Ideku untuk Suramadu

Dokumen Pribadi

Sekitar bulan Juni 2014 kemarin, aku cuma mendengar selintingan bahwa ada mahasiswa berunjuk rasa disekitaran pintu tol Jembatan Suramadu di sisi Kabupaten Bangkalan. Ternyata mahasiswa yang berunjuk rasa tersebut adalah Himpunan Mahasiswa Islam. Unjuk rasa tersebut adalah aksi dimana mereka ingin BPWS dibubarkan akibat tidak adanya perubahan selama 6 tahun ini. Mereka (Himpunan Mahasiswa Islam) menilai bahwa pembangunan Jembatan Suramadu masih tetap stagnan untuk sisi Madura.

Dokumen Pribadi

Lah, gimana nggak stagnan, maaf nih maaf ya... aku sebagai orang Madura yang selalu wira-wiri dan melihat bangunan Jembatan Suramadu setiap bulannya saat pulang kampung ataupun balik merantau selalu ada perubahan, entah itu jalannya ataupun yang lainnya. Dulu saat aku masih kuliah, di awal peresmian Jembatan Suramadu saja (sepekan Jembatan Suramadu diresmikan) aku mendengar ada kabar bahwa baut dan lampu yang ada di pinggiran Jembatan Suramadu saja hilang. Terus baru-baru ini aku membaca berita bahwa sulitnya pembebasan lahan di sisi Madura. Ya, gimana nggak stagnan la wong pembebasan lahan aja rumitnya minta ampun. Si warga mempunyai patokan harga sendiri, sedangkan pihak BPWS menaksir harga tanah sesuai NJOP dan hasil taksiran tim operasional ya kalau caranya seperti ini kapan selesainya.


Dokumen Pribadi

Untuk aku sendiri yang setiap bulan melewati Jembatan Suramadu untuk pulang kampung ke Kabupaten Pamekasan merasakan adanya perubahan tersebut. Dulunya memang di jalanan Jembatan Suramadu sisi Kabupaten Bangkalan masih belum ada lampu penerangan jalan sampai ke pertigaan Tangkel. Gelap gulita, yang ada hanya bantuan cahaya dari kendaraan bermotor, itupun aku selalu meminta bantuan cahaya mobil agar tidak terjadi hal-hal yang tidak aku inginkan. Namun saat bulan kemarin pulang kampung jalanan di sepanjang Jembatan Suramadu sisi Madura sekarang sudah terang benderang dengan adanya cahaya lampu-lampu. Kendaraan pun banyak yang melewati jalur itu di malam hari, kemungkinan angka kerawanan sangat kecil jika dibandingkan pada saat lampu belum ada. Kalau aku beri penilaian kerja BPWS sudah cukup bagus untuk hal ini.


Berikut adalah beberapa gambar sisi Madura dengan lahan kosongnya. Padahal kawasan ini sangat prospek jika dibangun tempat-tempat umum lainnya. Seperti masjid, pertokoan/supermarket, SPBU, pergudangan, tempat rekreasi seperti contohnya Pantai Impian Jaya Ancol dan Pantai Losari.


Dokumen Pribadi
 Oke lanjut...


Pulau Madura itu harus dieksplor, dipromosikan, entah itu membuat slogan yang mudah diingat oleh masyarakat. Madura juga ingin maju seperti daerah-daerah lain toh Madura juga nggak kalah kerennya dengan daerah lain dalam urusan pariwisata, kuliner, batik, dan kebudayaan. Dan pastinya sudah tau kan kalau Pulau Madura ini dikelilingi pantai.

Pantai-pantai di Madura tersebar dari ujung barat, timur, utara, dan selatan Pulau Madura. Dari ujung barat Kabupaten Bangkalan sampai ujung timur Kabupaten Sumenep. Namun ada beberapa dari pantai tersebut yang terpolusi oleh sampah-sampah rumah tangga. Seharusnya masyarakat sadar akan hal itu dan masyarakat sekitarlah yang wajib melestarikan kebersihan di sekitar pantai.

Tidak hanya berbicara salah satu pantai kotor yang ada di Pulau Madura. Madura memiliki hanya satu jalan provinsi (jalan utama) yang menghubungkan antar kabupaten di Madura. Jalan yang sudah cukup baik jika dibandingkan tahun-tahun yang lalu. Namun kadangkala ada sesuatu yang menghambat perjalanan kita dengan adanya pasar tumpah dan sumbangan masjid yang ada disetiap daerah. Inilah yang sangat menggagu para pengendara jika akan menuju Sampang, Pamekasan, maupun Sumenep.

Jujur saja, memang untuk urusan keindahan Jembatan Suramadu berkurang. Lampu yang biasanya berwarna-warni di pancang tengah Jembatan kini sudah tidak dioperasikan lagi mungkin dikarenakan biaya operasional yang sangat mahal. Padahal itulah salah satu sisi keindahan dari Jembatan Suramadu pada malam hari.


Dokumen Pribadi










Sumber : google.com

Taman yang ada dipinggiran jembatan baik itu di sisi Surabaya atau Madura sudah mulai ada dan ini pun sudah dipakai anak-anak bermain, para muda-mudi bermesraan, dan para orang tua yang menemani anaknya bermain.




Untuk infrastuktur seperti jalan, terminal barang dan terminal penumpang, lapangan udara, pelabuhan laut, jaringan komunikasi, ketersediaan listrik untuk industri menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam mendukung semuanya dan pemerintah daerah harus benar-benar mempromosikan daerahnya kepada investor asing maupun domestik.

Untuk PKL yang ada di Madura hendaknya diperhatikan lagi untuk mendukung keindahan wisata Jembatan Suramadu. Karena para wisatawan pada umumnya berhenti di PKL ini untuk membeli oleh-oleh khas Madura seperti batik Tanjung Bumi dari Bangkalan dan Batik Pamekasan. Selain Batik juga masih banyak oleh-oleh khas Madura antara lain petis Madura, kerepek tette, rengginang lorjuk, keripik Singkong Sumenep, keripik gayam, kering lorjuk, dan masih banyak lainnya.


Dokumen Pribadi

Selain PKL hendaknya disediakan juga tempat kuliner, kita tahu bahwa kuliner di Madura itu banyak sekali salah satunya adalah bebek Sinjay yang udah mulai terkenal dimana-mana. Padahal kuliner di Madura itu banyak ada Soto Sumenep yang daging sapinya maknyus, lontong kikil, bebek songkem, campor lorjuk, dan rujak petis Madura.



Adanya Masjid di pintu keluar tol Suramadu sisi Madura juga sangat perlu, paling tidak di sisi kanan kiri harus ada masjid jadi para pengendara tidak akan bingung mencari tempat beribadah ataupun sebagai tempat istirahat jika sudah memasuki wilayah Madura ataupun akan keluar dari wilayah Madura mengingat bahwa Madura penduduknya sangat agamis. Belum adanya masjid dari pintu keluar tol sisi Madura hingga pertigaan Tangkel digunakan para penduduk membuka bisnis ponten dan mushola umum dimana jika kita memakai fasilitas tersebut harus membayar sesuai fee yang sudah ditetapkan.

Adanya tempat wisata menggunakan perahu seperti di Jembatan Ampera. Mengingat jembatan Suramadu juga tak kalah kerennya jika dibandingkan jembatan-jembatan yang ada di Asia. Pastinya akan banyak wisatawan yang ingin menikmati kerlap-kerlip lampu yang menawan dari Jembatan Suramadu ini.


Adanya hotel atau penginapan lainnya, karena pastinya jika sudah terencana dengan matang Jembatan Suramadu akan menjadi tempat wisata terkenal, selain itu adanya blog sebagai media promosi, dukungan pemerintah daerah setempat, infrastuktur yang serba lengkap pastinya juga akan membawa Madura ke kancah Internasional. So, mulai sekarang yuk kita bangun Suramadu bersama agar Madura juga bisa dikenal dimana-mana karena keindahan yang dimilikinya.

No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)