Wednesday, November 19, 2014

Mengejar kelulusan di dunia dan di akhirat

Lulus adalah hal yang terpenting bagi aku, tanpa lulus aku nggak mungkin bisa melangkah ke target berikutnya. Lulus adalah sebuah anugerah, betapa senangnya hati jika kita mendapatkan predikat lulus entah itu predikat lulus dari sesama manusia maupun Tuhannya.

Lulus bermakna besar sekali bagiku. Senangnya hatiku saat aku lulus TK, aku akan memakai baju kebanggaanku dengan warna dominan merah putih. Yapz, aku akan masuk Sekolah Dasar. Tak hanya aku yang senang, ibuku juga pasti senang melihat anaknya lulus TK, bertambah pula usia anaknya dan berharap aku menjadi anak yang bisa membanggakannya kelak.

Lanjut kemudian, bangku SD aku lewati, bangku menengah pertama juga aku libas, apalagi SMA tanpa ba bi bu lagi aku lalui dengan do'a dan senyuman ibuku. Setidaknya aku lulus dengan predikat yang membanggakan. Ibuku senang dan dari senyum beliau aku merasakan kelulusan yang sebenarnya. Memberikan hadiah terindah bagi ibu sungguh nikmat yang luar biasa. Apalagi saat kuliah dengan seabreknya tugas dan kegiatan, dengan mata kuliah yang kadang gampang-gampang susah. Mampukah aku lulus tepat waktu, memberikan senyuman terindah untuk ibuku? Aku yakin aku bisa, karena disetiap langkah dan usahaku ada do'a ibu yang membantuku. Terima kasih ibu,,,kini aku lulus,,,kau menemaniku memakai toga ini. Aku tau,,,hati kecilmu sangat bahagia sekali karena mungkin sebagian tugasmu telah selesai. Tergantung aku sekarang, maukah aku lanjut untuk menuntut ilmu lagi mengejar gelas Magister ataukah langsung mencari pekerjaan. Hanya, do'a untukmu yang selalu kupanjatkan pada Ilahi Robbi agar engkau selalu sehat ibu.

Mendapatkan sebuah pekerjaan dengan gaji yang diharapkan, menabung sedikit demi sedikit hasil jerih payah dan cucuran keringat hanya demi memberikan kejutan kecil untuk ibu, aku merasa lulus. Lulus karena bisa membuat ibu tersenyum.

Mungkin aku tergesa-gesa menikah ibu, di usia 23 tahun mungkin rasanya aku mantap menikah dengan pujaan hatiku yang insyaallah bisa membimbingku kelak ke jalanNya dan insyaallah aku akan membawamu ke syurga ibu. Aku ingin lulus dalam nafsu yang mungkin kata orang hanya berimbas dosa akan ku jadikan nafsu itu menjadi halal. Aku sudah merasa lulus jika nafsu itu sudah diikat dengan pernikahan.

Selama menjadi istri mungkin target kelulusan sudah aku siapkan.

Lulus bisa memasakkan suami dengan menu yang baru dan dengan mantap suami berkata "enak". Aku lulus, lulus menjadi chef buat suamiku. Aku lulus jika semua pekerjaan rumah tangga bisa aku libas sendiri tanpa pembantu rumah tangga. Cuci baju, cuci piring, menyetrika, ngepel, berkebun, dan tetek bengek urusan rumah tangga sudah selesai semuanya. Aku lulus,,,menjadi istri yang bisa mengerjakan apapun pekerjaan di rumah. Aku lulus jika aku dengan sabarnya bisa melayani suami dan kuberikan senyumanku untuknya. Bisa menenangkan hati suami yang lagi emosi menjadi dingin, disitulah aku merasa lulus.

Yeayyyy,,,kita lulus :)
Dan, aku merasa lulus jika semua amal ibadahku selama di dunia ini lebih berat timbangannya di sebelah kanan. Timbangan tentang kebaikan selama ada di dunia dan aku lulus melewati semua ujian Tuhan selama aku di dunia. Semoga kita semua selalu berbuat baik, ikhlas, saling tolong menolong, berpikiran positif, rajin beribadah, sholat dan puasa nggak bolong-bolong, rajin bersedekah untuk menabung amalan di dunia sebagai bekal di akhirat. Semoga kita termasuk umat yang lulus di dunia dan mendapatkan predikat kelulusan dari Tuhan. Amiiien...


Related Posts

Mengejar kelulusan di dunia dan di akhirat
4/ 5
Oleh

22 komentar

Dalem banget postingannya Mbakyu. Semoga bisa lulus dengan baik ya kita semuanya. Sukses buat giveawaynya. :)

hahahha,,iya mas,,semoga kita lulus dalem ujian yaaa,,,

tetep lulus dunia akhirat yah mbak...

Mba Dwiex'z Someo mah Top 2014

Kalau urusan mengurus uprek rumah wah memang asyik bangeds. Soalnya pengalaman 3 tahun terakhir jadi "single parent" mengurus 2 anak sekalian urus pekerjaan rumah tangga (cuci piring, cuci baju, ngepel, isi bak, mangkas rumput, lipat baju, strika semua saya libas). Saya sudah terlatih itu semua. Kecuali Satu. Memasak,. Nahhhhhhhhhhh

Jagoan Nguprek pekerjaan rumah. Tapi Bandit dalam urusan Masak memasak
Kalau cuma masak mie instant, masak air sama masak nasih bisa
Yang belum itu masak sungguhan buat sayur mayur Huaaaaaaaaa Susyeeeeeeeee
Hihiihihi

naik kelas terus ya mbk aamiin....
lulus masak enak itu sesuatu banget loh ya xixixixxi

wahh sukses ya mbak buat lulus jadi istri sholehah aamiin dah mbak dwi istri sholehah dunia akhirat sayang ibu sayang suami .. sayang saya juga teman se bloggeran haha haseehh.. seepp sukses buat Ganya mbak dwi mantap....

hihihi,,,makasih kang asep...

what???pernah jadi single parent,,,beneran nih???wah kang asep mah jauh lebih hebat ya,,salut deh ama kang asep,,,

nggak percaya ah,,kalo kang asep nggak bisa masak sayur,,,

seep..sesuatu banget emang kalau lulus masak,,, :)

hihihi,,makasih mas angki,,waduh,,mujinya terlalu tinggi nih,,sampe aku lupa daratan,,,hehehe

tujuan akhir memang utk lulus 'sidang' di akhirat yah...
tp hrs lulus yg lain dl, lulus jd anak sholeh, lulus jd istri yg dridhoi suami, lulus jd ibu, dll :)

iyah,,betul sekali,,tujuan terakhirnya lulus akhirat,,pastinya donk,,,harus urusan dunia lulus semua,,,,hehehe

semoga lulus di akhiratnya bu :)

In Shaa Allah segera lulus dalam tahap berikutnya :D

ASEli nda bisa memasak sayur organik. Sayur mayur seperti sayur asem, sayur nangka, dll. Bahannya ribet. Maunya sih yang praktis asa celup bumbu lalu masukkan ke dalam penggorengan Jrengg nah itu baru bisa hiehiheiee

oooo cara instan ya ya saya juga bisa kalo begono kang

benar sekali bu, lulus akan membawa kita melangkah ke tahap selanjutnya. semangat bu..

iya pasti semangat lah ini hehehe

Yuk berkomentar :)