Cerita Saya Menyambut Bulan Ramadhan

Wah... sebentar lagi sudah memasuki Bulan Ramadhan, nggak terasa setahun sudah berlalu. Padahal rasanya baru kemarin menjalan puasa sebulan penuh dan sekarang akan menjalankannya kembali. Bahagia pastinya, sebagai muslim saya bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah wajib di bulan Ramadhan ini. Setelah menjalankan ibadah puasa maka semua muslim akan merayakan yang dinamakan hari kemenangan yaitu, Hari Raya Idul Fitri. Hari Raya Idul Fitri sangat dinanti oleh semua muslim didunia karena hari kemenangan umat Islam setelah berpuasa sebulan penuh lamanya.



Yang saya suka pada bulan Ramadhan adalah setiap malam selama bulan Ramadhan, malam tidak sepi. Lantunan ayat-ayat Al-Qur'an dibaca oleh beberapa orang yang memang menyukainya. Tadarus namanya, setiap orang akan bergantian membaca. Ketika yang satu membaca yang lain akan menyimak. Jika salah bacaannya akan dibenarkan oleh yang lain. Mereka saling belajar dan memperbanyak amalan ibadah selama bulan Ramadhan. Memperbanyak amalan seperti mengaji, sholat wajib tepat waktu dan tidak lupa sholat shunnahnya. Selain itu amalan lain seperti sedekah pada mereka yang kurang mampu. Tidak hanya uang yang bisa disedekahkan tapi makanan ataupun barang lain yang layak juga bisa diberikan pada mereka yang membutuhkan.



Selain itu, di bulan Ramadhan yang saya suka adalah berburu makanan. Mulai dari harga dua ribu rupiah bisa saya beli. Seperti botok tahu tempe dengan daun kemangi. Saya tidak perlu repot-repot memasak karena sudah ada makanan buka puasa yang siap saya beli. Ibu-ibu PKK biasanya yang menjualnya di pinggiran jalan. Mereka menjualnya di pinggiran jalan agar para pengendara lainnya tertarik untuk membeli makanannya.
Saya masih ingat, saat saya masih pulang kantor dulu. Saat bulan Ramadhan selalu saya beli makanan yang dijual dipinggir jalan. Sampai rumah sudah pasti saya tidak memasak dan pastinya saya kecapekan. Jadi sebenarnya ibu-ibu yang menjual makanan buka puasa di saat Ramadhan itu sangat membantu para pekerja kantor yang tidak sempat memasak.

Yang menjadi tantangan sendiri di Bulan Ramadhan adalah saat siang hari dan melihat iklan minuman segar. Terbayang rasanya es teh yang menjadi primadona saya setiap kali memesan makanan. Rasanya kurang komplit jika makan tidak ada es teh, apalagi yang dimakan seperti bakso dengan level pedasnya. Namanya juga orang puasa pasti banyak sekali godaannya.



Tantangan lainnya adalah harga-harga pada naik, khusunya harga bahan masakan seperti cabe merah, bawang merah, bawang putih, telor, daging ayam, daging sapi, sayur mayur lainnya. Sudah biasa harga bahan makanan pokok seperti ini naik setiap moment-moment tertentum khususnya bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Biasanya saya selalu membeli barang-barang itu sebelum harga tambah naik, yah walaupun sebenarnya sudah naik tapi naiknya tidak ekstrim. Yang saya beli itu yang awet-awet, seperti beras, bawang putih, bawang merah. Kalau cabe dan telor biasanya saya beli seperlunya saja. 

Tak lepas dari harga naik dan terus akan naik, saya merindukan sekali suasana Ramadhan. Saya akan mudik ke kampung halaman dan bisa bertemu dengan keluarga besar. Yang saya rindukan di bulan Ramadhan sudah saya tulis sebelumnya disini.

FYI, Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dirindukan setiap muslim yang beriman dan bertaqwa. Mereka menyambut datangnya bulan ini dengan bahagia, dipertemukan kembali dengan bulan yang penuh ampunan. Setelah itu mereka akan mendapatkan hari kemenangan yaitu hari lebaran.

Untuk persiapan menyambut lebaran selain hati yang suci bersih dan saling maaf memafkan pun saya butuh baju baru. Sepertinya memang sudah menjadi tradisi bagi saya dan keluarga saya. Maklumlah saya hanya membeli baju setahun sekali. Banyak sekali pakaian wanita yang bisa saya pilih di salah satu e-commerce terbesar ini. Selain fashion untuk saya, saya juga harus membelikan untuk suami saya. Saya dan suami harus kompak, kalau saya beli pasti suami juga harus beli baju baru. Hahaha...



Beli pakaian pria terbaru juga nggak perlu bingung, karena di e-commerce yang menjadi e-commerce favorit saya ini harganya sangat bersaing pun modelnya sangat banyak. Pastinya suami saya bakalan suka dan pastinya juga bingung mau pilih yang mana karena semuanya bagus-bagus. Barang bagus dengan harga yang bersaing, siapa sih yang nggak tergiur buat belanja. Belanja online memang menjadi pilihan kami karena nggak ribet harus buang-buang waktu dijalanan. Tinggal klak klik klak klik cari model yang sesuai beres. Ya begitulah keuntungan dari belanja online.

Begitulah cerita saya menyambut bulan Ramadhan. Semoga saya dan keluarga serta seluruh umat muslim masih diberikan kesehatan dan umur panjang agar bisa menyambut bulan Ramadhan tahun-tahun berikutnya.



2 comments:

  1. Cepet banget Ramadhan mau datang lagi. Dirumah nggak ada persiapan yg berarti. Biasa saja separti hari2 lain, cuma digeser jam makan saja.

    ReplyDelete
  2. Belanja online kadang sering membuatku keasyikan klak klik eh tahu-tahu tabugan limited. :)

    ReplyDelete

Yuk berkomentar :)