Saturday, November 12, 2016

Apa sih Eco Driving itu?

Apa sih Eco Driving itu? Masa sih kalian nggak tau tentang Eco Driving, zaman sekarang mah kudet nggak tau eco driving. Eco-driving adalah cara mengemudi yang bertujuan untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar dan sangat berperan dalam mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

Tau nggak kalau populasi kendaraan di dunia pada tahun 2010 hampir menyentuh 1 Milyar unit kendaraan dan bisa jadi akan menjadi 2 kali lipatnya pada tahun 2035. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, tahun 2010-2015 produksi kendaraan bermotor terus meningkat dari 77,6 juta - 90,8 juta unit. Waw... bayangkan saja seperti apa dunia ini jika tiap tahun jumlah kendaraan terus bertambah, dan pastinya polusi akan menjadi salah satu faktor utama dari banyaknya kendaraan.




Pembahasan tentang Eco Driving ini dilaksanakan di Buro Cafe Jalan Sumatera No. 40 Surabaya. Portal jual beli mobil online no. 1 di Indonesia Mobil123.com dan Nissan menjadi pembicara utamanya. Acara yang seru selain mendapat ilmu, sharing, dan pastinya mendapatkan kesempatan bertanya langsung kepada ahlinya. Para bloggerpun sangat antusias terhadap acara ini.

Nissan telah menerapkan teknologi sistem eco driving. Di setiap kendaraan yang Nissan produksi terdapat tombol khusus untuk Eco Driving.



Eco-driving berkontribusi terhadap program pelestarian lingkungan. Salah satu penyumbang pemanasan global adalah penyerapan gas CO2 (efek rumah kaca). Sektor transportasi menempati posisi ke-2 penyumbang emisi karbon terbesar.


ECO DRIVING adalah mengemudi untuk menghemat waktu, biaya dan ramah lingkungan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan sebelum berkendara, antara lain :
  1. Gunakan bahan bakar sesuai nilai oktan yang di sarankan. Nilai oktan bahan bakar akan menentukan pembakaran yang sempurna, sehingga dapat berpengaruh terhadap tenaga yang dihasilkan oleh mesin dan akan menghasilkan gas buang yang lebih bersih. Misalnya kita menggunakan pertalite, maka jangan dicampur dengan bahan bakar lain seperti pertamax atau premium. Gunakan pertalite seterusnya dan jangan sampai dicampur.
  2. Periksa tekanan angin ban secara berkala sebelum berkendara, dan periksa tekanan dengan menggunakan alat ukur setidaknya sebulan sekali. Pastikan tekanan sesuai standar menggunakan Tire Presure Gauge. Jika tekanan kurang maka bisa menyebabkan keausan ban yang tidak normal dan boros bahan bakar. Label petunjuk pengisan angin ban selalu tersedia pada frame pintu kanan depan.
  3. Hindari muatan yang berlebihan. Membawa beban lebih berat dibutuhkan tenaga yang lebih besar pula yang artinya konsumsi bahan bakar lebih banyak. Keluarkanlah barang-barang yang tidak diperlukan dari mobil.
  4. Service mobil secara berkala. Saringan udara dan oli kotor, busi yang sudah aus, oli mesin lama tidak diganti, knalpot bocor dan masalah pada system control emisi dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar. Lakukan service berkala agar kendaraan selalu dalam kondisi maksimal.


Eco-Driving Skill

1. Lakukan akselerasi/penekanan pedal gas secara perlahan (bertahap). Hindari start dengan akselerasi tinggi, jika dirasa tenaga sudah cukup, segera pindahkan ke gigi yang lebih tinggi (Transmisi Manual). Akselerasi mendadak dapat mengakibatkan terjadinya konsumsi bahan bakar secara berlebihan.

2. Hindari membebani mesin atau putaran mesin berlebihan Untuk Transmisi manual, gunakan posisi roda gigi yang sesuai dengan kondisi jalan. Sebaiknya pindah gigi di 2000 RPM untuk menjaga agar tetap ekonomis tanpa harus kehilangan torsi untuk menggerakkan kendaran Untuk Transmisi Otomatis Putaran mesin dapat dijaga di sekitar 2000 RPM, agar pemakaian bahan bakar dapat optimal.

3. Antisipasi terhadap kondisi lalu lintas untuk menghindari akselerasi dan deselerasi mendadak yang terus-menerus.
  • Berkendaraan dengan sering berhenti dan berangkat lagi (Stop & go) membuat bahan bakar boros.
  • Selalu jaga jarak aman terhadap mobil di depan.
  • Berikan jarak aman dengan perkiraan apabila mobil depan melakukan pengereman anda punya ruang untuk melambatkan laju mobil anda, sebelum menginjak rem kaki Untuk jalanan macet stop n go, injak lah pedal gas dengan sangat halus, rasakan agar mobil bergerak perlahan dan segera lepas pedal gas sedikit untuk meminimalkan peggunaan bahan bakar.
4. Jangan meletakan kaki Anda pada pedal kopling (Transmisi manual) saat berkendara atau berkendara setengah kopling. Hal ini bias menyebabkan keausan kopling lebih cepat, kopling menjadi terlalu panas (Selip), dan boros bahan bakar.

5. Hindari pengereman tidak perlu. Sebisa mungkin gunakan engine brake untuk mengurangi kecepatan Pertahankan dengan kecepatan yang tetap. Jaga jarak yang tepat dari kendaraan di depan Anda untuk menghindari pengereman mendadak.

6. Pertahankan pada kecepatan yang cukup wajar di jalan tol. Apabila Anda berkendaraan semakin lebih cepat, konsumsi bahan bakar semakin lebih boros. Dengan mengurangi kecepatan Anda, Anda akan menghemat konsumsi bahan bakar.

7. Hindari mesin idling (menyala dalam kondisi netral) terlalu lama. Matikan mesin kendaraan jika sedang menunggu lama atau berhenti pada waktu lama, dan kemudian dihidupkan lagi.

8. Aktifkan penyejuk udara (AC) dengan temperature tidak terlalu dingin atau matikan bila perlu. Begitu pula dengan peralatan listrik lainnya. Hal ini akan membuat kerja kompresor tidak terlalu lama dan mengurangi beban besar pada mesin sehingga akan menghemat konsumsi bahan bakar. Suhu AC tidak perlu di set pada suhu minimum terus menerus, selain ruangan menjadi terlalu dingin, mesin mobil menjadi terbebani terus menerus

9. Tutup jendela pada kecepatan tinggi.
Mengemudi dengan jendela terbuka dengan kecepatan tinggi akan menganggu aerodinamika kendaraan dan menurunkan nilai ekonomis bahan bakar.

10. Jangan bertindak agresif, santai saja dalam mengemudi
  • Tidak perlu terburu-buru, usahakan pikiran anda tetap fokus dan tenang agar anda tidak mudah terbawa situasi untuk menjadi pengemudi agresif
  • Apabila anda diprovokasi oleh pengendara agresif, jangan ditanggapi, ingatlah pada tujuan anda untuk mengemudi secara ekonomis
  • Usahakan anda mempunyai cukup waktu untuk mencapai tujuan, jangan mepet


Manfaat dari Eco Driving adalah masalah biaya, lingkungan, sosial, dan keamanan.

Kita dapat menghemat bahan bakar dalam jangka panjang dan itu berarti juga kita telah menghemat uang kita. Selain itu biaya pemeliharaan kendaraan menjadi lebih rendah. Emisi gas CO2 berkurang dan pastinya akan mengurangi polusi udara. Kita tidak akan stress jika mengemudi secara enjoy, tingkat konsentrasi lebih tinggi, dan meningkatkan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang. Dari segi keamanan dapat mengurangi resiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan saat berkendara.



Kami Blogger Surabaya mendukung penuh Eco Driving :)
Salam Blogger.


Related Posts

Apa sih Eco Driving itu?
4/ 5
Oleh

15 komentar

Wowww, pesertanya serius semuaa, gak ada satupun yang noleh, kecuali Wulan yang rajin nyimak narsum :D

Wih.. sangat bermanfaat nih. Antusias pesertanya seru lagi

Kalau lagi keburu2 kadang semua blas hihihi apalagi sekarang ada ganjil-genap, kesiangan dikit udah deh XD jadi harus nyetir bak supir metromini hihihihi. Tapi dicatet semua tipsnya, lagian kl boros bensin kan males juga, sayang uang :D

Ulasan Eco driving ini membuat saya makin melek otomotif :)

Pesrtanya pada serius banget ya...

ihh jadi pingin ikutan jugaa... mantepp banget mba review acaranya :)

jadi tambah banyak ilmuuu ya mbaaa..

iya...sayang banget uangnya...mending emang pake angkot

sama mbak, beruntung aku bisa datang ke event ini

iya kan lagi menyimak mang

alhamdulillah bermanfaat ya

iya mbak, nambah ilmu :)

Jadi makin melek masalah berkendara...

Yuk berkomentar :)