Thursday, June 12, 2014

Melipir yang membawa manfaat

Hari itu aku dan suami mau melipir ke Bandara Juanda. Menjemput saudara yang datang dari negara tetangga. Seperti biasa hobby nyentrikku menggila, yaitu foto-foto. Jadi setiap sudut bandara tak kulewatkan untuk menjadi kenanganku. Hahahaha #katakan padaku aku ndeso

Melipir ke Bandara Juanda

Di tengah jalan sebelum ke Bandara Juanda masih mampir ke mini market. Katakanlah mini marketnya ****mart. Mampir disini adalah untuk mentransfer beberapa uang untuk bayar hutang di ATM dan juga membeli beberapa kebutuhan camilan selama berada di bandara. Suamiku masuk mini market dan aku diluar menunggunya. Ketika aku tolah toleh sekitarku, perhatian tertuju pada seorang bapak tua yang duduk sendiri di ujung luar mini market. Aku lihat bapak itu, bapak itu membalas melihat aku.

Bapak tuanya melihat aku

Rasa iba muncul, perlahan aku dekati bapak tua itu berharap tidak tersinggung ataupun memarahi aku. Akupun mendekatinya, duduk jongkok dan mulai melontarkan pertanyaan ke bapak itu.

"Bapak ngapain disini?"
"Cari uang nak"
"Oh,,,???"
"Dari pada minta-minta bapak duduk saja disini. Siapa tahu ada yang kasihan melihat bapak"

Iya sih memang, bapaknya cuma duduk saja. Dia nggak minta-minta seperti pengemis pada umumnya. Hanya sebagian orang yang kasihan melihatnya langsung mendatanginya dan memberikan uang di tangan bapak itu.



Seorang wanita baik hati memberikan bapak tua uang, dan dia menerimanya dengan senang. Uang itu terus digenggamnya

Akupun melihatnya, ketika ada seorang wanita baik hati yang memnghampiri bapak itu dan memberikan uang yang cukup banyak. Aku senang, akupun mendoakan wanita itu agar rezekinya selalu dipermudah oleh Allah.

"Rumah bapak dimana?"
"Dekat nak, cuma di Karang Pilang"
"Rumah sendiri ya?"
"Nggak, ngekos nak"
"Istrinya ada?"
"Nggak ada, pergi semua"
"Anaknya?"
"Ada, anak perempuan tapi udah ikut lakinya dan lupa sama bapak"
"Dulu kerja apa?"
"Ikut orang nak, kerja proyekan. Bangun gedung, tapi sekarang udah nggak kuat, sudah umur 87 nak"

"Kok, cari uang disini, kan tempat yg lebih rame banyak pak"
"Enakan disini, nggak ada yang ngusir. Kalau tempat lain, diusir sama PP"
"Satpol PP ta pak?"
"Iya, Satpol PP. Mereka jahat, mengusir seenaknya"
"Kesininya jalan kaki atau gimana?"
"Naik len nak, dari rumah cuma 4ribu, terus kesininya jalan kaki"
"Dapat berapa perhari pak?"
"Yah, Alhamdulillah, dapat 20ribu kadang paling banyak 50ribu"
"Masih banyak orang baik ya pak?"
"Iya, Alhamdulillah"
"Jam berapa berangkat dari rumah?"
"Jam 3 sore, pulangnya jam 9 malam"


Aku pun melihat bajunya. Tampak kumal, banyak yang sobek, kancing banyak yg nggak dipasang karena banyak yang copot. Nggak pake alas kaki, kopyahnya rada dekil. Duh Gusti, kasihan sekali bapak ini. Akupun memberikan secukupnya dan berjanji besok sore setelah pulang kerja aku akan kembali ke tempat ini memberikan sesuatu untuk bapak itu. Dengan senyuman lebarnya, bapak itu mengucapkan beribu terima kasih. Ya Allah, terima kasih masih mengingatkan aku. Bagaimana dengan kalian, masih pedulikah dengan orang-orang sekitar kita? Tangan di atas lebih baik daripada tangan dibawah. Yuk, kita bantu mereka yang memerlukan bantuan kita.


Related Posts

Melipir yang membawa manfaat
4/ 5
Oleh

48 komentar

Bagian mengharukan:
"ada anak perempuan tapi udah ikut lakinya dan lupa sama bapak" :(
ya Allah mbak.... :(

Semoga bapak ini selalu ada yg menolong, amin

iyah,,kok tega ya anak perempuannya spt itu,,padahal ortunya sendiri,,,

selalu mencari celah untuk selalu bersyukur ya Mak.... :)

Ya Allah Mbak, ndlewer mabk baca ini.
Semoga beliau sealu memperoleh rezeki ya Mbak dan anaknya diberikan hidayah agar ingat dan mau merawat bapaknya.

Terharu liat bapak itu, tapi di sisi lain ternyata masih banyak orang baik beneran di tengah masyarakat yang 'kelihatannya' baik :)

iya mak....kita harus selalu bersyukur,,,masih diberi kesehatan dan kekayaan :)

semoga masih banyak orang baik ya mbak,,,

amiien,,semoga ya mbak ika,,,ternyata masih banyak anak yg nggak peduli akan ortunya,,,semoga kita bukan termasuk spt itu,,,

iya mak,,aku kasihan sama bapaknya,,,

iya,,alhamdulillah mbak,,,masih ada mereka yg baik,,, :)

tega bener tuh anak... lupa sama bapaknya :(

bandara juanda .... sy baru sekali donk sandar di juanda .... hehehe :)


hmmmm ... btw ...itu anak cucunya pada keman yah ....... :( terlantar bgtu saja si bapak teh ....

iya mak,,aku nggak habis pikir,,,orangtua kok yg dilupain gitu,,, :(

anak cucunya ngelupain bapaknya mas,,mungkin karena si bapak tua udah seperti itu,,,bapaknya cari uang sendiri,,,udah tua gitu kok ya tega si anak,,,

Cara paling ampuh buat bikin kita bersyukur itu liat keadaan sekitar ya ka..
Kasian yah s bapaknya, ditelantarin begitu :'(

iyah bener,,,lihat sekitar kita,,sekiranya kita mampu dan bisa yuk kita tolong mereka,,,

gmn ceritny pada nglupain tuh mba ? apa karn materi sama2 udah minim atau setelah kaya lupa sama bapaknya .... :(

Paling gemes klo liat anak lupa sm orang tua....mbak ini bapaknya di minimarket daerah mana? rumahku kan dekat bandara juanda internasional pling 10 mnt dr rmh...

kasihan banget ya bapak tersebut, sudah tua, anak-anak nya tidak ada yag merawat nya. Semoga orang tersebut bisa bahagia ;)

aku nggak nanya mas,,takut menyinggung bapaknya aja kalau ngorek2 masa lalunya,,,

iya sih,,,gemes banget lihat atau dengar yg spt begituan :( ,,,daerah jambangan mak Iro :)

Amiienn,,iya semoga bahagia mbak,,nggak tega banget ngelihatnya..

nggak juga mbak,,masih ada yg lebih hebat dari aku,,,

hmm ... na'udzubillah min dzalik ... anak yg lupa sama orang tuanya ....

aku kira dkt bandara mbak....

Kalo blogger memang begitu Mak, ke mana2 foto2 terus .. sama kayak saya :D

Mudah2an banyak yang nolong bapak itu ya Mak

inspirig banget ceritanya ;0

menggemis tanpa meminta....ach artikel ini membuatkan jadi haru....mengingatkan diri bahwa masih banyak diantara kita yang membutuhkan pertolongan,,,meskipun mereka tak memintanya,,,,
keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

Saya setuju sekali mbak, soalnya ni kan mau dekat bulan ramadhan, yukk mari kita latih diri untuk menanamkan sikap peduli terhadap sesama

Amieen,,,iya mak moga masih banyak orang baik,,, :) hahaha,,,iya,,blogger kemana-mana emang nggak afdol kalo nggak poto :)

iya Om...begitulah realita hidup,,,salam hormat dari Surabaya :)

iya,,,jangan hanya ramadhan,,tapi di setiap hari kita mari kita tanamkan sikap peduli pada sesama :)

Sepakat, tangan di atas memang lebih baik dari tangan di bawah, dan akan membuat hati nyaman ya mbak kalau bisa sering melakukannya :)

betul mbak ely,,,semoga kita yang mampu bisa membantu mereka yg kurang mampu :)

Kasihan sekali bapak Tua itu, punya anak malah anaknya tidak memperdulikan bapaknya, sungguh keterlaluan anaknya itu. Mudah - mudahan anak dan mantu bapak tua itu disadarkan oleh Allah SWT ... Amiin.

Punya bapak malah disia - siakan. denger cerita ini malah saya teringat pada Ibu bapak saya yang sudah meninggal dunia pas saya berumur 5 Tahun

semoga bapak dan ibu mas,,senantiasa berada di sisi Allah dan mendapatkan tempat yg layak,,amiiiennn

iya mas na'udzubillah min dzalik,,,semoga kita bukan termasuk orang yg spt itu,,,

Semoga ada yang selalu menolong bapak itu. Hiks...terharu mbak

nggak mbak,,jauh dari bandara :)

Amiien,,,semoga masih banyak orang baik disekitar orang2 yg kurang mampu :)

Yuk berkomentar :)