Kuliner Khas Makassar (Sop Konro) di Surabaya



Entah ada angin apa, tiba-tiba suamiku mengajak aku kulineran yang rada berat dan berlemak. Padahal do'i yang mewanti-wanti agar aku menjaga makanan yang aku makan, nggak boleh berlemak tinggi dan harus makanan yang sehat serta berserat tinggi. Do'i memang mendukungku dalam penurunan berat badan. Ya maklum, berat badanku kan over weight setelah melahirkan anak pertamaku. Aku harus diet walaupun tidak pake diet ekstra ketat, soalnya aku lagi menyusui. Aku harus memikirkan nutrisi si kecil juga, karena dialah penyemangat hidupku :)




Siang itu dengan terik matahari yang menyengat ubun-ubun, suamiku mengajakku kulineran di daerah Tanjung Perak. Surprise... aku bener-bener kaget setelah pak suami mengajakku ke sebuah ruko yang mana adalah warung makan yang menjual kuliner khas Makassar. Kuliner yang tak perlu jauh-jauh ke Makassar dan bisa didapatkan di Kota Surabaya tercinta ini.

Warung makan ini dekat banget dengan kantor suamiku, tinggal jalan kaki saja nggak nyampek 5 menit udah sampai. Warung makan ini juga dekat dengan destinasi wisata baru Kota Surabaya yaitu Surabaya North Quay. Kadang suamiku mengajak rekan kerjanya istirahat makan siang disini juga, itupun kalo ada rezeki berlebih. Hehehe...

Baca juga : Surabaya North Quay, tempat kongkow asik di Surabaya

Saat kami kesana, hampir saja kami tidak menemukan tempat parkir mobil, penuh bok parkiran mobilnya. Untung saja ada mobil yang keluar, jadi alhamdulillah si kecil bantet bisa parkir dengan cantik. Kami pun lenggang kangkung memasuki warung makan yang memiliki 3 lantai itu.




Saat memasuki warung ini, lantai bawah sudah penuh sesak. Ramai sekali warung makan ini, hampir tidak ada kursi dan meja kosong untuk yang baru datang. Asap rokok dan asap ikan bakar ada dimana-mana. Kamipun langsung dipersilahkan untuk naik ke lantai 2 oleh mas-mas yang berdiri di depan pintu. Ya pastinya disuruh naik ke atas, la wong aku bawa bayi. Pastinya bayiku lebih aman di atas sana :)


Baca juga : Pesta makanan di Warung POP





Iya, warung makan ini memiliki 3 lantai. Lantai bawah atau lantai 1 untuk yang ngerokok dan yang suka panas-panasan. Hehehe...
Lantai 2 untuk yang nggak ngerokok, bawa bayi atau anak kecil, dan yang pengen ngadem. Soalnya, lantai 2 ini berAC, ruangannya cakep dan cocok deh buat poto-poto. Apalagi aku yang demen banget kalo disuruh foto :)
Lantai 3, ruangannya hanya separuhnya dari lantai 2. Separuhnya lagi mungkin dijadikan gudang oleh pemiliknya.



Dengan cepat pula si mbak datang untuk menulis pesanan yang kita mau. Hemmm... aku pesan Sop Konro,  yang mana sop ini memang request suamiku agar aku bisa menikmati makanan khas Makassar yang lezat ini. Sedangkan suamiku memilih Sop Saudara, karena sebelumnya do'i belum pernah merasakan sop ini. Hanya Sop Konro saja yang pernah dicobanya bersama rekan kerjanya minggu kemarin saat istirahat makan siang. 

Baca juga : Nikmatnya Surga, Pedasnya Neraka





Sop Konro pun diantar oleh mbak pelayan dan  meletakkan semangkuk Sop Konro tepat didepan mejaku dan Sop Saudara di depan meja suamiku. Aku kaget setengah mati melihat daging sapi yang aduhai besarnya di sebuah mangkok. Porsi yang benar-benar besar dan bersiaplah dengan tumpukkan lemak ditubuhku. Nasi sepiringpun tak tertinggal, dan akupun harus menghabiskan semuanya.




Baca juga : Menikmati Es Puter Singapore di Loop Graha Family


Baca juga : Double Date di Pancious




Aku menikmati Sop Konro itu selagi masih hangat. Si kecil diambil alih oleh suamiku karena aku tak ingin terganggu saat makan. Aku menikmati makanan khas Makassar ini dengan sangat rakusnya. Menurutku, dagingnya sangat empuk, tebal, banyak. Kuahnya aku sruput pelan-pelan karena masih panas. Jika kurang asin bisa ditambah garam, jika kurang pedas bisa ditambah sambal, jika ingin manis bisa ditambah kecap, jika kurang masam bisa ditambahkan perasan jeruk nipis, jika aku masih lapar bisa nambah lontong, karena semuanya yang aku mau lengkap sudah di atas meja. Ada garam, sambal, kecap, jeruk nipis, dan lontong.




Dan, selesai juga aku makan Sop Konroku. Kini giliran suamiku yang akan menikmati Sop Saudaranya, si Kecilpun diambil alih olehku. Sop Saudara sama dengan Soto Daging, didalamnya ada daging dan jeroan. Menurut suamiku rasanya hampir sama dengan Soto Daging, hemmm tapi setelah dirasakan kembali ternyata ada perbedaan rasa. Bumbunya kali ya yang berbeda :).... ini kan makanan khas Makassar.




Setelah puas makan Sop Konro dan Sop Saudara kami memesan Es Palu Butung dan Es Pisang Ijo. Ini adalah pertama kali aku merasakan es palu butung dan es pisang ijo, sebelumnya hanya melihat dan membayangkan rasanya saja. Bedanya antara es palu butung dengan es pisang ijo hanya pada pisangnya saja. Es pisang ijo, pisangnya dibalut dengan tepung berwarna hijau. Kalau menurutku hampir mirip dengan jajanan nagasari. Sedangkan es palu butung, pisangnya tidak dibalut dengan tepung.





Selesai sudah perjalan kuliner khas Makassar di Surabaya. Kenyang dan ngantuk, bersiap-siap dengan jarum timbangan yang semakin bergerak ke kanan. Hahaha...
Kalian mau juga mampir ke Sop Konro ini? Datang aja kesini

Konro Perak
Perak Timur 564
Telp 031 3283943

Jangan lupa follow IG (@dwi__puspita) dan Twitterku (@dwi__puspita) juga ya, biar kalian tambah cantik dan tambah cakep 😊

No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)