Jalan-Jalan ke Jembatan Kenjeran Surabaya

Jalan-jalan ke pantai Kenjeran Surabaya pertama kali saya lakukan bersama teman-teman saya para geng SOMEO. Tahun 2007 saat kami menjadi mahasiswa baru di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Dengan modal nekat dan terbatasnya uang dan peta jalanan Kota Surabaya pada waktu itu kami memberanikan diri naik angkutan umum menuju lokasi pantai Kenjeran. Dari tempat kos, kami berangkat bersama para geng SOMEO ke pantai Kenjeran dengan gembira.


Kurang lebih satu jam perjalanan menuju pantai Ria Kenjeran dengan angkutan umum warna biru tua. Kami bahagia akhirnya bisa sampai juga dipantai yang terngehits di Kota Surabaya. Hampir 10 tahun berlalu, namun kenangan pertama kali ke Pantai Ria Kenjeran masih ada dalam ingatan. Benar-benar kenangan yang tak terlupakan bersama teman-teman.


Jembatan Seperti Di Negara Seberang
Kini, pantai itu lebih cantik. Memiliki Jembatan yang hampir sama dengan jembatan negara seberang. Bermain-main dan berfoto pastinya di Jembatan yang masih belum dibuka untuk umum. Mengambil spot yang sekiranya apik buat difoto, berlarian diantara sepoi angin... duh bahagia ternyata sederhana.


Melihat anak-anak dengan sepeda anginnya yang sedang diparkir dan mereka berteriak sekencang-kencangnya. Duh... mereka tampak bahagia sekali. Desiran ombak, sepoi angin yang membuat kerudung yang saya pakai melambai-lambai. Anak saya pun turut bahagia, sesekali berteriak melihat pemandangan  alam ini.





Dengan kamera handphone Samsung milik saya, saya mengabadikan setiap moment. Bernarsis ria, seperti pasangan muda-mudi yang ada disebelah saya. Walaupun saya sudah emak-emak tapi saya nggak mau kalah donk dengan yang muda... wakakakak.

Asyiknya lagi di tempat ini kita bisa melihat perahu nelayan yang sedang menari-nari terkena angin laut. Ombak kecil yang membawanya entah kemana tapi yang pasti nelayan tersebut berburu ikan. Dimana ada ikan pasti mereka akan menghempaskan jaring mereka kelautan.




Memiliki Kampung Warna Warni
Sudah tau kampung Jodipan Malang, itu loh kampung yang ngehitz dengan warna warni rumahnya. Kampung yang sekarang menjadi jujukan wisata kalau kita main ke Malang sekarang juga bisa kita nikmati di Surabaya. Indah banget warna warni rumah dan dihiasi lautan lepas seperti ini. Kalian nggak mau datang ke Jembatan Kenjeran Surabaya juga?




Piknik Tipis-Tipis
Puas bermain di Jembatan Kenjeran Surabaya kami langsung melanjutkan perjalanan mencari pemandangan alam yang indah. Membawa bekal dari rumah untuk menghemat pengeluaran. Hahaha... namanya juga emak-emak, apapun akan tetap dilakukan asalkan bisa menghemat uang bulanan.
Suami senang anak senang, duh... bahagia sekali hati saya. Piknik tipis-tipis tanpa perlu mengeluarkan modal besar, bisa kok.




Akhirnya kami menemukan tempat yang asik buat duduk santai. Rindangnya pepohonan dan pemandangan alam yang nyata di depan mata. Langsung segar saat mata memandang warna hijau dedaunan. Duduk manis bersama anak dan suami sambil menikmati makanan seadanya yang kami bawa dari rumah. Untuk soto dagingnya sengaja saya beli di pinggir jalan, soalnya nggak memungkinkan bawa dari rumah.



Alhamdulillah, liburan tipis-tipis kamipun terlaksana. Nggak perlu mengeluarkan uang yang banyak untuk menghilangkan penat. Hati riang, pikiran fresh dan pastinya isi dompet tetap aman. Semoga liburan tipis-tipis ini berlanjut ke tempat lainnya karena kami butuh travelling setiap weekend. Kalau kalian, liburan tipis-tipisnya seperti apa? Share yuk gaes.

Salam,
Dwi Puspita



No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)