Thursday, June 19, 2014

Tetes Darah Syahid Letkol Moch. Sroedji

15 Juni 2014, hari Minggu warga Surabaya mendapatkan pertunjukan teatrikal gratis dari komunitas Roodebrug Soerabaia yang bertempat di Tugu Pahlawan Surabaya. Teatrikal ini mengangkat cerita dari novel Sang Patriot karya Irma Devita, sebuah keberanian luar biasa oleh seorang Letkol Moch. Srodji.

Sumber :
http://www.jawapos.com/baca/artikel/2691/Berjuang-Tak-Kenal-Batas-Wilayah

Lahir di Bangkalan Madura pada tanggal 1 Februari 1915, putra dari pasangan Bapak H. Hasan dan Ibu Hj. Amna. Istrinya bernama Hj. Mas Roro Rukmini dan memiliki 2 putra 2 putri.

Sumber :
http://donnyoyot.blogspot.com/2013/03/sumber-tulisan.html

Tetes darah keberanian dan kegigihannya melawan para penjajah di negeri ini. Mungkin dia tak dikenal, dan tak kan ada yang mau mengenalnya, namun jangan sekali-kali melupakan jasanya pada ibu pertiwi. Jemari yang sudah tak lengkap lagi membuktikan cintanya kepada bangsa dan negara. Gugur dalam pertempuran di Karangkedawung-Jember pada tanggal 8 Februari 1949. Sebuah pengabdian, pengorbanan pada negara, dialah Letkol Moch. Sroedji.

Sumber : http://lebihdari.com/tag/letkol-moch-sroedji/

"Dan jangan sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang terbunuh (gugur syahid) pada jalan Allah itu mati, (mereka tidak mati) bahkan mereka adalah hidup (secara istimewa) di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki" ( QS. Ali 'Imran 169).

Mereka bergembira dengan balasan nikmat dari Allah dan limpah karuniaNya, dan (ingatlah) bahwa Allah tidak menghilangkan pahala orang-orang yang beriman" ( QS. Ali 'Imran 171).

Sumber :
http://biliksastra.wordpress.com/2014/05/03/berjuang-sampai-mati/moch-sroedji/

Novel "Sang Patriot" yang ditulis oleh Irma Devita yang merupakan cucu dari Letkol Moch. Sroedji dikemas dalam bahasa yang sangat apik. Latar waktu yang maju mundur, berhasil membawa pembaca tenggelam dalam lembar per lembar cerita di novel tersebut.

Terciptanya novel ini, karena dia berjanji pada sang nenek Rukmini akan menceritakan pada dunia perjuangan dan pengorbanan Letkol Moch. Sroedji dalam membela ibu pertiwi. Irma Devita ingin semangat anak muda di zaman sekarang tidak kendur. Dia ingin memberikan semangat pada pemuda pemudi Indonesia. Novel yang bercerita semangat patriotisme, membangun semangat para muda mudi untuk mencintai tanah air salah satunya dengan cara mengangkat cerita pahlawan yang ada di daerah masing-masing.

Diskusi Novel Sang Patriot

Tidak kalah serunya, penyampaian yang dipaparkan oleh Brigjen TNI (Purn) Abdul Cholik yang juga sebagai Komandan Blogcamp dan sering di panggil Pakde yang suka "ngompori" beberapa teman blogger yang kurang bersemangat untuk menjadi semangat lagi. Semangat menulisnya tidak termakan usia, di usia yang hampir menginjak 64 tahun  beliau berhasil menerbitkan beberapa buku solo maupun antologi. Memberikan contoh kepada anak cucu dan keponakannya yang menyebar di seluruh penjuru tanah air bahkan dunia bahwa semangat menulis tidak mengenal batas apapun. Acungan jempol untuk Purn. yang satu ini.



Selain itu, Bapak Dukut Imam Widodo seorang sastrawan, penulis sejarah Surabaya maupun kota-kota lain menyampaikan bahwa "jika ada yang tertarik untuk mengorek-ngorek tentang sejarah silahkan hubungi saya, akan saya bantu, dan gratis". Sungguh luar biasa ajakannya pada hadirin pada waktu itu. Sebuah tantangan bagi anak muda untuk mencintai sejarah. Jadi silahkan bagi para pembaca, yang mencintai dan tertarik dengan sejarah dan ingin mengorek-ngorek sejarah di tempatnya untuk menghubungi bapak Dukut agar bisa bekerja sama.

Orang hebat, dari kiri ke kanan (Bpk Dukut, Irma Devita, Pemeran Letkol Moch. Sroedji, Pakde Cholik)

Inilah bukti dari segelumit orang-orang hebat itu untuk tidak mematikan sejarah, sejarah harus selalu dikenang sepanjang masa.

"Sang Patriot" sebuah epos kepahlawanan

Diskusi buku "Sang Patriot" di Auditorium Tugu Pahlawan bersama orang-orang hebat itu, semoga tercipta ratusan bahkan ribuan korek api yang akan menyulut semangat cinta tanah air dengan menghidupkan sejarah kembali untuk mengenang perjuangan para pahlawan.


Related Posts

Tetes Darah Syahid Letkol Moch. Sroedji
4/ 5
Oleh

38 komentar

"Dan jangan sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang terbunuh (gugur syahid) pada jalan Allah itu mati, (mereka tidak mati) bahkan mereka adalah hidup (secara istimewa) di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki." ( QS. Ali 'Imran 169) ----- mewek, Mbaaak..

In Shaa Allah beliau meninggal secara syahid ya..

Insyaaallah syahid,,karena membela negara, tanah air tercinta Indonesia dari penjajah :')

perjuangan dan cita-cita sroedji sungguh luar biasa, sangat menginspirasi. pengorbanan rukmini juga tak kalah hebat. joss banget nih novelnya! apalagi ada adegan laganya....

mupeng nonton teatrikalnya. sayang jauh sih. hiks..

bener banget mas,,,aku sampai ternganga nganga pas mbak irma cerita,,,hebat bener kakek dan nenek nya :)

deket mbak,,paling cuma 4-5 jaman...ntar bisa kopdaran loh :)

Memang luar biasa nih buku yg ditulis Mb Irma Devita.Perjuangan kakeknya sungguh menginspirasi.
BTW saya naksir pin nya mba hihihii....

saya jadi ingat apa kata kakek saya, mbak..
Dulu pejuang bertempur dengan senapan, sekarang...
tidak hanya senapan... melainkan juga dengan pikiran...

banget mbak,,aku sampe menganga saat melihat dan mendengarkan mbak irma bercerita,,terharu,,,iya bagus,,selain pin dapat kipas juga :)

iya mbak,,bener,,zaman sekarang kita bertempur dengan pikiran :)

terima kasih banyak mas RZ Hakim :)

semoga kita menjadi salah satu dari korek api itu...

kalau ini putra daerah madura ya mbak.....bangga rasanya punya pahlwan dari kota sendiri...

Letkol Moch. Sroedji lahir di Bangkalan, tapi beliau terkenal di Jember mbak,,,patungnya ada di Jember,,,namanya di abadikan dalam nama jalan, nama universitas, dan masih banyak lainnya :)

Betul mbak, siapapun mereka yang telah perjuangkan hidup matinya untuk negeri ini tak boleh dilupakan perjuangannya :)

yapz,,,itulah yg namanya menghargai jasa pahlawan,,,

Pakdhe Cholik memang hebat :)

bikin tambah semangat menulis ni mbak, semoga saja artikel ini juga dapat memicu semangat rekan2 bloger lainnya dalam melahirkan artike2 menarik lainnya

sebagai orang jember saya bangga dengan perjuangan Letkol Moch Sroedji

Kalau bisa pemimpin kita saat ini sama seperti pejuang dulu ya mbak yang tulus dan ikhlas membela negara

Kebayang andai bisa hadir di sana :)

iya,,,memang diakui kehebatannya :)

iya mas,,,betul banget,,emang harus dikompori katanya pakde :)

apalagi saya mbak,,,orang madura ,,,hehehe

pasti tambah seru ada mbak ely,,,kita bisa cuap2 mbak,,,hahaha

Setuju sekali, sejarah jangan sampai dilupakan :)

wah, gak dapet infonya, tau gitu nonton kemaren..
Pakde Cholik? kyk pernah denger namanya? :3

inget dulu saat pertama buku PSPB di perkenalkan untuk siswa SD
tokoh bung Tomo yang dijadikan sosok heroik nya
..oh ya salam kenal mbak :)

wah,,eman banget ya,,, Pakde Cholik itu Komandan Blogcamp,,,ponakannya telah menyebar keseluruh indonesia dan dunia :) beneran loh ini...

membaca buku yg ceritanya pahlawan sebenarnya seru loh,,,salam kenal juga mas :)

Iya yang di jember patung saya tahu mbak pernah liat. Dulu pas sekolah di jember....:)

oh,,,mbak yuni kuliah di Jember dulu ya,,,skrg di jogja ya mbak,,,

Keren banget acaranya. aku juga pernah liat acara teatrikal minggu pagi di Tugu Pahlawan. Seru banget!

iya ikka, pastinya seru banget kalo cerita tentang pahlawan :)

Yuk berkomentar :)