Nuansa Kolonial Dari Gedung Bank Internasional Indonesia

Melanjutkan perjalan sore bersama suami dan anak saya, tiba-tiba saya berhenti dan melihat bangunan tinggi besar berwarna putih di pojok jalan antara Jalan Jembatan Merah dan Jalan Cenderawasih. Bangunan tersebut adalah gedung Bank Internasional Indonesia (BII) yang sekarang adalah MayBank. Bangunan ini terlihat memiliki bentuk yang sedikit berbeda dengan bangunan lainnya yang berada di daerah tersebut. Berbedanya pasti sudah dari bentuknya yang seperti bangunan kolonial. Tampak terawat dan bersih karena memang bangunan ini masih berfungsi sebagai bank umum.

Gedung BII sekarang


Sumber gambar dari sini

Gedung Bank Internasional Indonesia ini terletak di Jalan Jembatan Merah No. 3 Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Siapa saja yang melintas di jalan ini akan langsung dapat melihat bangunan berwana putih dengan jam analognya yang berada di bagian atas balkon.



Lokasi Gedung BII tepat berada di sebelah utara Kantor Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Surabaya dan masuk dalam Bangunan Cagar Budaya Pemkot Surabaya.


Bangunan ini masih berfungsi sebagai bank umum yang melayani para nasabah Bank Internasional Indonesia atau yang sekarang berubah nama menjadi MayBank. Arsitektur bangunan kolonial dari Nutsspaarbank ini masih tak ada perubahan dan sekarang sebagai penunjang kawasan kota lama di Surabaya. Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Walikota Surabaya Nomor 188.45/004/402.1.04/1998 ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Pemkot Surabaya.


Sebelumnya, Gedung Bank Internasional Indonesia ini adalah gedung Nederlands Spaarbank atau yang biasa disebut dengan Nutsspaarbank atau Bank Tabungan untuk Manfaat Umum. Nutsspaarbank merupakan satu-satunya Bank Tabungan Umum di Kota Surabaya kala itu.

Ide ini ditangani oleh Maatschappij Tot Nut Van Het Algemente yang berlokasi di Amsterdam untuk mendirikan sebuah bank tabungan untuk umum pada Mei 1833, mengingat pada saat itu pemerintah Belanda sudah stabil.  Untuk sementara, kantor tersebut berada di Jalan Embong Malang.


Lalu, pada 18 Maret 1853, Dr. R.W.C.J. Barke mengusulkan untuk membangun gedung baru yang lebih representatif guna menggantikan gedung yang lama. Gedung tersebut dibangun pada tahun 1914 dan mulai digunakan sejak tanggal 8 Maret 1916. 




Arsitek bangunan gedung Nederlands Spaarbank adalah Fritz Joseph Pinedo, yang lahir pada 12 Juni 1883 di Haarlem, Provinsi Belanda Utara. Ayahnya bernama Egbertus Pinedo dan ibunya adalah Maria Salomonson. 








Bangunan ini merupakan bentuk dari penyelesaian klasik bangunan pojok yang banyak terdapat pada arsitektur kolonial. Yang dominan dari gedung ini adalah dominasi gevel depan dan tower atau tiang pada pintu masuk utamanya.Warna gedung yang putih dan dihiasi dengan lima balkon dengan menara yang ada jam analognya. 







Bangunan Nutsspaarbank karya Pinedo ini merupakan karya arsitektur pada masa peralihan trend gaya desain dunia, yaitu pada tahun 1890-1915. Elemen interior dengan gaya pada masa itu tampil dengan gaya rancangan peralihan, seperti gaya Dutch Colonial, Empire Style, Art and Craft, Art Nouveau, Amsterdam Schools, dan menuju ke Nieuw Bowen yang lebih modern.

Buat teman-teman yang lagi travelling ke Kota Surabaya saya sarankan untuk menengok Cagar Budaya ini deh karena banyak sekali yang kita dapatkan disini salah satunya adalah foto-foto dengan spot kece.

Salam,
Dwi Puspita


Referensi :
1. http://kekunaan.blogspot.com/2014/03/gedung-bank-internasional-indonesia.html
2. https://situsbudaya.id/gedung-bank-internasional-indonesia-surabaya/

No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)