Hanya Makan Sayur dan Buah Selama 2 Minggu

Yaelahhhh... pengalaman hanya makan sayur dan buah selama 2 minggu saja udah diceritain diblog. Maksud situ apa?

Biarin lah, mau-mau aku. Namanya juga bahagia, selama 2 minggu ada hasil dan aku pengen cerita.

Ceritanya gini. Aku sudah punya niatan untuk hidup sehat gegara cek kadar kolesterol dimana aku sudah positif kolesterol dengan angka 246 mg/dl.

Keesokan harinya aku langsung belanja segala macam sayur. Wortel, brokoli, bunga kol, dan kentang. Kemudian aku kukus dan aku nikmati secara perlahan dengan cucuran air mata. Air mataku tiba-tiba keluar dengan mulut yang mecucu. Rasanya... hambar, pahit, dan tidak enak. Tanpa bumbu apapun, tanpa gula dan garam. Semuanya hambar. Hambar dan pahit. Tapi aku makan demi mendapatkan dampaknya.



Selain itu aku juga rajin konsumsi pisang dan pepaya. Karena menurut info yang aku baca, selain buah ini murah manfaatnya juga sangat banyak buat tubuh.



Saat melakukan diet ini, tiba-tiba suara abang bakso lewat. Abang bakso ini langgananku, soalnya pentol baksonya besar-besar dan enak. Favorit aku pokoknya. Dan aku hanya bisa menelan ludah ketika melihat rombong bakso yang pentol besarnya seperti memanggil-manggil aku. Ah... tidak. Masih 1 hari dietnya. Aku harus bisa.

Baca juga : Diet Bakso

Hari ke 2 dan hari ke 3 seperti biasa. Kurang lebih seperti hari pertama. Namun hanya dibedakan sayur dan buahnya saja. Oseng-oseng bayam dan kangkung menjadi pelengkap hari itu.

Pisang dan semangka menjadi teman nyomal nyamilku. Tiba-tiba di malam hari yang dingin, si abang tukang sate lewat. Berteriak dengan kencang... saaaa teeee. Aku tergoda. Satenya terkenal enak dan lembut dengan bumbu kacangnya. Sate ini terbilang enak di komplek perumahanku. Harganya 15 ribu rupiah per 10 tusuk untuk daging sapi. Dan... lagi-lagi aku hanya bisa mencium aromanya saja. Asap satenya ngebul kerumahku. Terima kasih telah membuatku kenyang.



Hari ke 4 dan ke 5 aku konsumsi wortel, selada, sawi putih, brokoli, bunga kol, dan kentang. Lumayan terbiasa sih, jadi tangisan berubah menjadi senyuman kecut. Biasanya aku pake sambel, agar sensasinya beda. Jadi rada pedes-pedes pahit gimana gitu. Hahaha...

Selama 5 hari itu pula berat badanku turun. Dari angka 60 ke 59. Aku nggak pake olahraga. Olahraganya cukup bersih-bersih rumah saja, cuci baju, nyapu dan momong anak. Oh iya, negatifnya aku masih suka konsumsi kopi hitam instan. Soalnya sehari aja aku nggak ngopi, aku nggak kuat. Kepalaku pasti pusing. Jadi kopi selalu bersamaku.

Nah, dari 5 hari itu karena sudah mendapatkan hasil yang setidaknya berat badanku turun 1 kg maka aku memutuskan untuk meneruskan hidup sehat ini dengan mengkonsumsi buah dan sayur. Buah yang aku konsumsi biasanya buah pepaya, pisang, semangka, timun emas, dan alpukat.

Hanya buah-buah itu saja?

Iya... karena selain murah meriah buah-buah itu juga favorit aku.
Untuk sayurannya biasanya yang paling sering adalah wortel dan tomat. Untuk sayuran hijaunya biasanya brokoli, selada, sawi dan bayam. Yang paling menyiksa adalah sawi putih, karena alamakkkk setelah di kukus dan dilahap bagaikan jamu. Pahitttt banget.
Apapun aku lakukan demi kesehatanku dan bonus turun berat badan.
Jadi total selama 2 minggu mengkonsumsi buah dan sayur berat badanku turun 3 kg. Dari start 60 kg menjadi 57 kg.



Dan... tiba- tiba saja aku berhenti melakukan hidup sehat itu. Yang bikin aku berhenti karena,

1. Saat PMS, entahlah jika tamu bulanan datang aku uring-uringan. Berasa mau makan orang dan kadar emosiku berubah-ubah. Daripada tambah stress akhirnya aku  melahap segala apa yang aku mau. Dari situlah berat badan yang awalnya sudah susah payah diturunkan kembali merangkak naik ke angka yang menyeramkan.
2. Disaat anakku sakit. Karena aku butuh asupan gizi yang lebih banyak. Maklumlah aku masih mengASIhi anakku. Mau tidak mau saat anakku sakit dan tidak mau makan dan dia hanya mimik ASI so mau nggak mau aku harus nabung ASI banyak. Caranya ya makan yang banyak, bergizi, dan seimbang.
3. Saat suamiku ngajak kulineran. Wah.... suer ini mah nggak bisa aku tolak. Biasanya pak suami ngajak kuliner di saat weekend. Selama weekend itu pula aku bebas makan apa saja. Pak suamipun mendukung apa yang aku makan, tak ada larangan dan mengingatkanku. Dan dari situ aku merasa bahagia bahwa suamiku tak peduli dengan bentuk tubuhku yang cenderung semakin melebar ke samping.

Baca juga : Secangkir Kopi Menemaniku Dalam Berdiet

So, cerita cuap-cuapku tentang "hanya makan buah dan sayur selama 2 minggu" membuahkan hasil. Selama 2 minggu berat badan turun 3 kg. Badanku sedikit nyaman dan enteng. Lingkar pinggang sedikit turun, perut buncit sedikit kempes.
Yang disayangkan, mengapa lingkar lenganku tetap besar dan terlihat perkasa? Mengapa bagian paha masih agak besar dan celana masih belum muat?
Jawabannya adalah.... hidup sehat bonus langsing tidak cukup hanya mengkonsumsi sayur dan buah tetapi juga diimbangi dengan olahraga teratur, hindari stress, dan tidur malam tepat waktu.

Baca juga : 7 Barang Yang Aku Pakai Saat Jogging



Oke deh... olahraganya kapan-kapan saja. Btw... aku tetap konsumsi kopi ya gaes selama 2 minggu itu. Soalnya hidupku hampa tanpa kopi. Hehehe...

Salam,
Dwi Puspita

No comments:

Post a Comment

Yuk berkomentar :)