Bukti Sederhana Mencintai Keluarga

Assalamualaikum para pembaca dwipuspita.com

Beberapa hari yang lalu saya dan suami sempat ngobrol tentang masa depan anak saya, apalagi anak saya sudah bisa menjawab kalau ditanyakan cita-citanya apa. Cita-citanya pengen jadi seperti Ayahnya, yaitu seorang engineering. Ketika anak saya sudah mulai bisa menata kehidupannya maka dari itu saya dan suami harus siap juga menata masa depannya. Demi keluarga apapun akan saya pertaruhkan termasuk kebutuhan anak-anak saya. Karena keluarga bagi saya tak ternilai harganya dengan menjadi syarat mutlak bagi saya dan suami untuk selalu memberikan yang terbaik untuk keluarga kami.


Saya ingin cuap-cuap tentang kasih sayang orang tua kepada anaknya itu benar-benar besar dan tak ternilai. Saya benar-benar merasakannya saat anak saya yang masih umur 3 tahun dan harus diopname dan pergelangan tangan kirinya ditusuk jarum infus.



Tepatnya 3 tahun yang lalu saya dan suami sama-sama tidak bekerja, anak kami yang masih kecil harus kami larikan ke rumah sakit secepatnya karena diare akut. Menurut dokter klinik yang kami datangi waktu itu, anak saya sudah kekurangan cairan dan harus segera dibawa kerumah sakit hari itu juga. Dokter klinik tersebut pun memberikan rujukan kepada pihak rumah sakit agar anak saya mendapatkan penanganan secepatnya.

Memang betul badan anak saya kurus dan wajahnya pucat. Ini fatal kesalahan saya dan suami karena tidak langsung membawanya ke dokter untuk diperiksa pada waktu itu. Kami masih membiarkan anak saya sakit untuk kami rawat sendiri dirumah.

Melihat hal itu hati saya benar-benar rapuh dan tak terasa air mata mengalir begitu saja di pipi saya. Ouh, seperti ini ternyata kasih sayang seorang ibu kepada anaknya saat anaknya terjadi sesuatu.

Saat itu saya dan suami nggak tahu harus kemana. Duit tabungan kami habis untuk membangun usaha baru milik kami dan usaha baru ini masih belum ada pelanggan alias sepi. Kami tak memiliki sepeserpun uang di dompet maupun rekening.

Apalagi saat dokter menyarankan rawat inap di rumah sakit agar kondisi anak saya bisa dikontrol setiap waktu. Saya dan suami saling bertatapan, yang artinya "dapat duit dari mana untuk rawat inap". Namun pada akhirnya kami meminjam kesana kesini untuk mencari pinjaman dan Alhamdulillah dapat pinjaman dari seorang teman.

Malu sudah pasti, tapi mau gimana lagi. Sepertinya sudah kami buang rasa malu itu demi anak kami. Jujur kami tak ingin mengulangi kejadian seperti ini lagi untuk itu kami sepakat untuk membuka Asuransi Untuk Anak kami. Kami tidak ingin dipusingkan dengan hal seperti ini lagi dan cukup sudah kami menanggung malu kepada teman kami karena baru ingat saat akan meminjam uang. Sambil berlinang air mata saya memegang pergelangan anak dengan jarum infusnya. Sesekali saya mencium tangan, pipi, dan dahinya sambil menangis.

Alhamdulillah, kondisinya semakin baik. Selama 3 hari dirawat dan pemulihan selama kurang lebih seminggu anak saya bisa makan dan minum dengan lahapnya. Saya dan suami bahagia sekali melihat anak saya pulih dan bisa kembali bermain dengan kami. Dan Alhamdulillah rezeki lainnya datang diarah yang tak disangka-sanga, suami saya diterima kerja diperusahaan temannya.

Kami selalu berdiskusi setiap malam, membahas seputar anak, pekerjaan dan keuangan. Untuk diskusi masalah anak dan keluarga biasanya saya dan suami melibatkan anak untuk bergabung namun untuk masalah keuangan dan pekerjaan, kami tidak melibatkan anak. Diskusi seperti ini sangat penting bagi kami untuk membangun sebuah chemistry keluarga.

Di waktu luang saat anak saya tidur, saya mengobrol dengan suami. Saya mengajaknya berdiskusi tentang Asuransi Jiwa untuk keluarga untuk jaga-jaga. Suami pun setuju dan menyerahkan kepada saya untuk mencari Asuransi Jiwa Terbaik.

Akhirnya saya searching di internet untuk mencari Asuransi Anak Terbaik, hal ini memang kami prioritaskan untuk anak kami agar kesalahan masa lalu tidak terulang kembali. Dana Darurat seperti ini sangat penting karena sewaktu-waktu kami tidak bisa memprediksi masa depan keluarga kami. Apakah suami di PHK, ataukah saya mengalami pasang surut dalam berbisnis. Semuanya perlu kami pikirkan untuk menyimpan dana darurat untuk keluarga kami terutama anak saya agar dia tetap bisa meraih cita-citanya atau dana darurat yang bisa digunakan untuk hal lain yang mendesak.


Mengapa saya dan suami perlu Asuransi Jiwa?

Alasan Pertama adalah, Safety Net untuk Masa Depan Jika Hal Tak Terduga Terjadi


Ibarat kita menyimpan harta dan masa depan ke dalam brankas, kita membutuhkan brankas yang aman dan tak akan pernah rusak.


Jika hal yang tak terduga terjadi kepada kita sebagai pencari nafkah, keluarga kita akan mendapatkan Uang Pertanggungan dari perusahaan asuransi jiwa. Dengan begitu, kesejahteraan dan cita-cita keluarga akan tetap terlindungi dan baik-baik saja.

Alasan Kedua adalah, Bukti Cinta Untuk Yang Tersayang


Asuransi jiwa itu bukan untuk diri sendiri, namun demi jaminan masa depan orang yang kita sayangi.


Tidak ada yang dapat menjamin keberadaan kita akan selalu ada di samping orang yang kita sayangi, contohnya anak kita. Asuransi jiwa ada untuk saat-saat tersebut guna menjamin masa depan dan cita-cita orang yang kita sayangi tercapai. Sebagai bukti cinta kita bagi yang tersayang

Alasan ketiga adalah Uang Kecil Untuk Uang Besar


Asuransi jiwa ada untuk mencegah kesulitan keluarga di kemudian hari. Ibarat obat batuk yang kita pakai untuk mencegah kita terkena penyakit batuk agar tidak perlu membayar biaya perawatan yang amat mahal di kemudian hari.


Untuk asuransi jiwa, kamu hanya perlu mempersiapkan diri sesuai kebutuhan saat ini. Asuransi itu bukan untuk untung, tapi untuk ‘jaga-jaga’jika resiko datang dan tidak perlu mahal. Sama seperti kita membeli obat batuk untuk sekarang, bukan untuk stok 5 tahun ke depan.


Ngomong-ngomong tentang Asuransi Jiwa, saya mau rekomendasikan asuransi terbaik buat teman-teman yang sedang bingung mencari informasi seputar asuransi jiwa mana yang bagus. Flexi Life, mungkin teman-teman sudah ada yang tahu tentang asuransi ini.

Flexi Life dari Asuransi Astra Life menjawab semua kebutuhan asuransi jiwa yang saya dan suami inginkan. Asyiknya asuransi jiwa ini nilai perlindungannya bisa kami #AturSendiri sesuai perubahan tahap hidup loh. Saya menemukan asuransi ini dari teman-teman yang juga memakai asuransi Flexi Life untuk keluarganya.

Dengan adanya fitur Flexi Life yang fleksibel ini, kami cukup membeli untuk ‘jaga-jaga’ dari risiko saat ini saja, tidak perlu sampai risiko di masa depan sehingga harga lebih efisien.

Mungkin dari teman-teman ada yang belum tahu tentang Flexi Life yang kami pilih. Flexi Life adalah asuransi jiwa murni yang dimana uang pertanggungan dan preminya bisa ditentukan oleh nasabahnya sendiri dan memiliki kelebihan berupa :

  1. Perlindungan bisa kita tentukan sendiri mulai dari Rp50juta hingga Rp5 Milliar. Prosesnya juga sangat mudah karena tidak perlu repot-repot cek medis, semuanya online di ilovelife.co.id
  2. Cukup bayar sesuai resiko saat ini atau usia saat mendaftar. Misalnya, orang usia muda biasanya memiliki resiko yang lebih kecil dibanding dengan orang berusia tua. Sehingga premi bisa dibayar lebih murah dan disesuaikan dengan risiko hidup setiap tahunnya. 
  3. Dapat mengubah premi secara online sesuai kebutuhan dan kemampuan kita, misalnya bulan ini bayar Rp 500.000/bulan namun karena bulan depan harus renovasi rumah jadi bisa menurunkan premi jadi Rp 200.000,-. Proses ini dilakukan tanpa harus tutup polis atau daftar ulang, jadi kita cukup punya satu polis seumur hidup.
  4. Pembayaran premi dapat dilakukan secara per-bulan atau per-tahun. Ini sangat membantu sekali bagi mereka yang mampu membayar perbulan atau pertahun jika dikaitkan dengan pendapatan dan kebutuhan masing-masing keluarga.
  5. Perlindungannya setahun-setahun dan akan diperpanjang secara otomatis hingga usia 85 tahun. Jadi kita ga perlu takut komitmen panjang, karena benar-benar sesuai kebutuhan saja.

Untuk proses pembelian produk asuransi Flexi Life ini mudah sekali, kalian cukup mengkuti langkah-langkah pada website/link di https://ilovelife.co.id/. Saya bahkan hanya menghabiskan waktu tidak lebih dari 15 menit dan semuanya sukses.




Oh iya, jangan lupa bantu saya dengan memasukkan kode referal saya BLOGDWI42 pada ikon “kotak kado biru” di sudut kiri bawah situs Asuransi Flexi Life tersebut ketika menunggu konfirmasi pembayaran disetujui.


Salam,
Dwi Puspita

3 comments:

  1. Minimal preminya berapa per bulannya kak ?

    ReplyDelete
  2. Siip ... Tulisannya bagus mbak

    ReplyDelete
  3. Asuransi Jiwa memang penting. Tapi belum banyak orang yang memahami. Mungkin karena belum banyak tau bagaimana cara mengajukan asuransi. Kalau ada cara online begini kok menarik ya. Jadi pengen tau kelebihan fiturnya. Makasih infonya Jenk :)

    ReplyDelete

Yuk berkomentar :)