7 Tips Mengajarkan Anak Belajar Bahasa Inggris

Bahasa Inggris tidak seperti kemampuan lainnya perlu cara berbeda dalam mengajarkannya, khususnya untuk anak-anak. Karena cara belajar Bahasa Inggris Anak berbeda dengan orang dewasa. 

Anak-anak mudah terdistraksi dan mudah merasa bosan. Terlebih lagi kita sering salah dalam mengenalkan Bahasa Inggris terhadap anak. Jadi mereka dipaksakan belajar seperti orang dewasa yang hasilnya bahkan bisa membuat anak benci dengan Bahasa Inggris. 

Tips mengajarkan anak belajar bahasa inggris



Yuk Mama Papa, kita ajarkan anak untuk menyukai Bahasa Inggris dengan cara-cara yang sesuai dengan umurnya. Berikut adalah beberapa inspirasi yang bisa dikondisikan di rumah. 

1. Bangun Rutinitas Kondusif 

Anak-anak membutuhkan rutinitas dan disiplin. Hal tersebut juga berlaku dalam mendukung belajar Bahasa Inggris anak agar efisien. Karena anak akan sulit menyukai Bahasa lain selain bahasa ibunya kalau waktu belajarnya tidak teratur.

Mama Papa bisa membaca dongeng Bahasa Inggris sebelum tidur, bisa juga memainkan lagu atau tontonan yang sesuai untuk anak-anak dalam Bahasa Inggris. 

Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara rutin untuk membuat anak terbiasa. Begitu pula dengan orang tuanya, mereka juga akan lebih mudah mengingat waktu pengajaran Bahasa Inggris kalau sudah terjadwal rutin. 

2. Rancang Kegiatan Permainan 

Apakah cukup hanya dengan membaca buku atau mendengarkan musik saja? Mama Papa dapat mengkombinasikan beberapa kegiatan sekaligus dan membuat permainan. 

Anak-anak lebih mudah tertarik sesuatu yang seru dan menyenangkan. Jadi, Mama Papa bisa mencoba untuk membuat permainan yang biasa dimainkan dengan sisipan Bahasa Inggris. 

Bagaimana melakukannya? Banyak cara loh untuk mengajarkan anak Bahasa Inggris melalui permainan. Mama Papa bisa melakukan treasure hunting atau mencari harta karun, I spy adalah permainan yang menjelaskan benda yang dilihat. 

Masih banyak permainan lainnya yang bisa dicoba. Mama Papa tidak perlu membuat permainan baru yang menguras pikiran. Cukup modifikasi permainan yang kerap dimainkan oleh anak-anak. 

3. Sesuaikan Dengan Minat Anak 

Tingkatkan minat belajar Bahasa Inggris anak dengan menyesuaikannya dengan hobi si kecil. Anak yang suka main game bisa belajar Bahasa Inggris dengan melakukan pengaturan game dalam Bahasa Inggris. 

Anak yang suka Astronomi bisa dibelikan buku-buku tentang Astronomi dalam Bahasa Inggris. Kalau Mama Papa jelaskan ada lebih banyak bacaan dalam Bahasa Inggris dibandingkan Bahasa Indonesia, keinginan anak untuk belajar Bahasa Inggris melesit tinggi. 

4. Masukkan Dalam Kehidupan Sehari-hari 

Mama Papa tidak memiliki gelar guru dan merasa tidak percaya diri mengajarkan anak Bahasa Inggris? Tidak perlu khawatir, yang diajarkan justru sebaiknya berbeda dengan pelajaran sekolah. 

Anak bisa dikenalkan dengan berbagai kosa kata dan beberapa ekspresi singkat yang mudah. Tidak perlu memperhatikan tata bahasa yang benar dan terpaku pada grammar. 

Mama Papa hanya perlu membuat kegiatan sehari-hari yang menyenangkan dengan sesekali memakai Bahasa Inggris. Jadi, hanya sampai membuat sang buah hati menyukai Bahasa Inggris. Selanjutnya, anak akan belajar sendiri karena sudah memiliki minat untuk Bahasa tersebut.

Peranan Mama Papa hanya sebagai fasilitator dan tidak perlu mengambil peran guru. Jadi gunakan Bahasa Inggris sehari-hari seperti saat mengajak anak berinteraksi dalam Bahasa Indonesia. 

5. Kegiatan Variatif yang Tidak Monoton 

Belajar Bahasa Inggris bukan hanya menulis, nonton, bernyanyi atau mendengarkan musik. Cobalah buat kegiatan yang beragam. 

Jadi anak tidak akan kehilangan minat karena selalu ada cara baru untuk belajar Bahasa Inggris. Orang dewasa saja bisa bosan kalau melakukan sesuatu terus-menerus dengan cara yang sama, apalagi anak-anak. 

6. Contohkan dan Temani

Cara Belajar Bahasa Inggris anak terbaik adalah dengan cara mencontohkannya. Kalau Mama Papa ingin sang buah hati suka membaca literatur Bahasa Inggris maka lakukan dan duduk dengannya. 

Kalau ingin anak lebih fasih bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris, maka jadilah lawan bicara yang kondusif. Ajak anak berbincang-bincang dan sesekali gunakan Bahasa Inggris. 

Lakukan sesuatu yang Mama Papa bisa lakukan, karena kalau berharap anak menyukai sesuatu sedangkan orang tuanya tidak, tentu menjadi hal yang problematik. 

7. Memanfaatkan berbagai Media 

Cara terbaik mengajarkan anak Bahasa Inggris adalah dengan memanfaatkan berbagai media yang ada. Bisa gadget, alat rumah tangga, alat tulis sampai apa saja yang ada di halaman. 

Mama Papa dapat melakukan improvisasi dengan apa saja yang ada disekitar. Dengan demikian, sang buah hati tidak merasa sedang belajar namun seperti bermain dan mengerjakan tugas rumah. 

Pemakaian benda-benda tersebut dapat mendukung cara belajar Bahasa Inggris anak untuk mudah dipahami. Kalau dilakukan dengan benar, sang buah hati bahkan dapat mulai berbicara dalam Bahasa Inggris dengan menyebutkan benda-benda yang ada di sekeliling rumah. 

Mengajarkan Bahasa Inggris pada anak-anak perlu dibedakan dengan mengajarkan orang dewasa. Tips cara belajar di atas adalah beberapa contoh yang Mama Papa bisa coba terapkan di rumah. 

Temukan berbagai tips belajar Bahasa Inggris anak dan berbagai informasi penting lainnya dengan mengunduh aplikasi kiddo.id. Mama Papa juga bisa mengunjungi situs resmi m.kiddo.id untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai kebutuhan anak dan keluarga. Di Kiddo.id juga ada banyak informasi seputar kelas les bahasa Inggris yang bisa Mama Papa manfaatkan untuk mengembangkan atau mengenalkan bahasa asing pada si kecil.


Salam,
Dwi Puspita

Sumber 

1. https://www.merdeka.com/gaya/14-cara-cepat-berbahasa-inggris-mudah-yang-bisa-anda-pelajari-sendiri-kln.html

2. https://www.idntimes.com/life/education/dita-3/tips-efektif-mengajarkan-bahasa-inggris-pada-anak-c1c2

3. https://www.britishcouncilfoundation.id/english/articles/start-teaching-kids-at-home

4. https://www.wallstreetenglish.co.id/english-tips/mengajarkan-bahasa-inggris-pada-anak/

1 comment:

  1. Yah, sebenarnya bukan hanya bahasa Inggris saja sih. Namanya anak-anak memang mudah terdistraksi.

    Yang jelas, sebenarnya, para orangtua harus mengerti anaknya, termasuk di dalamya melihat karakter si anak dan kemudian membuat pola belajar yang sesuai dengan karakter itu.

    Pola kaku dan cenderung teoretis memang biasanya terdengar keren tetapi saya pikir justru itu yang kerap menyebabkan seorang anak menjadi bosan dan malas belajar.

    Itu pengalaman saya mengasuh anak semata wayang sampai sekarang sudah kuliah.. hahaha

    ReplyDelete

Yuk berkomentar :)