Wednesday, August 31, 2016

Buku Paket Pelajaran Yang Turun Temurun

Tentang Buku Paket Pelajaran Tahun 90-an

Tentang Buku Paket Tahun 90an, bukuku zaman SD dulu. Masuk SD dan duduk dikelas 1, dan pastinya kalian sudah bisa menebak umurku. Sebelumnya terima kasih banyak buat yang mendokumentasikan buku-buku ini. Gambar ini aku ambil dari berbagai sumber, dari kompasiana, pinterest, dan blog keepo. Jujur, alangkah senangnya melihat buku paket ini. Buku paket yang bukan sembarang buku paket. Buku paket ini telah turun temurun entah sampai berapa generasi. Buku paket ini merupakan buku paket di era 90an. Buku yang sangat berharga karena bisa diturunkan pada adik-adik kelas selanjutnya, selanjutnya, selanjutnya dan entah berakhir sampai dimana.

Aku merupakan salah satu (mantan) murid SD yang menggunakan buku paket ini. Buku paket peninggalan kakak kelasku. Buku paket yang disediakan oleh sekolah dan bisa dipinjam dan dibawa pulang oleh para murid pada ajaran baru hingga satu tahun kedepan. Nantinya, buku-buku paket ini akan dikembalikan lagi ke perpustakaan sekolah setelah para murid telah melaksanakan ujian akhir sekolah dan menerima rapor. Sebelum libur panjang (libur sekolah) buku ini harus kembali, biasanya ketua kelas dan wakil ketua kelas serta wali kelas yang mengkoordinir untuk kelengkapan buku paket yang dipinjam oleh siswa.



Biasanya buku paket yang nantinya dipinjam dari perpustakaan sekolah harus disampul, sampul kertas cokelat dan luarnya masih disampul plastik. Manfaatnya agar buku terlihat rapi, bersih, dan tidak cepat rusak. Selama 1 tahun dipinjam, dibawa pulang ke rumah, dibawa kesekolah, mengerjakan PR, membaca berbagai bacaan oleh para siswa. Senang sekali rasanya memiliki buku paket tersebut.


Banyak manfaat yang didapatkan dari buku paket yang tak kunjung berubah itu.

  1. Aku tidak perlu membeli buku-buku pelajaran. Tinggal pinjam punya sekolah sudah beres, walaupun beli tapi masih bisa digunakan untuk adik kelas selanjutnya, selanjutnya, dan selanjutnya. Iya, buku pelajaran ini memang turun temurun.
  2. Menghemat keuangan ortuku, dengan adanya buku paket yang telah disediakan sekolah secara tidak langsung telah membantu ekonomi keluargaku.
  3. Jika ada soal sulit biasanya aku tanya ke kakak kelasku, kakak kelas kurang lebih sudah tahu dan paham dengan jawaban yang ada di buku paket tersebut.
  4. Pastinya tidak membingungkan siswa dengan materi-materi yang ada.




Kurikukum sekarang dengan zaman aku masih SD dulu berbeda. Berbeda sekali, jauh. Sekarang buku paket pelajaran tersebut tidak bisa lagi turun temurun disebabkan pelajaran pertahunnya tidak sama plek dengan tahun sebelumnya. Zamanku dulu sih tiap tahun pelajarannya dan materinya pek ketiplek, jadi guru enak menjelaskan dan tidak terlalu ngoyo. Ya karena pelajarannya itu-itu saja belum ada kurikulum baru.



Buku Paket Pelajaran Yang Turun Temurun

Aku menyebutnya buku paket pelajaran yang turun temurun karena memang buku paket ini turun dari mulai kakak pertamaku, lanjut ke kakak kedua, ketiga, hingga aku. Dan aku melanjutkannya ke adik sepupuku yang pertama, adik sepupu yang kedua, hingga adik sepupu yang kelima. Mereka pun jika ada pekerjaan rumah tidak terlalu bingung, karena pastinya mereka akan bertanya pada kakak-kakaknya. Spontanpun si kakak menjawab karena memang sudah hafal dengan soal dan jawabannya. Begitulah hingga aku lulus SMP, buku pelajaran dari kakak-kakaku masih bisa aku pakai tanpa harus membeli yang baru. Beranjak SMA mulai ada perubahan, setiap siswa diwajibkan mempunyai buku pegangan sendiri. Dan entah sekarang, seperti apa nasib buku-buku itu. Akankah ada buku paket pelajaran yang turun temurun seperti itu lagi? Agar 4 manfaat dari buku paket yang turun temurun yang telah aku sebutkan diatas bisa juga dirasakan oleh murid-murid zaman sekarang.



Aku akui buku pelajaran zamanku dulu memang memberikan efek positif padaku. Kata-kata yang mudah dicerna dan ceritanya tentang keluarga bahagia. PPKn dalam bab kerukunan antar anggota keluarga memberikan aku semangat sendiri untuk selalu bangun pagi dan membantu ibuku. Hormat pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda. Mengucapkan salam ketika akan keluar dan masuk rumah. Membersihkan rumah pada hari libur dengan anggota keluarga. Semuanya masih terekam dengan baik di memory.


Terima kasih karena telah hadir di zamanku dulu, buku-buku yang memberi banyak ilmu. Banyak kenangan di setiap lembarnya. Jadi kangen dech dengam masa-masa sekolah dulu. Kalian, termasuk generasi 90an? Aku yakin banyak kenangan di buku paket yang kalian miliki. Apapun itu... kita harus bangga 😊 dengan buku legendaris ini.

Tuesday, August 30, 2016

Komik Doraemon dan Seorang Teman

Tentang Doraemon versi Aku




Doraemon merupakan sesosok kucing laki-laki gembul yang berteman dengan Nobita. Doraemon suka sekali dengan dorayaki, berapa banyakpun dorayaki yang ada dihadapannya pasti akan habis. Kartun ini sudah ada sejak aku masih SD, hingga sekarang. Anehnya dalam cerita ini, tokoh Nobita tetap saja masih sekolah SD. Sedangkan aku saja sudah punya anak... hehehe. Salah satu keinginanku adalah ingin memiliki pintu ajaib Doraemon agar aku bisa kemana saja dengan pintu ajaib itu. Ke Jepang tinggal pake pintu ajaib, ke Perancis tinggal buka pintunya. Ah... mimpi kali yeee...
Tapi kartun yang satu ini memang nggak ada matinya, semua generasi bisa menikmatinya. Akankah anakku bisa menikmati kartun ini, kita lihat saja nanti. Apakah Doraemon dan Nobita akan tetap tayang di layar televisi menemani generasi berikutnya.

Tentang teman yang hobi koleksi pernak pernik Doraemon




Nah, ini... sebagai blogger yang selalu mantengin timeline Facebook aku bisa tau salah satu dari temanku yang menyukai tokoh kartun ini. Mengoleksi berbagai pernak pernik Doraemon, mulai dari boneka, sprei, celengan, jam dinding, kipas, mug, sepatu, kipas, bantal, guling, dan mungkin masih ada lagi yang belum aku sebutkan. Gadis cantik, dari Bogor Rani Novariany penggemar setia Doraemon. Dibuktikan dengan koleksi Doraemon yang mungkin sudah segambreng. Koleksi Doraemonnya sebagian dia beli sendiri dan sebagian hadiah dari teman-temannya.


Tuh kan, segambreng koleksi Doraemonnya. Itu sih yang ditunjukin, yang nggak ditunjukin jangan-jangan masih ada. Keren ya, bisa konsisten sayang begitu dengan Doraemon. Aku saja masih belum konsisten dengan Tweetyku.

100 Doraemon Secret Gatgets Expo




Ah... bete banget sebenarnya mengingat event kece ini, 100 Doraemon Secret Gadgets Expo di Grand City Surabaya. Pasalnya aku nggak bisa jalan-jalan untuk melihat Doraemon di salah satu Mall di Surabaya. Padahal inilah yang aku tunggu-tunggu sejak masih SD, bisa bertemu dengan banyak Doraemon. Belum rezeki... iya belum rezekiku.
Waktu itu aku nggak bisa datang ke acara yang menarik ini karena lagi hamil gede. Tanggal 7 Desember 2015 pertama kali dibuka, pas 9 bulan usia kehamilanku. Tinggal nunggu anakku brodjol. Lucu donk kalo aku tetap maksa suamiku buat datang ke event ini. Misal aku sakit perut dan brodjol disitu, mau jadi apa ntar aku. Ah...sudahlah...
Eh... tapi aku salut ama mbak Lianny Hendrawati blogger Jember bisa datang ke acara ini bersama suami dan anak-anaknya. Kompak banget, padahal jarak antara Jember ke Surabaya bisa dibilang sangat jauh. Salut banget ama mbak Lianny pokoknya.


Sampai bulan Februari 2016 pun, masih belum boleh kemana-mana oleh suami. Disuruh dirumah aja, nunggu si baby yang masih berumur 2 bulan. Nggak cocok buat anak bayi kata suamiku, ntar kalo anaknya udah gede. Oke catet. Awas ya... ntar aku pasti nagih. Hehehe...


Komik Doraemon dan Seorang Teman



Komik ini aku dapatkan setelah mengikuti Giveaway dan aku menjadi salah satu pemenangnya. Yang ngadain teman sendiri, teman dunia maya pastinya. Kami  juga pernah kopdar loh, saat Artha ke Surabaya. Iya, dia Artha Amalia. Kami saling kenal karena sama-sama ngeblog dan silaturahimpun berlanjut dengan saling berkirim pesan.


Komik Doraemon yang tertata rapi di rak bukuku, kadang mengingatkanku pada sesosok blogger Pasuruan yang kini sudah, entah kemana. Aku kangen kamu Tha, aku kangen tulisanmu randommu. Kapan ke Surabaya lagi? Apa aku harus main-main kerumahmu ke Pasuruan? Kangen nguter lagi nih...

Monday, August 29, 2016

Lagu Anak, kok menghilang?

Diobok-obok airnya diobok-obok,
Ada ikannya kecil-kecil pada mabok.
Disemprot-semprot airnya disemprot-semprot,
Kena mukaku aku jadi mandi lagi.
Dingin dingin, dimandiin... nanti masuk angin



Sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan Joshua Suherman yang berjudul Air. Lagu anak-anak ini sering sekali aku nyanyikan setiap kali ibu menyuruhku mandi. Lagu yang sempat ngehitz di eranya dan berhasil membuat anak-anak pada waktu itu menyanyikan lagu tersebut. Sekarang si penyanyi sudah bertransformasi menjadi penyanyi remaja, namun karyanya masih tetap diingat oleh para penikmat lagu itu dimasa dulu, termasuk aku.

Aku yang terlahir di zaman yang lagu anak-anak masih sangat populer mengaku sangat bangga. Memahami setiap lirik lagunya seperti sedang bercerita. Di masaku lagu anak-anak sangat populer dan selalu diputar di stasiun televisi. Mau tidak mau aku selalu mendengarkan dan menyanyikan lagu itu saat ibu menyuapiku makanan agar aku mau makan. Ketika ada tukang bakso lewat didepan rumah ibu mengajakku menyanyikan lagu abang tukang bakso. Ketika kakekku sedang mengembala kambingnya pun aku disuruh menyanyikan lagu anak gembala.




Dan... kemanakah nasib lagu anak-anak di masa sekarang, apakah lagu untuk anak-anak sudah menghilang?
Tentunya lagu anak-anak dizaman sekarang tetap ada, namun tidak disiarkan di stasiun televisi. Yach walaupun disiarkan tidak seperti zamanku dulu. Yang memang khusus ada setiap hari dan kadang bisa setiap waktu aku bisa menonton dan menyanyikannya. Memang sangat disayangkan, lagu anak-anak kini semakin minim. Anak-anak zaman sekarang cenderung menyanyikan lagu orang dewasa yang belum pas untuk mereka.

Sebagai seorang ibu yang memiliki anak berumur 8 bulan, aku tidak mau anakku menyanyikan lagu yang bukan lagu untuk seumurannya. Memang ada beberapa orang tua yang membatasi anaknya menonton televisi disebabkan siaran televisi sekarang lebih bebas dari yang dulu. Oleh sebab itu kontrol orang tua sangat perlu, menemani sang anak menonton acara televisi yang cocok dan mengarahkannya untuk menonton acara televisi yang lain jika tontonan tersebut kurang pantas.

Lagu anak-anak masih bisa aku nikmati, yaitu dengan membeli kaset DVD yang dijual di toko kaset. Ini aku lakukan agar anakku tetap bisa menikmati lagu anak-anak yang bahasanya mudah dimengerti si anak. Selain lagu anak, aku juga membelikan kaset DVD nyanyian Islami, seperti Rukun Islam dan Rukun Iman yang dilagukan. Anak-anak biasanya mudah menghapal jika dilagukan, untuk itu aku ingin mencobanya.

Sekarang zamannya mudah, tinggal mencari di internet. Salah satu lagu Islami untuk anak-anak yang aku ambil sumbernya dari Pinterest seperti ini.


Setidaknya lagu-lagu Islami yang aku nyanyikan kepada anakku bisa dia hafal dengan baik. Memberikan bekal ilmu agama sedini mungkin pada anak-anak. Lagu anak Islami akan memberikan bekal positif pada mereka daripada lagu-lagu yang populer di zaman sekarang. Tidak pantas sekali jika lagu orang dewasa dinyanyikan untuk anak-anak. Semoga para orang tua bijak dalam menyikapi ini semua.






Salah satu cara menyelamatkan hak anak-anak untuk mendapatkan lagu-lagu yang berkualitas adalah mempopulerkan kembali lagu anak-anak tersebut kepada anak-anak kita. Caranya yaitu dengan menyanyikan lagu-lagu tersebut pada mereka. Para Ayah dan Bundapun pastinya dituntut menemani dan ikut bernyanyi. Kini lagu-lagu di era Ayah Bunda bisa populer lagi di era anak-anak kita. Mari kita berikan yang terbaik untuk mereka, karena lagu-lagu tersebut juga bisa merangsang perkembangan otaknya.

Mari populerkan lagu anak-anak yang bisa memberikan energi positif pada anak-anak kita.

Kuliner Surabaya - Nge Lumbung di Lumbung Resto G Walk Surabaya

Nge lumbung di Lumbung Resto itu enak banget. Nggak usah jauh-jauh ke Bali buat cari suasana bak Pulau Dewata. Di Surabaya ada loh, nggak jauh dari rumahku. Yah mungkin 15 menit kalau nggak kena lampu merah, macet, dan melaju dengan kecepatan 60 km/jam dari rumah. Lumbung Resto G Walk cocok buat ngisi perut kalau aku lagi nggak masak. Pilihan menunya banyak. Ada menu yang di bakar, ada ice cream, ada sayur-sayuran, ada kopi, lengkap dah pokoknya.




Bisa dihitung dengan jari sih aku mampir ke Lumbung Resto. 2 kali aku nongki syantik disini. Yang pertama nongki syantik dengan teman-teman suamiku dan yang kedua nongki syantik dengan teman-temanku. Adil bukan... hehehe
Memilih tempat ini, karena memang asyik buat bersantai sambil makan-makan. Asrinya tanaman yang ada di tempat ini bikin adem ke mata. Selain itu yang hobi narsis bisa juga narsis dan memilih spot-spot keren yang ada di Lumbung Resto ini.




Parkiran buat mobil sih sepertinya cukup untuk 4-5 mobil. Asalkan parkirannya mepet-mepet dengan mobil satu dengan mobil lainnya. Kalo nggak kebagian parkir kendaraan, biasanya diarahkan parkir di pinggir jalan. G Walk terkenal dengan pusat kuliner yang ada di Surabaya Barat tepatnya di perumahan elite Citraland. Siapa sih yang nggak kenal dengan Citraland...
Di G Walk banyak pilihan makanan, mulai dari makanan luar dan dalam negeri. Dari harga standart sampai harga yang bikin geleng-geleng. Ada makanan halal dan non halal semuanya tersaji di kuliner G Walk.




Pilih tempat duduk yang kalian suka kalo kesini. Boleh pilih di luar (smoking area) boleh juga pilih yang di dalam (no smoking area). So pasti yang luar buat mereka yang ngerokok, yang di dalam yang pengen ngadem. Kalau bawa bayi mendingan pilih yang duduk syantik di dalam, biar bayinya adem, bobo, dan nggak rewel.


Yang didalam ada 2 lantai, lantai bawah dan lantai atas. Tempat duduknya tinggal milih, pengen duduk di kursi atau yang lesehan. Pokoknya mau-mau kita yang penting kita enjoy.




Kalau malam hari sepertinya lebih enak duduk di luar. Ini nih penampakan tempat duduk yang di luar. Asyik kan... asalkan nggak hujan sih asyik-asyik saja. Enak buat ngedate ama pasangan tercinta. Kapan-kapan ah, pengen duduk syantik disini bareng suami tercinta 😊 Semilir angin malamnya enak, kencan syantik ama suami boleh donk.




Duduk syantik diluar sambil memandangi ikan-ikan yang sedang asyik berenang. Sesekali si ikan berenang di permukaan, wira-wiri dihadapan kita.


Baca juga : Rasa Inti Laut Asmarani Bandung di G Walk





Yang pengen maem di gazebo juga boleh. Ada 2 gazebo yang bisa kita pilih. Yang pengen tiduran syantik disini juga boleh, asalkan tidak malu saja. Tapi, hati-hati ya kalau mau ke gazebo ini. Pasalnya hanya ada jalan setapak dan kalau nggak hati-hati bisa kecemplung kita :D








Mau main? Silahkan... di Lumbung Resto G Walk menyediakan permainan seperti ini.


Baca juga : Mampir Sebentar ke Dapur Dewi Kahyangan


Baca juga : Terang Bulan Volcano di G Walk





Salah satu menu pembuka di Lumbung Resto G Walk, always gorengan. Hmmm... gorengan. Ingat berat badan ya, atau yang lagi diet, kekepin semua hasrat nyomal nyamilnya 😆



Beberapa etalase yang terdapat souvenir bantal owl Lumbung Resto dan beberapa camilan seperti keripik pedas Matoh. Makan dan minum minimal menghabiskan duit 1 juta di tempat ini bakalan dapat bantal owl Lumbung Resto secara cuma-cuma loh.






Penampakan Lumbung Resto G Walk dari luar. Ada 2 lantai, silahkan pilih yempat duduk yang kamu suka asalkan tempat duduk itu belum di booking 😊





Ini banana split yang menjadi favorit aku. Ice cream ku suka. Jadi jangan heran jika badanku seperti tanjidor. Hasrat kuliner dan nyomal nyamil masih belum hilang, dan sudah menjadi gaya hidupku. Hehehe...
Cukup dengan 25ribu saja kita bisa menikmati Banana Split.




Hmmm, itu dulu ceritaku kulineran di Lumbung Resto G Walk. Lumbung Resto banyak cabangnya tapi aku nggak hafal. Ntar cari aja di internet ya. Aku hanya cuap-cuap Lumbung Resto yang ada di G Walk aja. Gambar yang aku poto di bawah ini adalah salah satu menu yang ada di Lumbung Resto.





Sunday, August 28, 2016

Wisata Perahu Kali Mas di Taman Prestasi Surabaya

Mungkin sebagian warga Kota Surabaya sudah banyak mengetahui tentang Taman Prestasi ini, mungkin juga ada yang belum mengetahuinya. Taman yang menjadi tempat bersantai dan berkumpulnya warga Surabaya di akhir pekan ini memang sangat recomended untuk para keluarga. Di taman ini terdapat Monumen Pesawat Bomber B - 26 Intruder yang diresmikan walikota Surabaya waktu itu, yaitu Bapak Bambang Dwi Hartono di Surabaya pada tanggal 19 Juli 2006. Wow... sudah 10 tahun rupanya 😲



Taman yang bisa dijadikan tempat narsis berfoto tentunya. Selain itu kita bisa melihat Kali Mas yang semakin bersih, tak ada satupun sampah yang terapung di kali tersebut. Kali Mas juga digunakan sebagai tempat untuk anak-anak yang ingin berlatih olahraga dayung. Anak kecilnya ada yang ikut juga, yah mungkin SD kelas 3. Salut ama mereka yang mencintai olahraga air ini.

Baca juga : Taman Ekspresi tempat nyaman untuk membuang penat






Tempatnya memang asyik, banyak pepohonan jadi nggak salah lagi jika tempat ini sejuk. Rindangnya berbagai pepohonan ditempat ini bikin betah siapa saja yang lagi liburan dintempat ini. Banyak anak sekolah yang sedang latihan dayung, ada juga yang sekedar lari-lari kecil ditempat ini. Ada juga yang hanya duduk-duduk sambil makan pentol, ada juga yang sedang berdiskusi masalah kerjaan. Nano-nano banget aktifitas ditempat ini 😊

Baca juga : Menikmati Car Free Day di Taman Bungkul






Tak melewatkan icon keren ini, si kecil aku ajak berfoto. Bernarsis ria di miniatur pesawat tempur sambil mencari posisi yang pas buat di foto. Secara bergantian aku dan suamiku mengambil alih menggendong si kecil. Maklum si kecil kan belum bisa jalan, jadi kemana-mana harus digendong.


Baca juga : Siang Hari di Taman Bungkul


Banyak sekali pilihan tempat bermain di taman ini. Mulai dari pelosotan yang berbentuk gurita, jungkat-jungkit, ayunan, dan masih banyak mainan lainnya yang aku tidak tahu namanya.





Di taman ini juga terdapat food court yang bisa kita nikmati segala jenis makanannya sambil melihat ke sisi Kali Mas. Di pinggir jalanpun banyak para penjual makanan dan minuman. Di food court banyak sekali pilihan makanan dan minuman yang dijual. Mulai dari rujak cingur, tempe penyet, soto ayam, bakso, gado-gado, rawon, dan masih banyak lainnya. Minumannya pun beraneka ragam, mulai dari kopi, teh, jeruk anget, jus buah, soda gembira, dan minuman lainnya.


Baca juga : Jalan-Jalan Murah Meriah di Kota Surabaya






Pengalaman saat bertamasya di taman Prestasi dan membeli nasi rawon, kuah rawonnya terlalu asin. Mungkin terlalu lama atau terlalu sering dipanasi. Hehehe...selain itu kerupuknya juga mlempem... duh piye jal kalo seperti ini. Bakso granatnya lumayan enak walau hanya pentol ukuran besar yang dibelah banyak. Ituloh mirip bakso kembang...




Baca juga : Kuliner AJIB di Surabaya



Disini juga ada wisata perahu menyusuri Kali Mas. Biaya perorang dikenakan 4ribu rupiah. Untuk anak dibawah 2 tahun nggak usah bayar. Jam operasionalnya sore hari atau setelah maghrib, so kalau mau wisata perahu di Kali Mas datang saja saat sore hari habis sholat Ashar. Sholat Maghribnya di Musholla disamping food court. Walau Mushollanya kecil tapi syukur-syukur ada tempat ibadah, dari pada tidak ada. Namun alangkah baiknnya jika Musholla di taman ini lebih diperindah lagi. Insyaallah bikin betah 😊





Setelah membeli tiket perahu di loket dan mengantri untuk naik ke atas perahu akhirnya aku bisa merasakan pengalaman menaiki perahu menyusuri Kali Mas di malam hari. Perahu motor yang kami naiki berisi 12 penumpang dan 1 sopir. Jangan melebihi kapasitas, takutnya perahu oleng dan byurrr...





Indah sekali lampu-lampu yang bergelantungan di sepanjang Kali Mas. Lampion, payung, dan beraneka macam bentuk lampu yang bikin mata terus memandangnya. Si kecil yang aku pangku tampak sekali menikmati naik perahu motor ini, sedangkan suamiku yang pas berada didepanku lagi sibuk memotret dan memvideo.

Sampai di Taman Ekspresi, perahu kembali lagi ke tempat semula (Taman Prestasi). Mungkin sekitar 10 menitan kami mengarungi Kali Mas dengan perahu motor. Indah sekali Kota Surabaya di malam hari. Kalian tertaik juga wisata perahu ini? Datang saja ke Taman Prestasi 😊
 
Masuknya gratis, hanya saja dikenakan ongkos parkir. Mobil 3 ribu, sepeda motor 2 ribu. Selamat berakhir pekan kawan 😊

Saturday, August 27, 2016

Tentang Bali, Pulau Penuh Cinta

"Hah? ke Bali lagi, nggak bosan apa ke sana terus?
Padahal kemarin udah kesana, ngapain kesana lagi?"

Cerita ini, merupakan cerita perjalananku bersama teman-teman kantor pada tahun 2012. Namun, pada tahun ini (tahun 2016) aku mendapatkan kesempatan pergi ke Bali lagi bersama teman-teman blogger serta anak dan suami ikut serta dalam travelling ini. Ceritanya masih belum tayang, entar aja 😊

Terlintas dipikiranku adalah Pulau Bali, nggak tau mengapa aku suka sekali dengan pulau ini...yach walaupun aku bukan berasal dari Pulau ini. Pulau Bali merupakan salah satu pulau yang ada di Indonesia dan sangat terkenal di mata dunia. Para wisatawan mengakui bahwa Pulau Bali ini wajib dikunjungi jika mereka melancong ke Indonesia. Tidak hanya wisatawan luar negeri, wisatawan dalam negeri pun wajib datang dan mengunjungi tempat ini.

Salah satu budaya keagamaan yang masih ada dan kental adalah perayaan hari raya orang Bali, seperti Hari Raya Galungan yang selalu diadakan setiap 210 hari sekali dan setelah 10 hari setelah perayaan Galungan akan ada acara perayaan Kuningan. Tahun kemarin saat aku berwisata ke Bali tepat Hari Raya Galungan sehingga aku bisa melihat saat mereka berangkat ke Pura secara beramai-ramai.

Banyak sekali tempat wisata yang ada di Pulau Bali, salah satunya yang berhasil aku kunjungi adalah Uluwatu. Dengan keindahan alam yang memukau mata dan dengan tebing-tebing yang indah kita bisa menyaksikan keindahan dan luasnya Samudera Hindia yang ada didepan mata. Dan kali ini aku ingin mengunjungi lagi bersama teman-teman, aku menyaksikan banyaknya monyet liar yang dibiarkan bebas berjalan-jalan didepan mata. Memberi makan monyet dan melihat tingkah laku mereka serta mencari informasi asal muasal monyet liar itu dari mana.

Eits...berhati-hatilah dengan barang bawaan kita ketika melewati atau memberi makan monyet-monyet tersebut karena mereka akan mengambil barang kita dan tidak akan kembali. Selain itu melihat bangunan pura yang ada di atas tebing dimana biasanya orang yang beragama Hindu melakukan peribadatan di salah satu pura tersebut. Setiap bangunan pura ada namanya nah dari situ nantinya kita bisa tau nama dan fungsi dari bangunan pura itu dan mencermati setiap bentuk arsitekturnya.

Uluwatu (Dokumen Pribadi)


Uluwatu (Dokumen Pribadi)

Waktu bersama teman kantor, perginya menggunakan bis pariwisata. Berangkat sore dari Surabaya sampai Denpasar keesokan harinya, sekitar pukul 8 pagi.

Baca juga : Pengalaman Parkir Inap di Bandara Juanda

Pergi ke Pulau Balinya tahun 2016 ini, kami naik pesawat. Dari Bandara Juanda Surabaya paling butuh waktu 50 menit untuk sampai ke Denpasar (Bandara Ngurah Rai). Inipun karena aku perginya bareng anakku yang usianya belum genap 8 bulan. Coba masih belum ada anak, mungkin kami memilih perjalanan darat, lebih murah cint. Yah, walaupun waktunya lebih lama perjalanan darat jika dibandingkan perjalanan udara setidaknya kami masih bisa menikmati Selat Bali.

Baca juga : Ketapang Gilimanuk

Kalau punya saudara atau sahabat di Pulau Bali mah enak bisa nginap dirumahnya, lah begimana dengan kita yang nggak punya sahabat maupun saudara disana? Mau nggak mau harus cari hotel juga kan buat nginap. Untungnya di kami mendapatkan penginapan cozy di daerah Legian. Hotel budget buat para backpakeran seperti kami. Entar dech aku ulas dan akan aku ceritakan panjang lebar tentang hotelnya.

Tidak hanya Uluwatu saja yang menjadi destinasi penjelajahan aku bersama teman-teman, banyak sekali tempat wisata yang wajib kita kunjungi selama di Pulau Bali diantaranya adalah Tanah Lot yang menjadi tempat wisata favorit ketika senja mulai tiba. Disana kita akan menikmati indahnya matahari yang mulai terbenam. Keunikan dari Pura Tanah Lot sendiri karena Pura ini berdiri di tengah laut yang jaraknya kurang lebih 300 meter dari bibir pantai, dimana bibir pantai banyak sekali batu karang. Selain itu, kita bisa menyaksikan ular suci yang bersembunyi di tebing-tebing gua.

Baca juga : Harga Tiket Masuk ke Uluwatu - Bali



Tanah Lot (Dokumen Pribadi)

Tanah Lot (Dokumen Pribadi)


Senja di Tanah Lot (Dokumen Pribadi)

Berikut adalah  tempat wisata yang pernah aku kunjungi di Pulau Bali, dan karena keindahan Pulau ini pula aku terhipnotis untuk ingin menjelajahi Pulau Bali lagi.

Pantai Sanur yang sungguh menawan, kita bisa menyaksikan matahari terbit di pantai ini. Segarnya udara dan deburan ombak yang dapat memanjakan mata, serta birunya langit membuat indah pemandangan ini.

Pantai Sanur di pagi hari (Dokumen Pribadi)


Garuda Wisnu Kencana, menikmati situs sejarah serta tebing-tebing bebatuan kapurnya. Menikmati jengkal demi jengkal situs bersejarah yang ada di Indonesia. Menikmati batung-patung besar yang pastinya memiliki cerita dan sejarah.


Garuda Wisnu Kencana (Dokumen Pribadi)

Tanjung Benoa, kita bebas berekspresi disana dengan bermain paralayang dan berteriak sepuas-puasnya. Menikmati semilir angin dan deburan ombak, serta memilih permainan lain yang kita suka.


Tanjung Benoa (Dokumen Pribadi)


Menikmati birunya laut dan putihnya pasir di Pantai Dreamland. Menghirup segarnya udara dan menyaksikan warna warni air laut yang terkadang biru bercampur hijau dengan ombak yang sesekali membuat wisatawan berlarian menghindarinya.

Pantai Dreamland (Dokumen Pribadi)


Menikmati Senja di Pantai Kuta dengan bermain pasir. Duduk manis sambil menikmati jagung bakar serta kopi hangat. Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa.


Menikmati Senja di Pantai Kuta (Dokumen Pribadi)

Menjelajah hiruk pikuk keramaian dan kemacetan Kota Denpasar namun tetap indah dipandang mata. 

Icon Kota Denpasar (Dokumen Pribadi)


Menikmati pemandangan di Bedugul, hawa yang sejuk dan jauh dari kepenatan. Di kanan kiri tampak pegunungan yang indah dengan hijaunya pepohonan.


Bedugul (Dokumen Pribadi)
Semua tempat wisata yang ada di Pulau Bali pastinya sangat menarik dan nggak ada bosannya. Dengan konsep ecotourism disetiap tempat wisatanya membuat pengunjung juga banyak belajar akan pentingnya lingkungan sekitar. Menjaga keindahan dan kelestariannya agar para wisatawan tidak bosan untuk mengunjungi Pulau Dewata ini.

Foto-foto di atas adalah dokumentasi penulis.