Bunda Tidak Perlu Khawatir Lagi Karena Sirop Obat Aman Untuk Anak

Assalamualaikum buibu, kali ini saya mau cerita. Beberapa hari ini saya mengikuti berita tentang sirop untuk anak yang lagi ramai itu loh. Alhamdulillah... bahagia tak terkira saat mendengar "Sirop Obat Aman Untuk Anak". Ya gimana ya, namanya punya anak yang kalau sakit selalu saya kasih sirop. Jujur, semenjak ada kasus gagal ginjal massal pada anak akibat penggunaan sirop pada bulan Oktober 2022 kemarin tuh saya ketar ketir takut anak saya terjangkit penyakit tersebut. Tapi Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa pada anak saya, bersyukur banget deh pokoknya. Semenjak itu saya bingung, gelisah saat anak sakit harus diberikan apa, karena selama ini sirop menjadi andalan saat anak-anak saya sakit. Penggunaan sirop untuk anak saat sakit menurut saya praktis banget, tinggal tuang sesuai anjuran dan takaran pada anak.

Sirop obat aman


Mengapa sirop obat saya bilang praktis, ya karena tinggal beli di Apotek terdekat dan langsung minumkan ke anak sesuai takaran. Biasanya 2-3 hari anak saya langsung sembuh. Biasanya sirop obat yang saya pakai adalah sirop obat penghilang panas/deman dan untuk batuk anak.

Semenjak ada kasus gagal ginjal akut pada anak saya mulai concern dan ikutin terus update beritanya salah satunya melalui media sosial GPFI (https://www.instagram.com/gpfarmasi.id/).


Gp farmasi indonesia



Gagal ginjal akut pada anak (GGAPA) adalah gangguan yang sudah ada sejak lama, namun belakangan ini semakin ditakuti ketika untuk pertama kalinya dalam sejarah di Indonesia terjadi lonjakan penderita secara masal selama periode Januari 2022 hingga Oktober 2022.

Fyi, lebih dari 30 tahun Industri Farmasi Nasional yang bekerja di bawah pengawasan regulator Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menyediakan lebih dari 90% kebutuhan obat yang diproduksi oleh industri swasta nasional dan BUMN.

Semenjak kasus Gagal Ginjal Anak Masal (GGAM) yang disebabkan oleh tercemarnya sirup obat diumumkan pada Oktober 2022 lalu, seluruh instansi dan organisasi terkait telah melakukan investigasi dan evaluasi ulang secara menyeluruh dan menyimpulkan bahwa satu-satunya penyebab kasus GGAPA yang terjadi akibat sirup obat adalah karena adanya cemaran bahan pelarut Propilen Glikol (PG) / Propilen Etilen Glikol (PEG) yang diganti dengan Etilen Glikol (EG)/ Dietilen Glikol (DEG) oleh satu oknum perusahaan supplier kimia. Namun hingga saat ini, pemberitaan yang gencar terkait kasus sirup obat ini yang masih meresahkan masyarakat.


Sirop obat aman untuk anak

Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengundang seluruh pihak terkait, dengan tujuan menginformasikan kepada masyakarakat bahwa pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan BPOM dan Kepolisian sudah melakukan proses yang menyeluruh untuk memastikan bahwa tidak ada lagi penyebab pencemaran pelarut obat sirup yang berpotensi menyebabkan GGAM. Acara Dialog Interaktif Kesehatan "Sirop Obat Aman Untuk Anak" yang diadakan di Royal Kuningan Hotel, Jakarta pada tanggal 21 Maret 2023.

Dihadiri oleh Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI), Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dan Pakar Farmakologi.

Narasumber dalam dialog interaktif #SirupObatAman untuk anak antara lain :
  1. Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt., M.A.R.S. selaku Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Direktorat Jendral Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI
  2. Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M. Pharm selaku Direktur Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor & Zat Adiktif (ONPPZA) dan Plt. Direktur Registrasi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
  3. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp. A(K) selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia
  4. Apt. Noffendri Roestram, S.Si selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
  5. Prof. Apt. I Ketut Adnyana, Msi., Ph.D selaku Guru Besar Farmakologi – Farmasi Klinis, Institut Teknologi Bandung

Sirop obat anak sudah aman

Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M. Pharm selaku Direktur Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor & Zat Adiktif (ONPPZA) dan Plt. Direktur Registrasi Obat, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia menjelaskan bahwa dalam penanganan kasus cemaran EG/DEG yang ditemukan dalam sirop obat sejak Oktober 2022, BPOM telah melakukan langkah-langkah antisipatif, seperti intensifikasi surveilans mutu produk, penelurusan dan pemeriksaan terhadap sarana produksi dan distribusi, hingga pemberian sanksi administratif, termasuk melakukan verifikasi pemastian mutu terhadap sirop obat yang beredar. Upaya-upaya penindakan juga terus dilakukan terhadap sarana produksi dan distribusi jika terdapat unsur pidana bidang kesehatan. Daftar produk sirop obat yang aman untuk dikonsumsi selama mengikuti aturan pakai, kini bisa dilihat di website /sosmed BPOM atau melalui kanal publikasi resmi BPOM lainnya. Masyarakat, pasien, fasilitas layanan kesehatan dan dokter diminta untuk tidak lagi khawatir dan ragu.

Sirop obat aman


Dalam kaitannya dengan GGAPA, Prof. apt. I Ketut Adnyana, Msi., Ph.D selaku Guru Besar farmakologi – Farmasi Klinis, Institut Teknologi Bandung, menjelaskan bahwa kasus GGAPA pada tahun lalu terjadi karena adanya intoksikasi obat yang tercemar oleh EG/DEG yang melebihi ambang batas sehingga berdampak masal. Namun perlu diketahui bahwa GGAPA bisa disebabkan oleh berbagai faktor lainnya (multifactorial) seperti status kesehatan pasien (riwayat penyakit), alergi terhadap suatu bahan tertentu, infeksi (termasuk Covid-19), status nutrisi (dehidrasi), obat, makanan, logam berat, toksikan (EG/DEG dari berbagai sumber), dan lain sebagainya.

Sirop obat aman

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) menyampaikan hal yang hampir sama, beliau mengatakan bahwa GGAPA sudah ada sejak lama, sehingga perlu investigasi mengenai penyebab GGAPA jika kasus yang terjadi hanya individual.

Fakta sudah berbicara bahwa hasil verifikasi ulang produk sirop obat oleh BPOM per November 2022 lalu sudah aman, sehingga produk sirop obat yang sudah dirilis kembali oleh BPOM, bisa diresepkan kembali oleh dokter dan bisa dikonsumsi masyarakat dengan tenang selama mengikuti aturan pakai.

Sirop untuk anak aman


Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, apt. Noffrendi Roestram, S.Si mengemukakan pengalaman apoteker dalam menerima keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses sirop obat yang belum boleh beredar dan panjangnya proses mendapatkan obat puyer, selama periode penarikan sementara sirop obat tahun lalu. Namun dengan tidak adanya lagi kasus GGAPA masal sejak dirilisnya produk sirop obat oleh BPOM bulan Desember tahun lalu membuktikan keamanan produk tersebut. Dengan demikian pasien dan orangtua tidak perlu lagi khawatir dan dianjurkan untuk membeli sirop obat di apotek resmi, baik yang berdasarkan resep dokter ataupun untuk pembelian obat bebas.

Sirop obat aman


Tirto Kusnadi selaku Ketua Umum GP Farmasi menutup dengan kesimpulan yang diambil dari hasil Dialog Interaktif Kesehatan yang digelar hari ini. Pertama, ada 2 faktor penyebab GGAPA. Yang pertama adalah GGAPA individu yang terjadi karena faktor medis individu tersebut dan yang kedua adalah gagal ginjal anak masal yang ditandai dengan terjadinya sejumlah besar kasus secara bersamaan, yang disebabkan karena terjadinya pencemaran. Yang kedua, dengan sudah dinyatakannya oleh otoritas kesehatan yang berwenang bahwa sirop obat yang sudah melalui verifikasi ulang dan sudah dirilis oleh BPOM adalah sirop obat yang aman, maka Dokter Spesialis Anak tidak perlu ragu lagi untuk meresepkan sirop obat kepada pasien dan masyarakat juga bisa kembali menggunakan sirop obat dengan mengikuti aturan pakai. Yang terakhir, Tirto Kusnadi kembali mengingatkan kepada anggotanya agar tetap disiplin dalam menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Benar (CPOB) dan Cara Distribusi Obat yang Benar (CDOB).

Hal ini bertujuan untuk meyakinkan masyarakat dan semua asosiasi medis, bahwa obat sirup yang sudah diumumkan sebagai aman oleh BPOM memang sudah terbukti aman dan dapat segera kembali digunakan sebagai obat paling bersahabat untuk anak dan bayi Indonesia.

Nah, sekarang buibu tidak perlu khawatir lagi dengan penggunaan sirop obat untuk anak saat anak sakit ya, karena sirop obat aman untuk anak.

Salam,
Dwi Puspita

1 comment:

  1. alhamdulillah obat sirup aman dikonsumsi anak saat sakit yaa selama masuk daftar yang telah diuji BPOM.

    ReplyDelete

Yuk berkomentar :)