuanya membuktikan ketulusanmu mencintaiku, aku pun mencintaimu dengan banyak tuntutan. Maafkan aku...

Alhamdulillah atas IJAB QOBUL yang membuktikan cintamu itu semoga kita selalu berJODOH di Syurga-Nya kelak. Amiiiennn

Selamat 1 tahun 6 bulan usia pernikahan kita sayang.



Related Posts

Suamiku, Maafkan Aku (bagian 2)
4/ 5
Oleh

8 komentar

Suaminya sabar banget yaa kaa :)

iyah...malahan aku kadang spt anak kecil karena dari saking sabarnya dia meladeniku..

Itu namanya suami siaga mbak, jangan pernah sakiti dan kecewakan dia.

semoga memang dalam giveaway dan langgeng menjadi keluarga sakinah mawaddah ya kak

@menujumadaniiya,,nggak boleh memang,,,dosa besar kalau aq sampai mengecewakan dia,,

hehe, baca ini jadi ngebayangin gimana ngubah kebiasaan lama biar pasangan nyaman. terutama soal bangun siang, aku juga kadang gitu, hehe. :D

moga selalu samara, mba. diberkahi Allah dunia akhirat, aamiin

amiiieeen ya Allah,,,makasih do'anya ^_^

Yuk berkomentar :)