Setiap manusia memiliki rencana masing-masing didalam hidupnya dan saya percaya rencana Allah jauh lebih indah daripada rencana manusia itu sendiri. Saya jalani, saya telateni dan pastinya saya terus bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan pada keluarga saya. Alhamdulillah ada saja rezeki datang melalui arah tak terduga dan tak ada kata kekurangan sedikitpun dalam masalah finansial keluarga saya.
Dulunya saya sempat berpikir akan kekurangan kalau saya menjadi ibu rumah tangga, ternyata tidak. Malah rezeki ada saja datang dari arah tak terduga. Kini pun saya bisa move on dan sudah nyaman dengan profesi saya menjadi ibu rumah tangga.
Kesibukan sehari-hari saya selain mengurus anak dan rumah yaitu dengan menulis di blog. Tidak hanya itu, saya juga mengajari anak-anak belajar mengaji setiap hari dimulai ba'da Maghrib sampai adzan Isya'. Saya dan suami mengajari anak-anak belajar mengaji hanya di lingkungan perumahan tempat tinggal kami. Di ruang tamu inilah kami jadikan tempat untuk anak-anak belajar mengaji.
Jika ada yang bertanya, apakah kami menarik iuran bulanan untuk anak-anak tersebut, maka akan kami jawab "Tidak". Kami mengajari anak-anak belajar mengaji hanya mengharap ridha Allah, keberkahan dari Allah dan juga amal tabungan kami kelak di akhirat. Bahagia kami sangat sederhana, bisa mendengarkan mereka saat melantunkan huruf-huruf hijaiyah dan ayat Allah dari bibir mungil mereka.
Suatu hari saya dan suami sempat berdiskusi tentang KPR perumahan yang kami tempati sekarang. Rumah tapak yang kami tempati ini didapatkan secara KPR di salah satu bank konvesional. Kredit yang belum lunas karena masih kurang setengah jalan alias kurang 8 tahun dan suami saya menginginkan take over KPR ke bank syariah. Keinginan suami tersebut pastinya saya dukung karena kami ingin hijrah agar hidup lebih tenang dan berkah.
Akhir tahun 2018 ada acara Festival Ekonomi Syariah Indonesia yang diadakan di Convention Hall Grand City Surabaya, kamipun mendatangi stan beberapa bank syariah dan menanyakan masalah
take over KPR. Semua bank yang memakai sistem syariah kami tanyakan dan kami selalu mencatat segala persyaratan yang diperlukan untuk
take over KPR. Setiap bank ternyata memiliki kebijakan tersendiri dan itupun harus kami cerna dengan baik. Semoga dengan pilihan kami untuk
take over KPR ke bank syariah lebih berkah dan dipermudah jalan kami untuk berhijrah karena tujuan kami sebenarnya ingin tenang walaupun memiliki rumah secara kredit.
"hijrah itu tenang"
Ternyata take over KPR tidak semudah itu. Jujur kami masih bingung dan perlu berpikir lagi mengingat penghasilan suami yang ternyata masih dilirik sinis oleh beberapa pihak marketing bank. Kami tetap ikhtiar, sabar, dan berusaha mencari bank syariah yang sesuai dan mau menerima kami. Kami percaya pasti ada jalan. Kami ingin mencari keberkahan dan jelas akadnya dalam Islam.
"karena hijrah itu tegar"
Akhirnya, Senin tanggal 22 April 2019 kami mendatangi kantor Bank Muamalat yang ada di Jalan Mayjend Sungkono Surabaya. Suami saya izin cuti sehari demi mendapatkan informasi yang jelas terkait
take over KPR ini. Sesampainya di Bank Muamalat, senyum ramah dan salam
security saat membukakan pintu kepada kami dan menanyakan perihal kepentingan kami datang ke Bank Muamalat.
Suami pun menjawab pertanyaan
security "Kami ingin tanya-tanya tentang
take over KPR Pak". Security tersenyum dan membantu kami menekan tombol pengambilan nomer antrian kemudian memberikan nomer antrian tersebut kepada kami dengan mempersilahkan kami duduk di ruang tunggu yang telah tersedia.
Kami masih antri menunggu panggilan nomer antrian. Duduk di sofa berwarna ungu bersama suami dan anak saya yang dari tadi nggak bisa diam. Yah namanya juga anak-anak ya rasanya diam bagi seorang anak adalah hal yang jauh dari sifat aslinya.
Tak lama kemudian kami dipersilahkan naik ke lantai 2 oleh bapak Satpam untuk bertemu dengan Ibu Puspa selaku Senior Relationship Manager SME. Ibu Puspa menerima kehadiran kami dengan senyuman dan sikap yang sangat ramah. Menjawab segala pertanyaan yang kami butuhkan mengenai masalah take over KPR. Ibu Puspa sangat baik dan mau menjelaskan secara detail tentang take over KPR ini kepada kami.
Kami diberi selembar kertas berisi apa saja persyaratan untuk take over KPR ke Bank Muamalat. Kami baca dan kami paham dengan syarat-syarat tersebut. Segera kami pamit untuk mengumpulkan segala persyaratan tersebut di hari itu juga.
Syarat-syarat take over KPR ke Bank Muamalat yang harus kami siapkan :
1. Mengisi formulir permohonan
2. Fotocopy KK, KTP, Surat Nikah
3. Fotocopy NPWP
3. Slip gaji 3 bulan terakhir dan surat keterangan kerja
4. Fotocopy mutasi rekening buku tabungan
5. Fotocopy sertifikat, IMB, dan PBB
Untuk syarat lebih lengkapnya bisa teman-teman baca
disini.
Kami langsung mendatangi bank konvesional tempat kami mengajukan KPR pertama kali hari itu juga. Tujuan kami adalah meminta salinan/fotocopy surat-surat perumahan (sertifikat dan IMB).
"hijrah itu mudah"
Alhamdulillah dipermudah, hari itu juga segala persyaratan untuk pengajuan
take over KPR ke Bank Muamalat beres semua. Kami akan ke Bank Muamalat KC Mayjend Sungkono keesokan harinya untuk menyerahkan berkas persyaratan yang sudah lengkap kepada Ibu Puspa.
Waktu yang ditunggu telah tiba, kami mendatangi Bank Muamalat dengan membawa berkas persyaratan yang sudah lengkap. Sepertinya
security sudah mengenali wajah kami. Senyuman khasnya yang ramah dan menanyakan perihal kepentingan kami datang ke Bank Muamalat. "
Kami ingin bertemu Ibu Puspa", jawab suami saya dengan singkatnya. Kami pun dipersilahkan menunggu dan tak lama kemudian kami dipersilahkan naik ke lantai 2 untuk menemui Ibu Puspa.
Ibu Puspa menyambut kami dengan hangat dan senyuman ramahnya. Segala persyaratan sudah kami serahkan kepada beliau dan kami disuruh menunggu karena ibu Puspa izin untuk mengambil Surat Pernyataan dan Aplikasi Formulir di meja kerjanya.
Sambil menunggu Ibu Puspa, saya membaca Ikrar Bank Muamalat yang terpampang di dinding ruangan tersebut. Semakin mantap saja pilihan saya memilih Bank Muamalat sebagai sarana hijrah saya dan suami, tentunya dalam masalah keuangan.
"hijrah itu yakin"
Tak lama kemudian Ibu Puspa kembali ke ruangan tempat kami menunggu beliau dan menyerahkan Surat Pernyataan serta Formulir Aplikasi yang bisa dibawa pulang untuk dibaca lagi agar lebih mantap pilihan kami. Kamipun segera pamit kepada Ibu Puspa dengan membawa Surat Permohonan dan Formulir Aplikasi untuk dipelajari.
Sesampainya di rumah, kami membaca surat pernyataan tersebut. Kami baca berulang-ulang dan setelah betul-betul paham kami segera mengisi formulir aplikasi yang diberikan oleh Ibu Puspa.
Bismillahirrahmanirrahiim...
Suami saya pun mulai menulis huruf demi huruf di form aplikasi dan surat pernyataan tersebut. Dengan data yang diisikan sesuai KTP serta tanda tangan di atas materai sebagai bukti kami ingin hijrah ke Bank Muamalat. Semuanya atas dasar niat, kemampuan, keinginan kami agar hidup lebih tenang dan berkah.
Ini adalah bentuk hijrah kami, hijrah untuk menjadi lebih baik agar hidup kami tenang dan berkah. Semuanya memang kami lalui dengan penuh lika-liku hingga kami mantap memilih jalan hijrah ini agar kehidupan keluarga kami kedepannya lebih berkah melalui KPR Muamalat iB dari Bank Muamalat.
KPR Muamalat iB adalah produk pembiayaan yang akan membantu masyarakat untuk memiliki rumah tinggal, rumah susun, apartemen dan condotel termasuk renovasi dan pembangunan serta pengalihan (take-over) KPR dari bank lain dengan dua pilihan akad yaitu akad murabahah (jual-beli) atau musyarakah mutanaqishah (kerjasama sewa).
Tentang Bank Muamalat Indonesia
Bank Muamalat adalah bank pertama murni syariah di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1992 dan tidak menginduk dari bank lain, sehingga terjaga kemurnian syariah-nya. Pengelolaan dana di Bank Muamalat didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi syariah yang dikawal dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah. Bank Muamalat Indonesia juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Sumber gambar dari https://www.bankmuamalat.co.id
Bank Muamalat memiliki produk dan layanan keuangan lengkap yang ditunjang dengan berbagai fasilitas seperti :
1. Mobile Banking
2. Internet Banking Muamalat
3. Jaringan ATM
4. Kantor Cabang hingga ke luar negeri.
Untuk memberikan layanan yang lebih berkah untuk nasabah dan masyarakat maka produk Bank Muamalat memiliki nama baru sebagai berikut :
1. Tabungan iB Hijrah
Tabungan iB Hijrah adalah tabungan nyaman untuk digunakan kebutuhan transaksi dan berbelanja dengan kartu Shar-E Debit yang berlogo Visa plus dengan manfaat berbagai macam program subsidi belanja di merchant lokal dan luar negeri.
Pengalaman saya membuka Tabungan iB Hijrah di Bank Muamalat sangat mudah dan murah karena setoran awalnya minimum hanya 25ribu saja. Tambah mudah karena sudah didukung aplikasi Muamalat Mobile. Transfer, cek saldo, dan transaksi lainnya semakin mudah.
Tabungan iB Hijrah dan Aplikasi Muamalat Mobile yang sudah saya instal di smartphone milik saya
2. Tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah
3. Tabungan iB Hijrah Rencana
4. Tabungan iB Hijrah Prima
5. Tabungan iB Hijrah Prima Berhadiah
6. Deposito iB Hijrah
7. Giro iB Hijrah
8. Pembiayaan Rumah iB Hijrah Angsuran Super Ringan dan Fix and Fix (masih dalam proses pengajuan kepada Regulator/OJK)
Bank Muamalat Indonesia sebagai bank pertama murni syariah di Indonesia mencoba memperluas fungsi, dari yang sebatas penyedia layanan perbankan syariah, menjadi agen penggerak semangat umat untuk terus-menerus meningkatkan diri ke arah ajaran Islam yang baik, sempurna dan menyeluruh (kaffah). Jadi tidak hanya berhijrah secara ibadah, tapi juga dalam hal mengelola keuangan.