Tumpengan

Tumpengan, pernahkah kalian mendengarnya. Biasanya acara tumpengan ini adalah bentuk rasa syukur kita karena telah diberi sesuatu atau karena pencapaian sesuatu mungkin bahasa yang paling pas adalah "selametan". Entah itu "selametan" ulang tahun, dapat pekerjaan, naik pangkat, mobil baru, rumah baru, dan masih banyak lainnya yang intinya kita juga ingin berbagi kebahagiaan kepada saudara, teman, dan tetangga atas apa yang kita peroleh.

Seperti halnya aku, saat sudah menempati rumah baru awal September 2012 aku ingin mengadakan selametan. Akhirnya pada hari Rabu, tanggal 6 Februari 2013 aku selametan rumah baru dengan memesan nasi tumpeng. Salah satu temanku menjadi pemimpin do'anya. Selesai do’a kita semua memulai makan bersama. Alhamdulillah acaranya lancar, nasi tumpengku habis bersih sih sih tak tersisa. Berharap nantinya Allah melancarkan dan mempermudah semua hajat aku dan suamiku. Pastinya semuanya butuh usaha dan do'a.




Ngomong-ngomong tentang Tumpeng, ternyata Tumpeng memiliki makna simbolis tersendiri. Sajian khas dengan bentuk kerucutnya ini sudah mulai tersebar dari desa ke kota dan dijumpai dalam setiap perayaan ternyata memiliki arti dari tiap bentuk-bentuknya. Nasi tumpeng yang berbentuk kerucut layaknya gunung, dimana nantinya gunung memiliki makna menempatkan Pencipta pada posisi puncak, tertinggi, yang menguasai alam dan manusia.

Nasi tumpeng ditempatkan di tengah dikelilingi oleh lauk pauk, penempatan ini adalah simbol gunung dan tanah yang subur yang disekelilingnya dipenuhi dengan hasil alam yang tumbuh subur. Melambangkan kesejahteraan, hubungan manusia dengan alam.

No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)