Pengalaman Parkir Inap Mobil di Terminal Purabaya (Bungurasih)

Ini pengalaman pribadi saya saat pakir inap mobil di Terminal Purabaya. Rencananya saya, suami, dan anak laki-laki saya mau ngebolang ke Banyuwangi menggunakan bis malam jurusan Denpasar tapi turunnya di Pelabuhan Ketapang. Selain ngebolang tujuan utamanya karena suami ada kerjaan disana selama 1 hari doang. Yaudah… ikut aja daripada sendirian dirumah. 



Maunya ikut pesawat jurusan Juanda-Banyuwangi. Alamak… cek harga tiket pesawat saat itu 700 ribuan dengan maskapai Garuda dan hanya ada maskapai itu saja. Bangkrut deh kalau jadi naik dengan hitungan 3 kepala, karena anak saya sudah masuk hitungan yang sama dengan harga tiket dewasa. Akhirnya cari deh tiket kereta api dan sayangnya sudah full booked semua pada hari itu. Ya wes… mau nggak mau kami pilih bis malam. 



Suami sih maunya bawa mobil ke Banyuwangi tapi saya nggak mau. Sudah malam dan pastinya pak suami kelelahan. Sebenarnya bawa mobil enak, bisa bawa aja tanpa takut usang-usung barang dan nantinya bisa kemana saja di Banyuwangi tanpa harus sewa. Ya udah deh karena saya tetep nggak mau kalau bawa mobil akhirnya diputuskan naik bis malam saja dari jurusan Purabaya ke Denpasar. 

Kami mulai parkir inap mobil di Terminal Purabaya sejak Rabu malam pukul 9 (21.00 WIB) dan rencana sampai Terminal Purabaya lagi Jum’at sore. 

Baca juga pengalaman saya parkir inap mobil di Bandara Juanda disini.

Akhirnya setelah memarkir mobil yang memang dibiarkan terbuka oleh suami saya (terbuka itu maksudanya mobilnya tidak ditutup dengan penutup mobil) kami segera mencari bis jurusan ke arah timur, yaitu Banyuwangi atau Denpasar. 

Btw, kalau mau cari bis malam jangan sampai di atas jam 9 karena pasti kesulitan. Tapi untungnya kami masih mendapatkan bis malam jurusan Denpasar. 

Perdebatan sangat alot yang pak suami lakukan antara para calo dan beberapa kondektur bis yang sedikit memaksa. Kami pun diburu waktu sebenarnya, paling tidak harus sampai di Pelabuhan Ketapang pukul 5 Subuh agar bisa menunaikan sholat Shubuh. 

Akhirnya kami mendapatkan harga 120ribu/orang jika turun di Pelabuhan Ketapang. Kami mendapatkan makan malam di daerah antara Besuki dan Situbondo. Makan malam pukul 2 dini hari dan lumayan membuat kami bertenaga dan nyenyak tidur karena perut telah kenyang terisi nasi. 

Di Banyuwangi cuma sehari dan Jum’at pagi kami balik lagi ke Surabaya menggunakan kereta api. Sebelum balik saya sudah membeli tiket kereta api di salah satu e commerce yang menjadi andalan saya. Soalnya nggak kebayang kalau beli tiket on the spot, pas kehabisan atau dapat temapt duduk tapi jauh-jauhan kan nggak enak. Nggak kebayang nantinya mereka yang akan mudik menggunakan kereta api pastinya sudah beli tiket jauh-jauh hari juga. Ternyata seperti ini ya, ah semoga mudik nanti kalian semua diberikan kelancaran dan kemudahan pulang kampong halaman bertemu dengan keluarga. 

Oh ya balik lagi cerita tentang parkir mobil di Terminal Purabaya (Bungurasih) ya. Untuk kertas parkir jangan sampai hilang ataupun ketlisut ya gaes kertas parkir inap kendaraannya agara nggak kena denda. Simpan baik-baik itu kertas parkir inapnya di tempat yang aman. 


Parkir inap di Terminal Purabaya kena kurang lebih 20 ribu rupiah selama 2 hari 2 malam. Cukup murah sih menurut saya, Alhamdulillah mobil kami selamat, tidak ada yang hilang baik itu spion, ban atau barang lainnya. Hehehe… Kalau seperti ini kan kami puas, udah gitu bapak petugasnya baik loh. Waktu mau cari parkiran kami diarahkan tempat yang kosong. Ya eyalah… itu kan emang tugas bapaknya.

Seperti itulah pengalaman parkir inap mobil di Terminal Purabaya dan mengapa saya harus menginapkan mobil saya. 

Jadi kalau masih ada yang tanya kena tarif berapa kalau parkir mobil di Terminal Bungurasih? Maka akan saya jawab, perharinya 10 ribu rupiah.


Salam,
Dwi Puspita


No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)