Aku pulang kampung. Kampung halamanku di Kabupaten Pamekasan. Perjalanan normal, cukup 2-3 jam dari Kota Surabaya. Aku pulang karena udah kangen ama ortu dan handai taulan. Kabupaten Pamekasan pernah banjir, akibat aliran sungai yang melebihi batas plus hujan yang terus menerus. Foto itu aku ambil sekitar kurang lebih 2 tahun yang lalu. Rumah penduduk yang berada di sekitar sungai semuanya teredam. Teredam sebagian sampai lutut orang dewasa. Anak-anak pada senang, soalnya mereka bisa berenang gratis pula. Aku kangen rumah emak. Gubuk yang adem. Dapur yang mengepul. Pengen berlama-lama di rumah emak pokoknya.
Senengnya kalo udah bertemu langsung dari dunia maya menjadi nyata. Bersama teman-teman blogger. Ketemu ama Silviana dam mas Misbachudin di Mall Ciputra World Surabaya dalam acara pengenalan produk myBCA. Selain itu juga bertemu ama mbak Nunu El Fasa, maklum kita kan 1 kelompok jadinya ya bisa bertemu, bisa curcol, bisa tanya-tanya, bisa sok kenal gitcu.
![]() |
| Dokumen Silviana Apple |
Yuhuuuu, enaknya punya teman itu. Mas Misbachudin yang rumahnya ada di kaki Bromo jadi kan kapan-kapan kalo mau ke Bromo tinggal melipir ke rumahnya ya. Iya nggak Mas? Bisa kan aku mampir ke rumahnya tanpa harus cari penginapan. Dan juga si unyu-unyu Silviana Apple yang mau lulus dari kuliahnya. Yuk kita do'akan adik manis ini lulus dengan nilai memuaskan. Semangat deh buat adik manis dan aku sempat terharu mendengar sepenggal kisahmu tentang cinta hiks.
![]() |
| Dokumen Silviana Apple |
Kalo mbak Nunu, aku udah pernah kenal sebelumnya pas acara kopdar di rumah Pak De Cholik. Itu pertama kali aku bertemu mbak Nunu. Senangnya bisa ketemu ama kalian semua.
Ngemeng-ngemeng tentang kehilangan nih yeee. Aku pernah kehilangan, entah itu barang, uang, pacar, ataupun yang lainnya. Namun, untuk urusan kehilangan yang ini aku merasa sangat terpukul sekali, sedihnya selama berminggu-minggu, pujaan hatiku, pelipur laraku. Siapa lagi kalau bukan Chiko, si kucing jantanku yang aku pungut dari pasar bertepatan tanggal 10 Dzulhijah, dan itupun menjadi hari lahir Chiko si kucing dengan bulu putih dan mata birunya.
Chiko tak sendirian, aku carikan teman di sekitar perumahan tempat aku tinggal. Dan akhirnya Chiko pun punya teman, setelah aku memungut kucing disekitar perumahanku saat malam hari dan kucing itu aku beri nama Oneng.
Chiko Oneng, demikian aku memanggilnya. Selama 1 tahun aku rawat mereka, dengan memberinya minum susu agar cepat besar lauk ayam yang setiap 2 hari sekali yang aku beli di pasar. Chiko dan Oneng pun perlahan mulai tambah besar. Mereka hidup layaknya saudara sendiri, bermain dan bergurau bersama. Yang paling bikin aku makjleb adalah saat aku dan suamiku pulang kerja dan mereka mendengar suara sepeda motor yang kami naiki dari jauh pasti mereka akan berlarian ke arah kami dan mengejar sepeda motor kami. Rasanya tuh kena banget dihati, makjleb hewan aja bisa seperti itu.
Suatu hari saat weekend tiba aku pulang ke kampung halamanku, Madura. Kucing-kucingku Oneng dan Chiko memang bertugas menjaga rumah. Sebenarnya aku kepikiran pada mereka, siapa yang akan memberinya makan nanti ya. Untungnya cuma 2 hari 2 malam aku dan suamiku pulang kampung, senang rasanya jika akan kembali ke perumahan karena aku akan bertemu dengan Oneng dan Chiko. Sampai rumah di Gresik, aku hanya mendapati Oneng. Mungkin Chiko lagi keluyuran seperti biasa. Sampai malam, ku tunggu kehadiran Chiko, tak ada juga. Ku buka pintu rumah, siapa tahu nanti Chiko masuk dan mengeong-ngeong memanggilku. Ternyata tetap nggak ada, sampai keesokan harinya, dan sampai besoknya lagi, besoknya lagi, dan besoknya lagi. Aku yakin, kucingku hilang. Sampai-sampai aku punya pikiran busuk sama tetanggaku jangan-jangan tetanggaku yang membuang kucingku, karena aku tahu tetanggaku nggak suka kucing dan menginginkan kucingku pergi jauh-jauh dari blok perumahanku.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, hampir sebulan aku kehilangan Chiko. Pulang kerja tak seperti biasanya, seperti ada firasat baik. Aku melihat ada 2 kucing yang aku kenal. Iya itu Oneng, tapi kucing satunya siapa ya. Subhanallah, itu Chiko. Aku memeluknya, mencium bulu putihnya. Chiko masih mengenali aku sebagai juragannya. Dia masih bertingkah manja dipelukanku walau sudah 1 bulan menghilang. Chiko. Aku sayang kamu, sayang Oneng juga, sayang suami juga.
Namun sekarang Oneng dan Chiko sudah berada di kampungku Madura
sana karena mereka nggak diinginkan berada di perumahan ini oleh tetanggaku. Tapi aku senang sekali walau mereka jauh dengan aku, aku nggak
merasa kehilangan lagi, mereka lebih bebas di desaku sana. Mereka akan puas
bermain di halaman luas milik nenekku. Oneng Chiko, aku kangen kalian disini.
Sekolah impianku adalah sekolah yang ada pengajiannya. Yah, paling nggak seminggu sekali rutin mengadakan pengajian. Mengapa aku pilih sekolah yang ada pengajiannya? agar ilmu agamaku semakin bertambah buat bekalku di dunia dan di akhirat. Agar hubunganku dengan sesama manusia memiliki adab yang lebih sopan dan menghargai satu sama yang lainnya. Jadi, nggak cuma akademik dan keahlian saja, namun agama juga penting.
Masih teringat saat pertama kali masuk SD, pulang sekolah lanjut sekolah Madrasah, menyelami agama memang indah di tambah saat menghafal nama-nama 25 Nabi, nama-nama 10 Malaikat dan tugasnya, Rukun Islam, Rukun Iman, dan masih banyak lainnya. Alhamdulillah sampai sekarang masih hafal.
Lanjut setelah lulus SD aku melanjutkan sekolah di Madrasah Tsanawiyah yang setara dengan SMP dan disitulah awal mula aku memakai jilbab. Setiap masuk kelas atau lebih tepatnya sebelum memulai pelajaran kami selalu mengaji, dan saat adzan Dhuhur kami bersiap-siap untuk sholat berjamaah dengan wali kelas kami. Selain itu kami selalu rutin mengadakan pengajian tiap minggu sekali di rumah teman-teman secara bergiliran. Pengajian ini dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 1 siang sampai pukul 4 sore dengan mengundang penceramah.
Lulus Madrasah Tsanawiyah aku melanjutkan sekolah ke SMAN 1 yang mana sekolah ini menjadi sekolah SMA favorit di kabupatenku. Mengapa menjadi sekolah favorit? karena sekolah ini menyaring siswa-siswi dari SMP/MTs yang unggul dan memiliki prestasi yang bagus. Baik dari prestasi akademis, agama, dan keahlian. Mengapa aku pilih sekolah ini? kembali lagi, karena selain ingin unggul sekolah ini selalu mengadakan pengajian tiap minggu sekali di sekolah. Dimulai dari pukul 4 sore sampai jam 7 malam setelah sholat Isya'.
Alhamdulillah setelah itu lulus dari SMA aku lanjut lagi, kuliah di Surabaya. Kampus yang menjadi cita-citaku. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. Dengan bekal masuk hanya mengandalkan nilai rapor saja, aku berhasil kuliah di kampus favoritku. Dengan adanya pengajian yang hampir setiap hari di Masjid Kampus yang selalu aku sempatkan tiap hari untuk mendengarkan pengajiannya sembari menunggu jam kuliah selanjutnya.
Selain itu mengapa Institut Teknologi Sepuluh Nopember menjadi kampus favoritku? karena selain unggul di bidang teknologi perkapalan dan robotika suasana di kampus ini sangat nyaman.Dengan banyaknya pepohonan menjadikan kampus ini sangat asri dan sejuk.
![]() |
Perpustakaan ITS menjadi saksi bisu saat aku mencari, membaca, meminjam buku-buku serta mengerjakan tugas kuliah bersama teman-teman. Kampus impianku pokoknya harus ada perpustakaannya dan harus lengkap dengan buku bacaannya.
![]() |
| Perpustakaan ITS |
Rajin datang pengajian yang hampir setiap hari. Sholat Dhuhur dan Ashar disini juga sambil menunggu jam kuliah selanjutnya. Kampus impianku pokoknya harus ada masjidnya.
![]() |
| Masjid Manarul Ilmi ITS |
![]() |
| Graha ITS |
Graha ITS tempat aku diwisuda. Mencari ilmu selama 7 semester dan akhirnya aku lulus juga dari kampus favoritku dengan embel-embel Sarjana. Dengan bekal akademis, agama, dan keahlian. Semoga aku menjadi manusia yang berakhlak dan berilmu.
Kalo aku punya duit 10 M dan aku punya cita-cita membangun sekolah dengan niat tulus ingin mencerdaskan bangsa dan memberantas buta aksara semuanya demi memajukan putra putri bangsa untuk mengharumkan Indonesia.
Aku ingin bangun sekolah TK dan SD di pedalaman dan pinggiran. Mengapa sih milih TK sama SD? Karena anak dengan usia segitu (TK dan SD) masih peka pikirannya, masih fresh daya ingatnya, masih baik merekam semuanya. Pokoknya serba wah anak usia segitu.
![]() |
Mengapa juga harus di pedalaman? Karena masyarakat pedalaman dan pinggiran ternyata kurang sekali mendapatkan perhatian dari kita salah satunya dalam segi mengajar plus mendapatkan ilmu pengetahuan. Mereka sedikit sekali menerima ilmu, tak jarang jika masyarakat pedalaman dan pinggiran yang selalu kalah jika bersaing dengan masyarakat yang sudah tinggal di tempat yang sarana belajarnya lengkap, mungkin juga masyrakat ini bisa disebut masyarakat kota. 10 M, ada di genggaman. Segera aku mencari info, cari tanah berhektar-hektar luasnya, udah luas bin lebar kalau bisa harga jual tanahnya murah, paling nggak ya harus bisa di tawar lah.
Paling nggak sekolahnya ntar seperti ini ya, keren kan.
![]() |
Membangun sekolah, dengan banyak kelas yang nyaman dan luas, agar bisa menampung para siswa siswi dari penjuru manapun. Dilengkapi dengan banyak jendela, agar cahaya dan udara masuk jadi tak perlu pake lampu atau AC, intinya kita harus bisa menghemat listrik. Harus ada tempat ibadah, entah itu Masjid, Gereja, Pura.
Para siswa siswi pastinya akan menganut agama yang berbeda-beda. Nggak mungkinlah cuma 1 tempat ibadah saja, selain itu juga mengajarkan saling toleransi antara umat beragama, saling tolong menolong, dan saling menghargai. Adanya perpustakaan, dengan banyak buku serta macam-macam buku. Mulai buku pelajaran, cerita yang mendidik, resep masakan, kerajinan tangan, dan lainnya. Para siswa diajarkan berbagai ilmu pengetahuan yang tidak hanya pelajaran saja namun ilmu pengetahuan yang juga ada disekitarnya.
Para siswa siswi pastinya akan menganut agama yang berbeda-beda. Nggak mungkinlah cuma 1 tempat ibadah saja, selain itu juga mengajarkan saling toleransi antara umat beragama, saling tolong menolong, dan saling menghargai. Adanya perpustakaan, dengan banyak buku serta macam-macam buku. Mulai buku pelajaran, cerita yang mendidik, resep masakan, kerajinan tangan, dan lainnya. Para siswa diajarkan berbagai ilmu pengetahuan yang tidak hanya pelajaran saja namun ilmu pengetahuan yang juga ada disekitarnya.
Ini ada disamping nantinya, taman bermain para siswa siswi. Seger kan tamannya.
![]() |
Ada sarana bermain dan taman, agar siswa siswi tidak stress. Mereka akan merasakan rasa yang bahagia kalau belajar itu ternyata asik dan menyenangkan. Anak akan bersemangat dan rajin dalam segala hal.
Cocok buat baca buku, soalnya konsentrasi akan lebih terpacu dengan suasana seperti ini.
![]() |
Ada sarana olahrganya, seperti lapangan sepak bola, bulu tangkis, kolam renang, dan lainnnya. Hal ini agar para siswa siswi bisa berolahraga untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Jadi tak perlu mencari lapangan olahraga di luar, karena sekolah sudah punya lapangan olahraga sendiri.
Memperkaya pengetahuan tentang bahasa daerah, jadi ada sesi khusus untuk belajar bahasa daerah. Paling nggak memperkenalkan macam-macam bahasa daerah. Seperti bahasa Sunda, bahasa Jawa, bahasa Madura, bahasa Bali, bahasa Medan, dan masih banyak bahasa lainnya yang perlu kita ketahui.
Jadi nggak melulu bahasa asing yang kita pelajari, kita wajib juga mempelajari bahasa daerah negera kita sendiri. Memperkenalkan berbagai tarian dan rumah adat yang ada di Indonesia. Hal ini agar para penerus bangsa mengetahui bahwa tarian dan rumah adat di Indonesia itu beragam dan banyak. Itulah Indonesia, negara yang sangat kaya dengan SDM yang harus kaya dengan ilmu dan pengetahuan.
Memperkaya pengetahuan tentang bahasa daerah, jadi ada sesi khusus untuk belajar bahasa daerah. Paling nggak memperkenalkan macam-macam bahasa daerah. Seperti bahasa Sunda, bahasa Jawa, bahasa Madura, bahasa Bali, bahasa Medan, dan masih banyak bahasa lainnya yang perlu kita ketahui.
Jadi nggak melulu bahasa asing yang kita pelajari, kita wajib juga mempelajari bahasa daerah negera kita sendiri. Memperkenalkan berbagai tarian dan rumah adat yang ada di Indonesia. Hal ini agar para penerus bangsa mengetahui bahwa tarian dan rumah adat di Indonesia itu beragam dan banyak. Itulah Indonesia, negara yang sangat kaya dengan SDM yang harus kaya dengan ilmu dan pengetahuan.
Kita cerdaskan bangsa melalui sekolah yang kita bangun, kita cita-citakan. Banyak anak bangsa yang merasa kurang mampu khususnya anak-anak pedalaman jika dibandingkan dengan anak-anak yang hidup dan tinggal di kota dengan fasilitas yang memadai.
Oh ya tenang aja semuanya gratis kok sekolahnya, tanpa bayar ini bayar itu karena cita-citaku adalah mencerdaskan bangsa dengan niat tulus ikhlas tanpa mengharapkan imbalan. Tenang aja masalah biaya kan bisa nyusun proposal, kita minta pada mereka yang emang berduit dan emang harus menyumbang demi kelancaran mencerdaskan bangsa.
Oh ya tenang aja semuanya gratis kok sekolahnya, tanpa bayar ini bayar itu karena cita-citaku adalah mencerdaskan bangsa dengan niat tulus ikhlas tanpa mengharapkan imbalan. Tenang aja masalah biaya kan bisa nyusun proposal, kita minta pada mereka yang emang berduit dan emang harus menyumbang demi kelancaran mencerdaskan bangsa.
Design-nya ntr seperti ini yang akan dibangun di lahan yang super luas :)
![]() |
Aku pengen menang di “joeyz blogiversary giveaway” karena aku ngiler ama hadiahnya. Aku pengen yang ini hadiahnya, soalnya aku kan pake kerudung jadi yang lengan panjang aja hadiahnya.
Tapi yang ini aku juga mau mbak, nggak kalah keren.
Eh, ini maruk apa nggak? nggak kan ya mbak hehehe....
Tapi semuanya hanya mimpi, bukan kenyataan. Hahaha...
Tapi semuanya hanya mimpi, bukan kenyataan. Hahaha...
Tulisan ini diikutsertakan dalam Joeyz Blogiversary-Giveaway
Hari Minggu, 7 September 2014 hari yang sangat dinanti-nanti
oleh para emak yang bergabung di KEB wilayah Surabaya, tak terkecuali aku karena
akan diadakan acara halal bihalal KEB, selain halal bihalal juga bisa di kata
kopdaran, silaturahmi, kumpul-kumpul, atau yang lainnya lah yaaaa.
Acara Halal Bihalal ini serentak diadakan di 6 kota, antara
lain Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, dan Bali.
| Mak Tatit Ujiani, ini hasil candidiku :) |
Untuk wilayah Surabaya sendiri bertempat di kediaman Mak
Tatit Ujiani, selaku tuan rumah yang baik dan tidak sombong. 18 emak tumpah
ruah menjadi satu kesatuan dan pastinya
ngobrol tanpa ada batas dan kata sungkan.
Acara yang sangat meriah menurutku, selain rame nya yang
MasyaAllah, dan narsis nya yang Naudzubillah sungguh emak-emak ini bagaikan
kehilangan umur. Maksudnya yang tua nggak merasa tua, malah semakin muda, yang
muda malah seperti ABG, duh duh kelakuan para emak memang sungguh ya.
Dengan acara tukar kado yang bungkusnya sengaja di bungkus
dengan kertas koran agar hadiahnya menjadi teka teki nantinya. Kan, penasaran
jadinya, hadiah dari siapa ya ini hehehe...
Bertabur makanan, mulai dari risoles, rengginang lorjuk, es
buah, donkin donut, es lilin, jeruk, kue, jajanan, bakso, dan lain sebagainya
bikin mata ini kalap lirak lirik menanti emak satu ambil dan yang satunya ikut
ngambil, maksudnya ngekor. Acara sharing bagaimana agar blog kita menjadi optimal,
dilirik pengunjung, dapat job review, dan lain sebagainya dibahas sampai tuntas
disini oleh Mbak Yuniari Nukti, selain itu dapat tips dan trik ngeblog yang
yahud bin gratis. Semuanya pada buka-bukaan, menceritakan semua masalah dan
pengalaman pahit manisnya ngeblog, memang sungguh indah ya jadi
blogger. Duduk manis dapat bayaran, siapapun pasti ngiler.
Gimana? cukup seru kan acara Halbi KEB untuk wilayah
Surabaya. Bukan hanya cukup seru lagi, tapi seruuuu abiz dengan tongsis maka senyum
kita akan meringis bahagia.
Keterangan : Foto-foto tersebut adalah dokumen pribadi hasil jepret sendiri dengan penuh konsentrasi
Keterangan : Foto-foto tersebut adalah dokumen pribadi hasil jepret sendiri dengan penuh konsentrasi
Hari Minggu pikiran suntuk, pengen jalan-jalan biar nggak ngantuk. Suami tak ajak cuma angguk-angguk, bikin mulutku manyun seperti pisang klutuk.
Pusing deh jadinya. Cari tempat rekreasi yang murah meriah, biar bisa hidup hemat, sekalian bisa refreshing. Biar dapat hawa-hawa segar setelah 5 hari sibuk bekerja. Akhirnya aku putuskan ke Surabaya saja. Walau jarak jauh, dengan menempuh kurang lebih 50 km aku tetap semangat, yah maklum rumahku ada di Gresik booo.
Sudah niat, bangun pagi biar bisa menikmati udara segar selama diperjalanan. Berangkat dengan si Repo Hitam, aku dan suami ngacir. Sebelumnya, isi bensin dulu sampe full biar ntar nyantai nggak usah cari SPBU. Isi full cukup bayar 18.000 doank.
Aku mau ke Kenjeran, letaknya ada di Surabaya Utara. Mengapa aku pilih tempat itu. Karena, aku suka pantai. Kenjeran sudah cukup di kenal. Hari Minggu biasanya pantai Kenjeran ramai pengunjung, mulai dari anak-anak (balita), ABG, emak-emak, bapak-bapak, sampe engkong dan encing semuanya tumpah ruah berkumpul di pantai ini.
Karcis masuknya murah meriah loh, cuma 4.000 doang per orang. Jadi, bayar 8.000 kan aku bareng suami. Karcis sepeda motor si Repo Hitam cuma 2.000. Sebelum masuk, mendingan beli yang dingin-dingin dulu ah, beli ice cream yang cuma 3.000 biar hemat cukup beli satu saja deh, terus makannya satu buat berdua saja.
Disana ada bapak-bapak yang nawarin naik perahu ke tengah laut. Uniknya di tengah laut sana kita akan mendarat di pulau pasir. Iya, seperti daratan pasir gitu, biasanya kan kalo tengah laut itu dalam, nah kalo ini nggak, malah dangkal karena ada pasirnya, makanya disebut pulau pasir.
Per perahu di minta 25.000 untuk sewanya itupun dengan tawar menawar yang alot sama si bapak pemilik perahu. Akhirnya tawar menawar berbuah hasil, kena 25.000 untukItu sudah PP. Jadi biar hemat mendingan ajak 3 orang lagi buat ikutan. Aku, suami dan 3 penumpang lainnya, bersiap-siap naik perahu menuju pulau pasir. Dan kami (aku dan suami cukup bayar 10.000 saja, per orang kena 5.000).
Per perahu di minta 25.000 untuk sewanya itupun dengan tawar menawar yang alot sama si bapak pemilik perahu. Akhirnya tawar menawar berbuah hasil, kena 25.000 untukItu sudah PP. Jadi biar hemat mendingan ajak 3 orang lagi buat ikutan. Aku, suami dan 3 penumpang lainnya, bersiap-siap naik perahu menuju pulau pasir. Dan kami (aku dan suami cukup bayar 10.000 saja, per orang kena 5.000).
Perut udah nggak bisa diajak kompromi, yang pada akhirnya aku mencari warung. Sekedar menghilangkan penat, aku nikmati pantai dengan membeli bakso dan lontong balap, tak lupa sate kerangnya, ditambah es degan dan 1 botol air mineral.
Habis dimanja dengan berbagai macam kuliner dan jajanan yang ada di sepanjang jalan saat berjalan-jalan di area tempat wisata itu, aku menikmati para penjual souvenir. Souvenir yang dijual adalah kerajinan laut, seperti, cangkang kepiting, umang, kerang, dan lainnya. Aku nggak beli, cuma lihat-lihat aja, tertarik sih tapi lihat isi dompet nggak mungkin.
E tapi ada juga yg murah meriah loh. Bros nya 3 biji cukup bayar 5.000 saja. Akhirnya aku beli deh lumayan juga kan. Dan, yang paling aku tunggu, adalah beli ikan bakarnya loh murah meriah. 1 tusuknya cuma 2.000, aku beli 5 tusuk buat makan ntar malam, jadi cukup bayar 10.000 doank.
Habis gitu, aku lihat paralayang yang ada disekitar pantai kenjeran, seru banget loh. Habis puas main dan jalan-jalan dikawasan itu akhirnya pulang deh. Bye-bye Pantai Kenjeran. Lanjut pulangnya, masih mampir ke Monumen Tugu Pahlawan, sekedar melipir lah ya dan foto-foto. Nggak pake karcis pula, kan bisa hemat cynt.
Sekedar jalan-jalan saja disekitar kawasan ini. Cukup 30 menit sudah puas banget loh, ayuk-ayuk ke Tugu Pahlawan, sekalian mampir ke museumnya, disana ada banyak foto sejarah loh.
Capek beud dan akhirnya pulang buat istirahat di rumah besok kan harus kerja lagi. Uang yang tadi 100.000 bisa memuaskan hasratku untuk jalan-jalan, dan masih sisa 20.000. Lumayan lah untuk emak-emak seperti aku, buat beli beras kan lumayan ya.
Eh, iya, buat beli beras buat makan ntar malam dengan ikan panggang yang dibeli di pantai Kenjeran. Beli beras 2 kg deh cuma bayar 17.000. Sekilonya cuma 8.500. Sisa 3.000 masih. Di tabung aja, ntar biar jadi kaya. Yuk, di itung-itung lagi yuk semua biayanya.
Beli bensin sepeda motor : 18.000
Karcis sepeda motor : 2.000
Beli ice cream cone : 3.000
Karcis masuk 2 orang : 8.000
Naik perahu 2 orang : 10.000
Makan lontong balap : 8.000
Makan bakso : 8.000
Es degan : 4.000
Air mineral (botol) : 4.000
Beli bros : 5.000
Beli ikan panggang 5 tusuk : 10.000
Beli Beras 2 kg : 17.000
Total : 97.000
Sisa : 3.000 (ditabung)
Nah gimana jalan-jalanku di Kota Surabaya? seru kan. sekalian belanja buat di rumah. Kalian punya cerita juga? yuk ceritakan di blog jalan-jalan kalian biar semuanya pada tau.
Salam,
Dwi Puspita
Salam,
Dwi Puspita
Aku punya ponakan, namanya Jasmine. Anak kakakku yang nomor 2. Dari tujuh keturunan, ehmmm maksudnya turun temurun nggak ada yang super duper sayang ama kucing ya cuma aku doank aja yang kebangetan sayangnya ama binatang ini. Tauk juga kenapa aku sayang, mungkin karena binatang peliharaan Nabi Muhammad ya. Nah ini yang buat aku suka sama nih anak. Ternyata dia nurun aku, suka kucing juga sampe ama emaknya dimarahi, nggak boleh deket-deket ama kucing, katanya kucing sumber penyakit.
Tapi namanya juga anak kecil, dibilangin ama emaknya sama aja boong masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Si Jasmine tetep sayang ama kucing sebagai onty nya aku cuma cekikan ah ternyata kamu nurun aku juga anak manis, sayang kucing. Okelah, aku jadi sayang ama kamu. Sini-sini peluk kucingnya. Ntar kalo main, main sama Oneng aja ya.
Hari ini waktuku agak luang, bisa dikatakan banyak banget luangnya. Emang sengaja semua pekerjaan aku kerjakan pake ngebut, intinya biar aku bisa leha-leha di meja kerja dan mencari sedikit inspirasi buat rumah tercinta. Aku mau mencari berbagai model rumah, sedikit mau aku renovasi rumahku. Mumpung ada sedikit rezeki dari Allah, ini nih hasil dari internet berbagai gambar model rumah yang aku taksir. Model jendelanya seperti yang ini aja ya, soalnya jendelaku emang modelnya begini. Jadi biar nggak beli kusen jendela lagi lebih baik aku permak dengan hanya membeli cat kayu saja. Terus aku kan suka tanaman, boleh juga tuh tanamannya dijadikan contoh.
Lalu untuk renovasi depan rumahnya gimana? Sepertinya model-model ini yang simple dan sedikit mengeluarkan uang. Boleh juga ya, dicontoh model beginian.
Dan sepertinya untuk dapur aku pengen yang ini saja ya boleh juga sepertinya. Bersih banget kan, warna birunya juga menyala.
Kalau kalian, waktu luang dibuat apa sekarang?
Jalan-jalan, sering aku lakukan setiap kali ada uang. Ada uang dan hari libur. Itu udah klop banget. Jalan-jalan nggak bawa uang rasanya kurang pas, bagai sayur tanpa garam rasanya. Pengen ini itu harus ditahan kalo kita hanya modal bawa dompet saja tanpa ada isinya.
Jalan-jalan biasanya aku habisin di mall, lalu setelah itu aku melipir ke taman-taman kota. Kalian tau kan, kalau Kota Surabaya banyak sekali Taman Kotanya. Kita tinggal pilih mau ke Taman yang mana, disana kita bisa menikmati indahnya kota, sambil memesan segelas kopi pada penjual yang menjajakan dagangan pada para pengunjung taman.
![]() |
| koleksi pribadi |
Foto ini aku ambil saat aku pulang kampung. Aku jepret moment ini saat memasuki pulau Madura. Aku naik sepeda motor berdua dengan suami, berhenti sejenak melepas lelah di sebuah gardu di pinggir jalan dan ketika itu aku melihat Jembatan Suramadu dari jauh sana. Subhanallah indah banget ya. Untuk perjalanan dari tempat ini ke rumahku akan memakan waktu 2,5 jam lagi menggunakan sepeda motor dengan kecepatan 60km/jam itupun udah diakumulasi kena pasar tumpah dan lampu merahnya si rambu-rambu lalu lintas. Kalian sudah pernah melewati Jembatan Suramadu? Kalau pake sepeda motor, kita cukup bayar 3.000 rupiah dan kalau pake mobil bayarnya 30.000 rupiah saja. Apakah sudah murah menurut kalian?
BACAAN YANG PALING DICARI
-
Sudah sejak lama saya mengidamkan smartphone dengan memori yang mumpuni, tujuannya agar saya bisa mengunduh aplikasi yang sangat penting d...
-
Memiliki smartphone canggih bukan mimpi lagi, karena produsen smartphone kini mulai berlomba-lomba memberikan kelebihan dari masing-masing t...
-
Webinar kali ini memang saya tunggu, temanya sangat ngena banget apalagi masa pandemi seperti ini kegiatan saya hanya bengong di rumah saja....
-
Assalamualaikum sahabat Dwipita, Tak terasa sudah 3 tahun saya resmi menjadi ibu rumah tangga. Semenjak resign dari kantor pemerintaha...
-
Assalamualaikum Mama, di artikel ini saya mau bercerita tentang pengalaman pribadi saya mengatasi ruam popok pada si kecil. Karena ini pula ...
-
Assalamualaikum para pembaca setia blog www.dwipuspita.com, semoga teman-teman dalam keadaan sehat dan bahagia selalu. Dalam tulisan kali in...
-
Sadar nggak sih, kalau kita tuh sekarang terlalu banyak berteman dengan radikal bebas? Bagaimana nggak berteman, setiap hari kita menghirup ...
-
Tinggal di perumahan yang aksesnya mudah untuk pergi kemana-mana memiliki kebahagiaan tersendiri bagi saya. Salah satunya tempat belanja keb...
-
Assalamualaikum pembaca www.dwipuspita.com, Kali ini saya mau sharing kepada kalian semua masalah anak. Pasti sebagai orang tua sangat b...
-
Assalamualaikum para pembaca dwipuspita.com Beberapa hari yang lalu saya dan suami sempat ngobrol tentang masa depan anak saya, apalag...







.jpg)
.jpg)


.jpg)






















.jpg)


.jpg)


