Aku bukan anak ASI

Mungkin pemikiran orang zaman dulu ama zaman sekarang berbeda-beda. Temanku yang baru saja melahirkan pas aku tanya dikasih makan apa anaknya nantinya, dia jawab akan dikasih ASI sampai usia 2 tahun tanpa makanan pendamping ASI. Aku manggu-manggut aja tanda mengerti yang sebenarnya belum begitu mengerti , toh aku juga masih bingung mau dikasih apa nantinya anakku lagian juga aku belum pengalaman melahirkan dan punya anak. Kata dia, jika anak diberi ASI sampai usia 2 tahun itu bagus toh ASI sudah mencukupi kebutuhan gizinya tanpa perlu diberi makanan pendamping. Insyaallah anak akan merasa kenyang dan kebutuhan gizinya sudah mencukupi.

Tak lepas dari itu, aku kemudian tanya ke ibuku melalui via telpon tentang makanan apa yang ibu berikan saat aku masih bayi. Dengan panjang lebar ibu menceritakan bahwa dulu saat aku bayi ASI ibu hanya sedikit yang keluar, sampai akhirnya aku menangis karena kehausan. Kemudian ibu memberikan aku susu formula yang sesekali aku diberikan ASI jika ASI ibu kembali lancar. Namun tak berlangsung lama ASI ibu tidak lancar lagi walaupun sudah memakai daun katuk yang kegunaannya memperlancar ASI. Akhirnya susu formulalah yang menjadi pilihan ibu sebagai minuman jika aku sudah mulai menangis karena kehausan.

Cuma susu formula saja kataku pada ibu. Ibu jawab tidak, jadi selain susu formula ibu memberikan bubur dan pisang yang dihaluskan untukku. Sejak usia 2 bulan aku sudah merasakan makanan pendamping ASI itu. Selain itu ibu kadang memberiku buah papaya agar BAB ku tiap pagi lancar. Aku sempat adu argument sama ibu kalau usia segitu jangan dikasih makanan yang terlalu kasar lambung bayi takutnya nggak kuat, kalau ada apa-apa kan jadi berabe. Ibuku menjawab dengan santai, “lah emang kamu sekarang punya penyakit pencernaan apa? coba cek ke dokter pencernaanmu ada masalah nggak? lambungmu ada yang luka nggak? kalau luka ntar bilang ke ibu ya”. Aku langsung menjawab tidak, Alhamdulillah masih diberi kesehatan sama Gusti Allah masih belum punya penyakit pencernaan dan semoga saja tidak akan pernah mengalami.
Ibu juga bilang kalau usia 3 bulan aku sudah bisa ngoceh, anak teman ibu yang bulan dan tahun kelahirannya juga sama seperti aku masih belum bisa ngoceh sedahsyat aku. Malah usia 7 bulan gigiku udah mulai tumbuh, umur 8 bulan sudah pintar merangkak, dan umur 1 tahun udah bisa jalan.

Ah, ibu …ceritamu membuatku berlinang air mata. Masih ingat dengan semua yang pernah aku alami. Tak luput semua cerita bayiku kau ceritakan. Mulai dari belum bisa apa-apa sampai bisa apa-apa. Toh walaupun aku cuma merasakan ASImu yang hanya tak seberapa jika dibandingkan susu formula aku masih bisa aktif seperti bayi lainnya yang diberi ASI. Namun perjuanganmu mengasuhku itulah yang memberikan aku kekuatan sampai sekarang.

Jadi intinya semua itu pemberian Allah. Kalau Allah memberikan kesehatan Insyaallah akan sehat. Toh jika ASI ibu lancar nggak mungkin lah ibu tega kasih kamu susu formula dan bubur pisang itu. Mana ada orang tua yang tega ngasih anaknya makanan pendamping jika ASI lancar. Semua orang tua sudah memikirkan masak-masak untuk kesehatan anaknya. Percayalah, semuanya sudah ada yang mengatur dan kembalikan lagi kepada Allah. Semoga kelak kalau kamu punya anak bisa menjadi ibu yang baik yang bisa mendidik anak-anak menjadi manusia berguna.

Terima kasih bu. Semoga Allah yang membalas semua kebaikan ibu. Walaupun aku bukan anak ASI tapi aku bangga karena aku menjadi anak sehat. Terima kasih karena kau masih menyimpan dan mengingat kenangan indah itu disaat aku masih bayi.



No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)