Wednesday, May 14, 2014

HP Pertamaku dan seterusnya (Menjadi Koleksi Pribadiku)

Namanya Hamtaro Moto, identik dengan hitam, bulet, dan bundel. Dia sangat berjasa, pertama kali menjadi teman setiaku. Teman untuk menanyakan tugas sekolah pada saat itu. Pernah kelelep dalam air, namun dia tetap bertahan. Kekuatannya 1 minggu penuh, padahal sudah aku pakai telpon-telponan atau sms. Tenaganya kuat sekali. Pernah jatuh dari tangga kelas, tapi dia bagaikan tupai yang melompat lompat tanpa ada goresan sedikitpun ditubuhnya.
 
Aku dan Hamtaro Moto, HP pertama merek Motorolla C113 yang aku miliki pada tahun 2001, namun sekarang HP itu harus dililit dengan karet agar perangkat didalamnya tak berceceran


Masih aku simpan di rak lemari koleksi pribadiki, memang sengaja tak aku jual, karena mengingat jasanya yang begitu banyak.


Dia tetap tersenyum lebar saat aku menggenggamnya kembali. Ah, kau memang benar-benar teman setia. Ketika aku masih SMP, kelas 1. Tahun 2001. Masih keren dirimu menjadi alat komunikasi pengganti telpon rumah waktu itu. Layar birumu tak membuat surut mataku untuk terus mengutak-ngatik dirimu. Nada tu ti ta ti tut menjadi ciri khasmu. Dan akupun langsung mengenal suaramu walau itu dari kejauhan. Kau sangat berjasa sekali...
Walaupun kau barang second dan waktu itu aku harus membelimu dengan uang tabunganku seharga 200ribu tapi aku sangat puas sekali. Karena kau memberiku arti selama 6 tahun sampai mengantarkanku ke bangku kuliah.

Kemudian lahirlah adik pertamamu, yang tak jauh beda denganmu (dililit karet). Namun kalian juga berjasa bagiku, kalian barang-barang yang wajib aku musiumkan.

Nokia 1110 menjadi adik pertamamu, kondisinya juga sangat mengenaskan (dililit karet) tapi dia selalu setia menemanimu di waktu kalian masih aku bawa kemana-mana

Terima kasih ya Nokia 1110, karena itu pula kau membuat ku tersenyum seperti Hamtaro Moto

Dan lahirlah pula adik-adikmu yang semakin canggih dan cerdas. Namun kau tetap barang hebat dan kuat. Kau tak takut hilang, luka, ataupun dibanting. Berbeda dengan adik-adikmu, jatuh sedikit udah manja semua, mereka pada minta di service, jatuh dikit layarnya udah retak. Kelelep air malah tak bernyawa. Haduhhhh :(


Lahirlah adik-adikmu yang baru :)
Sekarang di zaman yang serba modern ini, kau tetap ada dalam rak lemari pengisi barang antikku. Walau tubuhmu aku lilit dengan karet, kau tetap bernyawa jika ku berikan tenaga lagi (charge). Namun sayang, aku hanya bisa menyimpan mu di rak agar kau tetap menjadi koleksi pribadiku. Aku akan tetap mengenangmu, kau akan tetap menjadi kakak, untuk adik-adikmu.

Makasih Hamtaro Moto :)


Related Posts

HP Pertamaku dan seterusnya (Menjadi Koleksi Pribadiku)
4/ 5
Oleh

12 komentar

uwah,keren mbk diabadikan sampai sekarang hehehhe..itu emang mungil bgt hpnya,temenku dulu pake itu juga ^^

wah masih ada ya hp pertamanya, kalau punyaku aku jual untuk beli yang baru hehehe

iya mbak,,sengaja aku simpan,,nggak pernah aku jual,,kasihan mbak soalnya udah berjasa :),,bentuknya emang mungil banget... :)

iya mbak,,masih ada,,sayang banget kalo dijual :)

Wah.. Banyak hpnya ya, Mbak.. Masih disimpan pulak ^^
Punya ku uda entah ke mana, biasanya diambil sama sodara sih..

iya Beb,,masih disimpan,,kasihan kalau di jual Beb :)

waduh,.. anak-anaknya kok sudah banyak ya?
lengkap, dari kakung, cucu, nenek, anak.. komplit... dari saking tuanya si kaking perlu pakai karet.. hehehe

sip,.. semangat..kak!!

hahahha,,iya aghannnsudah beranak pinak,,,makasih ya agha :)

Waahhh - asik juga mengikuti cerita hapemu, trus - mb. Dwi ini type penyayang dan setia :)
Lihatnya saja hapenya sampe dililit karet dan disimpan apik ... nice ;)
Mampir ya ke cerita hape ku : http://omman.blogdetik.com/2014/05/25/on-off-on-off/

wah keren masih disimpen sampe sekarang. bisa buat cerita ke anak cucu, nih. :)))

makasih ya udah ikutan GA saya :))

makasih,,wah jdi tersipu malu nih dibilang penyayang dan setia :)

hahaha iya mak,,makasih udah berkunjung mak :)

Yuk berkomentar :)