HP Pertamaku

Namanya Hamtaro Moto, identik dengan hitam, bulet, dan bundel. Dia sangat berjasa, pertama kali menjadi teman setiaku. Teman untuk menanyakan tugas sekolah pada saat itu. Pernah kelelep dalam air, namun dia tetap bertahan. Kekuatannya 1 minggu penuh, padahal sudah aku pakai telpon-telponan atau sms. Tenaganya kuat sekali. Pernah jatuh dari tangga kelas, tapi dia bagaikan tupai yang melompat lompat tanpa ada goresan sedikitpun ditubuhnya.





Dia tetap tersenyum lebar saat aku menggenggamnya kembali. Ah, kau memang benar-benar teman setia. Ketika aku masih SMP, kelas 1. Tahun 2001. Masih keren dirimu menjadi alat komunikasi pengganti telpon rumah waktu itu. Layar birumu tak membuat surut mataku untuk terus mengutak-ngatik dirimu. Nada tu ti ta ti tut menjadi ciri khasmu. Dan akupun langsung mengenal suaramu walau itu dari kejauhan. Kau sangat berjasa sekali...
Walaupun kau barang second dan waktu itu aku harus membelimu dengan uang tabunganku seharga 200ribu tapi aku sangat puas sekali. Karena kau memberiku arti selama 6 tahun sampai mengantarkanku ke bangku kuliah.

Kemudian lahirlah adik pertamamu, yang tak jauh beda denganmu (dililit karet). Namun kalian juga berjasa bagiku, kalian barang-barang yang wajib aku musiumkan.



Dan lahirlah pula adik-adikmu yang semakin canggih dan cerdas. Namun kau tetap barang hebat dan kuat. Kau tak takut hilang, luka, ataupun dibanting. Berbeda dengan adik-adikmu, jatuh sedikit udah manja semua, mereka pada minta di service, jatuh dikit layarnya udah retak. Kelelep air malah tak bernyawa. Haduhhhh :(



Sekarang di zaman yang serba modern ini, kau tetap ada dalam rak lemari pengisi barang antikku. Walau tubuhmu aku lilit dengan karet, kau tetap bernyawa jika ku berikan tenaga lagi (charge). Namun sayang, aku hanya bisa menyimpan mu di rak agar kau tetap menjadi koleksi pribadiku. Aku akan tetap mengenangmu, kau akan tetap menjadi kakak, untuk adik-adikmu.

Makasih Hamtaro Moto :)

No comments:

Post a Comment

Yuk berkomentar :)