Tuesday, January 17, 2017

Menyusuri Ubud: Eksotisme Bali Melalui Budaya dan Hijaunya Panorama

Siapa sih yang nggak kenal dengan Bali? Bali terkenal dengan keindahan alam, pantai, dan budayanya. Jadi nggak heran jika Bali menjadi daya tarik oleh para wisatawan. Keelokan gugusan pantai di Bali memang telah tersohor, tetapi eksotisme dan daya magis The Island of God ini tersebar di setiap wilayahnya, termasuk di Ubud. Kecamatan di Kabupaten Gianyar ini memang tidak memberikan pemandangan laut lepas dengan deburan ombaknya, tetapi hamparan sawah dengan atmosfer kebudayaan yang kental akan memanjakan kalian dengan cara yang berbeda. Ubud cukup dipadati wisatawan, namun tidak seramai suasana di Kuta yang cenderung ingar bingar. 

Jika kalian menginginkan wisata di Bali dengan suasana yang tenang dan menyejukkan, pastikan Ubud berada dalam urutan teratas daftar perjalanan kalian. Selain karena Ubud tidak akan cukup dijelajahi dalam sehari, sekali berada di sini juga akan membuat kalian betah untuk berlama-lama tinggal. Tidak perlu khawatir untuk akomodasi. Ada banyak daftar hotel murah di Bali, termasuk kawasan Ubud, yang bisa kalian pilih.

Museum

Sebagai pusat seni dan budaya, tentu sudah selayaknya tempat wisata di Bali yang terkenal sejak 1930 ini memiliki banyak museum. Sebut saja Museum Antonio Blanco, Museum Neka, Museum Puri Lukisan, dan Museum ARMA yang selalu menarik perhatian pengunjung.

Museum Antonio Blanco

Lokasi museum ini berada di Campuhan, Ubud, dan didirikan di atas tanah pemberian Raja Ubud. Kalian akan disambut oleh gapura yang bernilai artistik dengan tulisan Antonio Blanco berwarna emas saat akan memasuki lingkungan museum. Tidak salah, museum ini memang milik pelukis terkenal Don Atonio Maria Blanco.

Sumber gambar : http://www.rentalmobilbali.net/

Tidak perlu heran melihat hasil karya Antonio Blanco yang dipajang. Pasangan hidup Ni Rondji ini memang tidak dapat dipisahkan dari wanita, mengingat bagaimana ia sangat memuja dan mengagungkan kaum hawa. Bahkan, sang istri yang namanya dijadikan sebagai nama restoran di kawasan museum ini pun juga pernah menjadi model lukisannya. 

Setelah puas menikmati lukisan, kalian bisa menikmati waktu di restoran Ni Rondji yang terletak di bagian lebih atas. Di sini, kalian bisa menikmati pemandangan hijau Ubud yang asri dan mengesankan. Selain menyajikan suguhan panorama yang apik, menu yang tersedia di restoran ini juga tak akan mengecewakan.

Museum Neka

Seorang guru penggemar seni bernama Suteja Neka mendirikan museum yang dibuka pada 1982 ini. Masih berada di Campuhan, museum ini menyimpan koleksi ratusan lukisan dan keris. Lukisan yang dipamerkan di sini tidak hanya berasal dari pelukis nusantara, tetapi juga dari pelukis mancanegara.

Museum yang menyimpan dua buah lukisan karya Affandi ini terbagi atas enam bangunan. Penataan koleksinya pun didasarkan pada tema, gaya, dan bahkan penghargaan yang dimiliki oleh seniman pembuatnya. Seperti contoh adalah Paviliun Gusti Nyoman Lempad. Di sini, sebanyak 18 lukisan karya beliau yang menceritakan kisah Mahabharata, cerita rakyat dan masyarakat Bali, serta seri Bayut dipamerkan.

Museum Puri Lukisan

Inilah museum lukisan tertua di Bali. Koleksi yang dipamerkan di museum ini adalah seni lukis dan seni ukir, khususnya ukiran kayu. Untuk menikmati seluruh hasil karya di sini, setidaknya kalian akan membutuhkan dua jam. 

Museum ini didirikan oleh masyarakat Bali bersama dengan Rudolf Bonnet, seorang pelukis asal Belanda. Dengan demikian, lukisan yang ada pun tidak terbatas lukisan karya seniman lokal, namun juga karya dari ekspatriat Eropa. I Gusti Nyoman Lempad juga menjadi bagian dari museum ini. Ia melukis mural yang merupakan replika penggambaran asli persawahan sekitar di bagian luar.

Museum ARMA

ARMA merupakan akronim dari Agung Rai Museum Art. Tempat ini merupakan salah satu dari sepuluh museum terpopuler yang ada di Indonesia. Di ARMA, kalian dapat melihat perkembangan seni dari masa ke masa. Mengapa demikian? Sebab pelukis muda selalu diberi kesempatan untuk memamerkan lukisannya di museum ini. Dengan demikian, masyarakat dapat mengamati perubahan seni melalui lukisan.



Wisata Alam dan Budaya


Sumber gambar : http://wisatabaliutara.com/

Selain tebing dan hamparan sawah yang juga dibuat terasiring, masih ada lagi hal menarik lainnya di Bali. Berbagai wisata alam dan budaya di bawah ini contohnya:

Monkey Forest

Tidak akan lengkap perjalanan kalian ke Ubud jika tidak mengunjungi tempat wisata yang satu ini. Di cagar alam ini, kalian akan menemui banyak monyet berekor panjang. Jangan heran ketika kalian sedang asyik berjalan menikmati teduhnya hutan tiba-tiba didatangi oleh seekor atau bahkan segerombolan monyet. 

Sumber gambar : http://www.bali-indonesia.com/

Desa Adat Penglipuran

Di desa ini, kalian yang tidak pernah tertarik untuk tinggal di desa mungkin akan berubah pikiran. Udaranya sangat bersih dan segar. Tidak ada satu sampah pun yang akan tertangkap penglihatan kalian. Bahkan, untuk sekadar merokok, kalian harus merokok di tempat yang telah disediakan. 

Pun demikian halnya dengan motor dan mobil. kalian tidak akan menemukan mesin beroda yang membelah di jalan, semuanya diletakkan di garasi rumah dengan jalur masuk yang berbeda. Sepanjang jalan, Anda akan disambut dengan keharmonisan penduduk dan sekitar 200 rumah dengan arsitektur khas Bali yang cantik.

Campuhan Ridge Walk

Jangan terburu-buru meninggalkan Ubud. Manfaatkan layanan hotel murah di Bali seperti yang bisa Anda dapatkan di https://www.traveloka.com/hotel/indonesia/region/bali-102746/cheap-hotels-in-bali. Tinggallah sedikit lebih lama dan bayangkan berjalan kaki atau jogging di bukit dengan pemandangan hijau dan suasana sejuk yang tidak terlalu ramai. 

Sumber gambar : http://www.raftingbali.net/

Selain berlari dan berjalan, kalian juga bisa mengayuh sepeda di jogging track ini. Panjang lintasannya hanya sekitar 2 kilometer, tetapi pemandangan ilalang dan hamparan hijau yang mengelilingi membuat kalian tidak akan menyesal datang ke sini. Bukit ini juga diapit oleh dua anak sungai yang semakin mempercantik panorama.

Masih ada banyak yang bisa kalian lakukan dan kunjungi di Ubud seperti Pura Saraswati, Istana Tapaksiring, Gua Gajah, Pasar Seni Ubud, dan lain-lain. Nah, sudah bisa membayangkan betapa sayangnya jika hanya sehari di Ubud, kan? Pastikan kalian memanfaatkan layanan hotel murah di Bali dan segera susun rencana perjalanan ke Ubud yang menyenangkan.


Related Posts

Menyusuri Ubud: Eksotisme Bali Melalui Budaya dan Hijaunya Panorama
4/ 5
Oleh

5 komentar

Kangen ke bali,pernah dikejar anjing

Haduuuhhh...bikin mupeeeng. Jadi kepengen ke Bali.

Wah, menarik-menarik ya tempat yang bisa dikunjungi ke Bali. Terima kasih sudah dishare :) Btw, suka kucing, kan? Ikut nulis di "Guruku Berbulu dan Berekor" part 2, yuk. Kirim cerita menarik dan menginspirasi bersama hewan peliharaan ke namaku_indikecil(@)yahoo(.)com. Royaltinya untuk charity :)

dulu pas ke ubud cuma mampir ke penglipuran mbaa.. huhuhu

Jadi pengin ke Ubud lagi. Dulu pernah ke Ubud tapi cuma makan bebek bengil aja sebentar, habis itu balik lagi ke Kuta.

Yuk berkomentar :)