Wednesday, November 05, 2014

Curahan hati seorang istri melalui surat

Aku suka menulis surat, salah satunya surat curhat mengenai hati ini yach maklum kalo dikata aku ini istri ababil. Setelah menikah, setiap bulan aku menuangkan isi perasaanku dengan kalimat per kalimat kebahagian dan kesedihan. Untungnya masih aku simpen buat kenang-kenangan aja maunya. Beberapa isi kalimat surat itu sebagai berikut.

1 bulan kemudian setelah menikah.
1 bulan sudah ku lalui hari-hari bersama suamiku. Tak banyak perubahan yang terjadi saat kita pacaran dulu sampai sekarang. Hanya bedanya kita bisa selalu bersama. Ada teman saat mencuci baju, aku yang ngucek dan bilas sedangkan dia yang jemur cuciannya. Aku yang menyetrika pakaian sedangkan dia yang memasukkan ke dalam lemari. Dia yang ke pasar, sedangkan aku berdiam diri di peraduan. Dia yang memasak sedangkan aku yang melihat dan membantunya mengambil alat-alat masak yang dia minta. Aku yang cuci piring sedangkan dia kadang duduk-duduk kekenyangan atau sebaliknya.

Sehabis mandi dia selalu menyiapkan handuk dan alas kaki. Dan dia selalu menyisir rambutku ketika akan berangkat kerja. Suamiku, terimakasih atas cinta dan perhatian yang kau berikan begitu tulus walau kadang dirimu cerewet, memarahi aku, mengomeliku yang nggak jelas. Aku sayang kamu….Tweety

2 bulan kemudian.
Yach, ternyata hari cepat berlalu. Gak terasa sudah 2 bulan menjadi seorang istri. Puasa Ramadhan tahun ini adalah puasa Ramadhan pertama dengan suami. Dan Lebaran Idul Fitri pun pertama kali bersama suami. Punya keluarga banyak. Pas hari Lebaran kita bersilaturahmi ke sanak saudara. Capek rasanya, karena hari H s/d H+3 kerjanya keliling ke rumah saudara, dari pagi sampai sore dengan mengendarai sepeda motor. Remek rasanya badan ini. Tapi dengan hati senang kita pun berangkat sekalian menikmati liburan yang hanya sebentar.
Masuk kerja pun sepertinya kurang memberikan semangat bagi kami. Masih ingin berlibur lagi. Kurang puas dengan liburan yang hanya sebentar. Beres-beres rumah baru pun menjadi tujuan weekend kami. Mulai mengecek air dan listrik, karena awal September sudah akan kami tempati. Kalau masih ngekos kan eman sekali uangnya. Mendingan buat beli yang lain. Semoga, pindahan kali ini dapat barokah dari Allah...Amiiien

3 bulan kemudian.
Nggak kerasa ya udah 3 bulan usia pernikahan kita, 3 hari tinggal di rumah ortuku, 2 bulan 1 minggu tinggal di kos-kosan, 3 minggu sampai sekarang tinggal di rumah sendiri. Alhamdulillah ya

Berangkat kerja selalu bersama, berpisah di jalan menuju kantormu dan aku berangkat sendiri jalani saja, ntar juga akan indah pada waktunya. Kita berdo'a dan berusaha. Allah melihat, mengawasi, dan mendengar. Jangan khawatir ya sayang.

O ya, kemarin H-1 sebelum our annyversary 3 months, suamiku ngirim ini ni (gambar bunga mawar) di email ku.
So sweet banget, soalnya gak biasanya dia seperti itu.

4 bulan kemudian.
Wah, udah 4 bulan ya ternyata. Banyak sudah lika-liku yang dilalui. Pastinya udah tahu kelemahan masing-masing. Tetap berpegang teguh pada agama kuncinya biar selalu awet dan adem ayem. Hanya aja terganjal dengan masalah sepele. Masalah keluarga, so kuncinya adalah nerimo alias ikhlas.

4 bulan, masih banyak yang harus dibenahi. Dari segi keluarga, financial, agama, serta emosi. But, kita yakin bahwa semuanya ada yang mengatur. Diambil happy aja pastinya. Tetap berusaha dan berdo’a. Lagian masih ada suami yang akan selalu menjaga aku. Allah Maha Mengetahui, semoga aku termasuk golangan orang yang bersabar. Amiiien.

5 bulan kemudian.
Sebelumnya, selamat 5 bulan suamiku. Perutku tambah endut, tapi bukan endut berisi dedek tapi endutnya karena lemak yang nempel.
Yap yap yap sudah lima bulan aku menikah. Masih sama dengan bulan-bulan sebelumnya, aku masih belum bisa melayang bebas, mengatur semua keadaan rumah tangga bersama suamiku. Maklumlah kita masih penganten baru, jadi masih ada nafsu untuk pengen senang-senang berdua dengan suami. Bebas nggak ada yang nguntil, ya itulah nafsu manusia.
Terlintas, dipikiran ini kapan ya aku bisa membina keluargaku (suamiku,  dan anak-anakku) dengan tenang. Dan disitulah aku yang mengatur segalanya, mengatur disini bukanlah jadi pemimpin. Pemimpin tetap suamiku. Mengatur disini adalah mengatur keadaan rumah, segala sesuatu tentang pengeluaran dan pemasukan, mengatur posisi barang-barang di rumah, karena aku adalah sekretaris rumah, bukan yang lain.
Ya begitulah keinginanku, keinginan seorang istri dari seorang suami yang memiliki banyak masalah dari keluarganya. Dan aku hanya bisa bersabar, menangis, kadang juga emosi melanda jiwa dan perasaanku. Ya begitulah manusia, terbuai oleh nafsu, terutama aku.
6 bulan kemudian.
Alhamdulillah, usia pernikahanku sudah 6 bulan. Nggak kerasa kalo udah 1/2 tahun berlalu. Banyak suka duka. Semoga 6 bulan ini mengantarkan aku pada kebahagian kami. Apa yg aku mau, dan yg aku inginkan tentunya.

Pengen mendekorasi rumah sebagus mungkin biar kerasan di dalamnya. Di usia pernikahan 6 bulan ini aku sudah mulai memikirkan ini dan itu. Yach, semoga saja di tahun 2013 nanti bisa terwujud semuanya.

7 bulan kemudian.
Tanggal 25 Januari 2013 pas 7 bulannya kita menikah. Kita itu maksudnya aku dan suamiku ya ya ya. Walaupun anniversary 7 months tapi nggak ada yang namanya kue, makanan, jalan-jalan, de el el. Kita bertapa di rumah dengan kegiatan seperti biasa, kerja kerja dan kerja.
Yach walaupun tidak ada tetek bengek seperti itu aku berharap di usia pernikahan kami yang ke 7 bulan semuanya bisa dipermudah. Rezeki kami dilancarkan, diberi kesehatan, dipermudah segala urusan, karir tentunya. Semoga usia pernikahan ini barokah dan usia kami tentunya. Amien.

8 bulan kemudian.
Alhamdulillah 8 bulan juga. Akhirnya tapak kehidupan kami hampir mendekati 1 tahun. 8 bulan itu relatif. Ada yang berpendapat bahwa 8 bulan itu sangat lama, dan ada yang berpendapat pula 8 bulan itu sangat sebentar/sangat singkat.

Menurutku, kalau kita menikmati waktu, maka akan terasa singkat/sebentar, dan jika kita hanya menghitung waktu maka waktu akan terasa lama. 8 bulan...bersama suami itu sesuatu, sesuatu yang hanya kita yang bisa merasakan. Orang lain hanya tau tentang luarnya saja, tapi mereka tidak tau dalamnya seperti apa. Ada yang bilang kehidupan seperti "Tai Kucing". Tapi bagiku kehidupan sangat indah sekali jika kita selalu bersyukur. Melihat orang yang ada di bawah kita, yang lebih menderita dari kita, yang lebih miskin dari kita, dan kita harus pandai bersyukur.

Alhamdulillah.

9 bulan kemudian.
Ups, sampai lupa nich aku memposting ceritaku.
9 bulan kita menikah, tepatnya tanggal 25 Maret 2013. Pas hari itu aku ada di RS Graha Amerta coz Ayah lagi di rawat disana. So, gak sempat cerita dan nulis blog.



3 bulan lagi gak terasa 1 tahun ya masih 3 bulan lagi loh.
Seperti biasa, Allah selalu memberi rezeki pada kami. Lancarkan Ya Allah untuk hari ini dan seterusnya.

10 bulan kemudian.
Alhamdulillah...10 bulan telah berlalu.
Alhamdulillah, masih diberi kesehatan oleh Allah SWT.
Alhamdulillah, masih jadi wanita karir.
Alhamdulillah, masih bisa berbagi dengan keluarga.
Alhamdulillah, sudah bisa beli isi rumah sedikit demi sedikit.
Alhamdulillah, masih punya keluarga, teman, dan saudara.
Alhamdulillah, rezeki itu ada setiap harinya.
Alhamdulillah, masih double job.
Alhamdulillah, masih bisa bersedekah.
Alhamdulillah, side job suamiku lancar.
Alhamdulillah, aku dan suami sama-sama kerja.


Alhamdulillah atas nikmat yang kau berikan Ya Allah. Itu semua rezeki dari Mu Ya Rabb. 10 bulan sudah kami membina hubungan suami istri. Semoga kami selalu bersama, menjadi keluarga yang SAmaRa. Amieen.

11 bulan kemudian.
Alhamdulillah, 11 bulan sudah aku lalui bersama suamiku.
Ehmmm, ada apa di 11 bulan ini ya ?
Tapi sepertinya kebetulan aku membuatkan menu spesial buatnya.

Eh salah...2 hari setelahnya ding hohoho...
Pas tanggal 25 Mei 2013, aku pulang kampung seorang diri, karena dirumah lagi punya tukang buat dapur. Suamiku mengantarkan aku sampai Bangkalan melewati Jembatan Suramadu.
Rasanya sedih pisah sama dia, biasanya kami nggak pernah pisah kok.
Pulang kampung karena ada keperluan, setelah keperluan selesai aku langsung pulang dan suamiku menjemputku di Jalan Jakarta daerah Perak. 
Kalau yang membuatkan menu spesial itu pas hari Senin malam tanggal 27 Mei 2013. Aku buatin bola-bola tahu, sambel penyet dan 3 piring nasi dihabisin oleh suamiku. Besok malamnya dengan menu yang sama juga. Alhamdulillah.

1 tahun kemudian.
Tiada henti mengucap syukur kepada Ilahi Robbi...sampai detik ini nikmat dan rezeki itu selalu ada. Kemarin tanggal 25 Juni 2013 kami merayakan ulang tahun pernikahan kami yang pertama. Malam itu aku terbangun, tepat pukul 03.00 WIB untuk makan sahur, aku harus memenuhi kewajibanku membayar hutang puasa bulan Ramadhan tahun lalu.

Aku bangunkan suamiku dari tidurnya, agar dia menemaniku makan sahur, tapi dia beranjak ke kamar mandi dan mengambil wudhu kemudian sholat Tahajjud. Dia ingat, bahwa hari ini ulang tahun pertama pernikahan kami. Dia ingin meminta sesuatu kepada Allah, yaitu anak...anak yang sholeh dan sholehah.

Pulang kerja pukul 17.00 WIB, kami sempatkan mampir ke Pizza Hut untuk membeli 1 porsi. Kami bawa pulang, makan di rumah bersama kucing-kucing penjaga rumah kami. Alhamdulillah Ya Allah.


Update 2014
Alhamdulillah sekarang sudah 2 tahun 4 bulan surat cintanya udah pensiun, langsung bisik-bisik aja ke telinga suami kalau mau tidur. Berdo'a dan selalu meminta yang terbaik. Meminta keturunan dan menyerahkan semuanya pada Allah. Karena aku yakin, Allah akan memberikan yang terbaik untuk hambanya dan selalu positiv thinking karena Allah Maha Baik. Suatu saat nanti akan hadir, titipan dari Allah. Aku yakin, Allah Maha Mendengar setiap do'a hambanya.


Update 2016
Sekarang sudah nggak menulismsurat cinta lagi. Sekarang cintanya sudah tumbuh menjadi anak. Anak yang kami idam-idamkan selama hampir 3 tahun. Alhamdulillah Allah memberikan kepercayaan pada kami. Bulan Maret 2015, aku hamil dan Desember 2015 aku melahirkan seorang bayi laki-laki. Seneng banget, Alhamdulillah...
Akhirnya aku bisa merasakan menjadi ibu. Ada yang menari-nari dirahimku. Ah indahnya menjadi ibu. Alhamdulillah Ya Allah...

Sudah dulu ya curhatan gejeku ini. Curahan hati seorang istri melalui suratnya aku simpen aja. Fokus cerita anak soalnya udah nggak galau 😊


Related Posts

Curahan hati seorang istri melalui surat
4/ 5
Oleh

19 komentar

Surat cintanya simple tapi manis. Suka sekali...
Tetap membisikkan surat cintanya untuk suaminya :)

tetapi kayaknya semakin asik bila pakai pesan yang ditempel di depan pintu kamar, kamar mandi dan sebagainya mbak....misal malam jum'at Pesan tertempel di pintu kamar bunyinya "Pengen denger lagunya romance - 'ku ingin kamu',

Kalau pengin anak perempuan, pesannya "Lady's First !"

Pas akhir bulan pesannya berbeda - "Akhir Bulan. Meeting Menteri Keuangan"

Kalau lagi sebel sama suami, Pesannya " Nonton Perang Mahabarata "..

:)

waktu kuliah, bukan nulis surat cinta siiih.. tapi nulisin sms2nya si Li di buku. jadi kalau dia mau ingkar ama kata2nya, tinggal nunjukin tuh buku, "Nih mau ngomong apa? ada buktinya... mau ingkar janji? Dicatet Tuhan loh!" wikikik... tapi pas sempet putus dulu, tak kasi ke dia dan dibuang >.< takut dibaca emaknya :D
sekarang jarang, paling bikinin video kayak wkatu dia ultah. udah liat? bagus gak? mau bikin juga? hihi

Aku nulis surat tiap hari kerja, senin sampai Jum'at terus diselipkan ke kotak bekal makan siang di Kantor suami , dari dulu sampai sekarang :)

makasih :) iya harus,,biar suami saling ngerti dan tau apa yg dirasakan isterinya :)

hahahaha,,,kocak nih mbak Yuni,,suka deh ama gayanya,,,boleh juga tuh sepertinya,,,

iya,,bagus bget videonya tha,,,kreatif bget ya dirimu,,,romantis bget,,,,aku demen ama videomu,,,sptnya boleh nih di tiru ya,,,hahahaha,,,ups,,kok dibuang sech,,itu kan barang kenangan,,seharusnya disimpen,,,

huwihhhh,,,romantis bget mbakkkk,,,,pengen juga cara ini,,,simple tapi ngena,,,mbak el,,makasih yaaa :)

rajinnya emang biasanya pas masih anget2nya Mbak, awal2 nikah. Makin lama, makin kenal, makin gak sempet bikin surat-suratan.., tapi salut sama Mbak Ely yang bisa seperti itu...menginspirasi sekali,,,:)

hahaha..iya,,bener,,rajinnya cuma pas di awal aja,,,sama,,aku salut ama mbak Ely yg masih rajin menyelipkan surat itu ke suaminya...

Cieeee.. Hahah.. :D

Aku sukak nulis surat Mbak, tapi ngga dikirim-kirim. Males :P

lah,,,males,,,kirim donk,,biar si do'i tau...

sweeet banget sis, meski aku belum berumah tangga tapi aku jadi ikut seneng dan menambah ilmu sedikit-sedikit semoga bisa menjadi orang yang lebih baik lagi untuk sayanya

mantap nih suratnya, sayang saya jarang trima surat mbak.. yang ada puisi .. hehe

Aduh, so sweet banget, Mba.
Aku ga pernah nulis kayak gitu, hahaha.
Kenapa suratnya pensiun? Hehehehe. Suka baca ini, beneran.

udah mbak, udah capek..langsung bilang ke suami aja :)

Kalo sbl nikah rajin nulis diary. Setelah nikah pernah sekali buat "surat cinta" pas marahan krn mangkel thd sesuatu..disampaikan ke suami dan yihiii jd instropeksi deh berdua

Yuk berkomentar :)