Maafkan aku, karena kau tak banyak menuntut padaku, sedangkan aku justru yang banyak menuntut padamu. Kau hanya menuntutku, agar aku menjadi istri yang solehah, yang tau mana hak dan kewajibanku sebagai seorang istri. Suamiku, maafkan aku, walau aku telat bangun di pagi hari, dan kau
hanya sekedar membangunkanku untuk sholat shubuh, dan setelah itu kau tak
menuntutku yang lainnya. Kau langsung menyalakan kompor untuk memasak air jika
tidak ada air minum, kau memasak lauk untuk sarapan pagi ini. Dan jika tamu
bulananku datang, kau biarkan aku terlelap dengan tidurku hingga aku terbangun
sendiri. Setelah itu terkadang kau pergi ke pasar untuk membeli lauk dan sayur
untuk makan kita. Suamiku, asalkan kau tau. Aku sangat mencintaimu walau
terkadang kau keras dengan pendirianmu.

