Ini Cara Agar Tetap Berduit Setelah Lebaran

Alhamdulillah bisa bertemu lebaran lagi tahun ini, semoga tahun depan bisa bertemu lagi dengan hari nan fitri ini. Lebaran memberikan banyak kesan bagi saya, mudik, pulang kampung, bertemu dengan keluarga, dan incip-incip makanan emak di kampung. Lebaran juga tempat untuk saling memaafkan dan berbagi kebahagiaan dengan seluruh keluarga.

Lebaran kadang memiliki tradisi unik di beberapa daerah, yaitu bagi-bagi uang. Sebenarnya tidak masalah dengan tradisi seperti ini, karena dengan cara ini kita saling berbagi kebahagiaan dengan anak-anak kecil dan orang-orang yang memang membutuhkan. Asalkan kita cermat dalam mengatur dan mengelola keuangan, jangan sampai setelah lebaran kita kehabisan uang gara-gara kita sendiri tidak bisa mengatur keuangan kita.


Resolusi lebaran saya yang pertama pastinya adalah mudik alias pulang kampung halaman bertemu dengan emak dan sanak saudara. Pastinya mudik juga butuh uang, biaya transportasi ataupun BBM bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi.


Siapkan Dana Mudik

Sebelum mudik, hendaknya dipersiapkan dan dihitung secara cermat berapa banyak jumlah uang untuk ongkos transportasi yang dibutuhkan atau hitung juga berapa banyak nominal yang harus diprsiapkan untuk isi BBM dan kebutuhan lainnya saat membawa kendaraan pribadi. Selain ngitang-ngitung uang untuk mudik lebih baiknya juga kita sudah mempersiapkan uang yang nantinya akan dibawa balik lagi. Hal ini juga sangat penting agar kita bisa memanage kebutuhan dikampung dan menjaga keuangan tetap stabil setelah lebaran.

Bagi-Bagi Uang

Resolusi lebaran saya selanjutnya adalah bagi-bagi uang. Siapkan uang yang nantinya akan dibagi-bagikan pada hari Lebaran. Biasanya target adalah anak kecil, anak yang masih sekolah dan masih belum dapat pekerjaan atau orang-orang yang membutuhkan. Biasanya saya selalu menghitung jumlah saudara, sepupu, ponakan, tetangga dari pihak keluarga saya dan keluarga suami. Dengan cara ini pula saya bisa tau berapa nantinya uang yang saya butuhkan dan akan saya tukarkan ke Bank dengan nominal sesuai yang kami butuhkan. 


Beli Oleh-Oleh
Beli oleh-oleh seperlunya adalah resolusi lebaran saya yang ketiga. Untuk oleh-oleh pastinya saya harus membawa buat orang tua dan mertua. Oleh-oleh yang saya beli biasanya yang memang nggak ada dikampung halaman.

Mengapa saya bawa oleh-oleh seperlunya? karena saya sudah memprediksi, orang tua dan mertua pastinya juga sudah mempersiapkan kue lebaran khas kampung halaman. Oleh sebab itu agar sedikit berbeda saya belikan oleh-oleh seperlunya dan yang memang jarang ada disana, karena pastinya meja sudah penuh dengan jajanan Hari Raya khas kampung halaman. Beli oleh-oleh seperlunya adalah salah satu cara menghemat keuangan, dengan berhemat kita termasuk dalam kategori orang yang cermat.



Baju Baru

Resolusi lebaran yang keempat adalah beli baju baru. Alhamdulillah tahun ini bisa merasakan lebaran dengan memakai baju baru lagi. Baju lebaran tidak perlu mahal yang penting dengan niatan yang tulus akan dipakai untuk sholat Idul Fitri dan bersilaturahmi ke rumah saudara dan tetangga. Pandai-pandailah dalam memilih baju lebaran, kejarlah diskon jika ada atau harga yang sangat miring. Dengan cara ini maka kita bisa menghemat beberapa uang kita untuk keperluan lainnya.


Pulang kampung tidak harus membawa uang banyak, bawalah seperlunya atau kalau perlu biasakan bertransaksi dengan transaksi non tunai. Dengan cara ini maka kita akan berpikir seribu kali untuk mengeluarkan uang, kesulitan bertransaksi yang nantinya akan menyelamatkan keuangan kita.


Semua resolusi lebaran tersebut akan bisa tercapai jika kita benar-benar disiplin dalam mengatur keuangan. Hendaknya sifat disiplin sudah kita tanamakan jauh-jauh hari, dengan cara mencatat semua anggaran yang dibutuhkan sebelum Lebaran dan setelah Lebaran.

Dengan cermat mengatur keuangan dan mancatat semua anggaran Insyaallah keuangan kita akan selamat dan kita masih bisa menikmati uang tersebut untuk di tabung. So, nggak ada salahnyakan menjadi pribadi disiplin sejak awal dan cermat dalam mengelola keuangan.

Salam,
Dwi Puspita

No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)