Hasil Nyata Dari Pengalaman Menabung Saya

Menabung di mulai nominal terkecil dan hal terkecil karena lama-lama kau akan merasakan manfaat terbesarnya.

Menabung adalah kegiatan menyisihkan pendapatan /uang saku kita dengan jumlah tergantung kemampuan kita, dan sewaktu-waktu dapat diambil dalam keadaan mendesak. 
Terlepas dari cerita Mak Komi yang berhasil naik haji dengan uang tabungannya selama 30 tahun lamanya, dan mbah Legi dengan gubuk reyotnya yang ternyata bisa mengumpulkan uang koin sampai 14,5 juta kini saya mempunyai versi cerita berbeda dari Mak Komi dan mbah Legi.


DARI KECIL SAYA SUDAH DIBIASAKAN IBU UNTUK MENABUNG


Saya menabung itu sejak dari kecil, ibu saya selalu membiasakan saya untuk menyisihkan uang saku saya. Tak terasa memang setelah satu tahun uang tabungan yang saya peroleh dari hasil menyisihkan uang saku itu bisa saya gunakan untuk membeli tas, sepatu, dan baju baru tanpa minta pada ibu. 

Dari situ saya tahu mengapa ibu selalu membiasakan saya menabung dengan cara menyisihkan uang saku, karena disaat mendesak dan butuh uang pada waktu itu juga bisa menggunakan uang yang telah di tabung. Waktu itu tak mungkin ibu bisa membelikan tas, sepatu, dan baju baru secara bersamaan. Tapi karena ada uang yang telah saya tabung dalam waktu setahun ibu bisa membelikan saya semuanya walau ibu hanya menambah kekurangan uang yang tak banyak itu.

Cerita selanjutnya tentang menabung adalah saat saya akan melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Uang masuk perguruan tinggi memang fantastis mahalnya, tidak dibayangkan jika saya tidak menabung. Pasti ibu saya akan hutang kesana kemari untuk mencari pinjaman uang agar saya bisa masuk ke perguruan tinggi. Untungnya saat saya masih kelas 1 SMA saya sudah mulai menabung walau dengan ritme yang tak jelas karena banyaknya pengeluaran yang dibutuhkan untuk membeli buku sekolah.

Tapi sebisa mungkin saya usahakan menabung pada waktu itu. Saya rela bawa bekal dari rumah agar saya tidak banyak jajan di sekolah. Uang tabungan selama 3 tahun itu akhirnya membantu saya membayar uang masuk ke perguruan tinggi. Ibu saya hanya membayar sedikit kekurangannya tanpa perlu hutang sana-sini.


SELAMETAN NIKAH DARI UANG HASIL MENABUNG

Setelah lulus dari perguruan tinggi dan diterima kerja di salah satu perusahaan kebiasaan menabung itu berlanjut. Sejak saya diterima kerja saya lepas dari tanggungan ibu. Saya ingin mandiri karena sudah mendapatkan gaji tiap bulannya. Saya ingin melanjutkan kebiasaan baik saya ini setelah bekerja, yaitu menyisihkan pendapatan saya.

Alhamdulillah selama bekerja selama 1 tahun akhirnya saya memutuskan menikah. Dengan dana tabungan yang saya miliki saya bisa "selametan pernikahan sederhana" walau hanya mengundang teman-teman kantor saya dan teman-teman kantor suami. Menggunakan dana tabungan sendiri tanpa meminta bantuan dan meminjam uang pada keluarga. Sungguh hal ini menjadi kepuasan tersendiri bagi saya dan suami.


BAYAR DP RUMAH DARI UANG HASIL MENABUNG


Cerita setelah menikah itu nano-nano, apalagi saat berdiskusi ingin memiliki hunian sendiri tanpa harus cari kontrakan rumah tiap tahun. Saat itu kami memutuskan untuk membeli rumah yang mana DP rumah pada waktu itu adalah 30% dari harga total rumah yang dijual. Kami tidak kebingungan lagi karena masing-masing dari kami sudah memiliki simpanan. Uang simpanan kami sama-sama kami kumpulkan mejadi satu untuk membayar DP rumah yang nantinya akan menjadi tempat tinggal kami.

Seperti inilah rumah kami, berkah terindah dari hasil menabung untuk membayar DP nya. Alhamdulillah... kami bahagia sekali satu persatu mimpi terwujud dari hasil menabung dan inipun tak luput dari kehendak Allah mengizinkan kami memiliki tempat tinggal.


Lantas... apakah saya berhenti menabung setelah semuanya tercapai. Oh... tentu tidak. Saya dan suami sama-sama menabung lagi, pendapatan saya dan suami saya jadikan satu dan menyisihkan uang tersebut setelah dibagi sana-sini untuk jatah rutin pengeluaran bulanan.
Selain menabung sedekah tak boleh ketinggalan. Berbagi rezeki kepada sesama jauh lebih penting dibandingkan saya hanya memikirkan diri saya sendiri.
Saya pernah membaca suatu artikel, yang mana jika uang yang kita miliki ingin selalu menjadi harta yang berkah maka jangan lupa untuk bersedekah dan berbagi kesesama yang membutuhkan. Karena yakinlah, Allah akan selalu menjaga harta kita.



MODAL USAHA DARI UANG HASIL MENABUNG

Ini sih ceritanya begini, sebelum saya melahirkan saya memang bekerja. Jika gajian tiba saya selalu menyisihkan beberapa pesen uang itu untuk ditabung. Tidak hanya uang saya, uang suami yang juga masuk ke rekening saya pun harus saya kelola sebijak mungkin. 


Dari uang yang terkumpul setelah kami berumah tangga akhirnya kami bisa membuka usaha sendiri setelah saya memutuskan resign dari kantor tempat saya bekerja. Saat itu pilihan resign menjadi pilihan terbaik bagi saya karena saya ingin mengurus anak saya dan ingin mandiri dengan cara membuka usaha sendiri. Toko kecil walaupun nyempil alhamdulillah terealisasi dengan hasil uang tabungan sebagai modal usaha tanpa harus bingung cari pinjaman sana sini.


Toko pakaian anak-anak milik saya, yang mana semua modal usahanya dari hasil uang tabungan saya dan suami saat kami masih bekerja menjadi karyawan kantoran. Toko ini menjadi tempat saya bekerja sehari-hari sambil menemani anak saya. Mungkin bagi saya ini menjadi pilihan terbaik karena usaha ini alhamdulillah lancar dan saya masih bisa tetap menabung untuk mimpi saya selanjutnya yang sedikit-sedikit akan saya realisasikan.

MENGAJARI SI KECIL MENABUNG SEJAK DINI


Dulu ibu saya mengajari saya untuk menabung, kini saatnya saya menularkan ilmu menabung pada anak saya. Anak saya yang masih kecil ini sudah saya biasakan menabung sejak umur 1 tahun. Dengan celengan ukuran mininya dia akan memasukkan uang koin yang dia lihat atau dia akan meminta uang koin pada ayahnya jika ayahnya pulang kerja. Uang koin sebanyak 500 rupiah akan masuk ke celengan mininya setiap hari.


Alhamdulillah... menjelang Idul Adha seperti sekarang ini uang tersebut bisa terkumpul banyak dari celengan si kecil. Mungkin melebihi ekspektasi kami sebelumnya. Pastinya uang tabungan itu untuk membeli kambing qurban dan sisanya untuk ditabung kembali.


MENABUNG ITU HARUS SANTAI TAPI BUTUH KOMITMEN

Menabung menurut saya itu harus santai, jadi selagi saya bisa pasti saya akan memasukkan sisa uang belanjaan saya ke celengan. Biasanya bagian yang memasukkan uang adalah anak saya. Misal sisa uang belanjaan tidak ada, ya tidak perlu menabung. Jadi, selagi saya bisa saya pastikan saya menabung. 


Menabung itu harus punya komitmen tinggi juga loh, jangan kejar gaya hidup yang sekiranya tak bisa dijamah oleh kita. Belajarlah mengendalikan nafsu, karena kita hanya haus sesaat dan nantinya akan datang rasa bosan. Menabunglah untuk cita-cita yang mulia dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain.



MENABUNGLAH DI TEMPAT YANG AMAN

Jika saya mengajarkan anak saya menabung di celengan mungkin karena uang yang ditabung jumlahnya kecil. 500 rupiah setiap hari kadang juga tak tentu nominalnya. Tapi jika uang yang akan di tabung cukup besar biasanya saya tabung di bank. Jangan asal bank yang menjadi pilihan kita untuk menabung. Carilah bank yang sudah ikut program penjaminan. Jadi jika sewaktu-waktu bank itu bangkrut kita tidak khawatir dengan simpanan yang sudah masuk ke bank tersebut.
Program penjaminan tersebut adalah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang saya tahu semua bank di Indonesia sudah ikut program penjaminan ini. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hadir menjamin simpanan baik bank konvensional maupun syariah termasuk BPR/BPR Syariah. 
LPS adalah lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (UU LPS) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009. LPS berfungsi menjamin simpanan nasabah bank dan turut aktif dalam menjaga stabilitas sistem perbankan sesuai kewenangannya.
Sumber gambar : Twitter @lps_idic

Nah... kalau sudah ada tempat yang aman untuk menabung mengapa kita tidak mulai dari sekarang. Manfaat menabung sudah saya rasakan sendiri. Pengalaman saya yang saya ceritakan semoga bisa meberikan manfaat kepada kalian semua. 3 hal yang perlu dilakukan dalam hidup ini antara lain : menabung, sedekah, dan kerja keras. Ketiganya saling berkorelasi satu sama lain agar bisa mencapai tujuan bersama.
Sumber gambar : Twitter @lps_idic

Salam,
Dwi Puspita

No comments:

Post a Comment

Yuk berkomentar :)