Friday, September 12, 2014

Saat aku kehilangan si dia

Ngemeng-ngemeng tentang kehilangan nih yeee. Aku pernah kehilangan, entah itu barang, uang, pacar, ataupun yang lainnya. Namun, untuk urusan kehilangan yang ini aku merasa sangat terpukul sekali, sedihnya selama berminggu-minggu, pujaan hatiku, pelipur laraku. Siapa lagi kalau bukan Chiko, si kucing jantanku yang aku pungut dari pasar bertepatan tanggal 10 Dzulhijah, dan itupun menjadi hari lahir Chiko si kucing dengan bulu putih dan mata birunya.




Chiko tak sendirian, aku carikan teman di sekitar perumahan tempat aku tinggal. Dan akhirnya Chiko pun punya teman, setelah aku memungut kucing disekitar perumahanku saat malam hari dan kucing itu aku beri nama Oneng.



Chiko Oneng, demikian aku memanggilnya. Selama 1 tahun aku rawat mereka, dengan memberinya minum susu agar cepat besar lauk ayam yang setiap 2 hari sekali yang aku beli di pasar. Chiko dan Oneng pun perlahan mulai tambah besar. Mereka hidup layaknya saudara sendiri, bermain dan bergurau bersama. Yang paling bikin aku makjleb adalah saat aku dan suamiku pulang kerja dan mereka mendengar suara sepeda motor yang kami naiki dari jauh pasti mereka akan berlarian ke arah kami dan mengejar sepeda motor kami. Rasanya tuh kena banget dihati, makjleb hewan aja bisa seperti itu.

Suatu hari saat weekend tiba aku pulang ke kampung halamanku, Madura. Kucing-kucingku Oneng dan Chiko memang bertugas menjaga rumah. Sebenarnya aku kepikiran pada mereka, siapa yang akan memberinya makan nanti ya. Untungnya cuma 2 hari 2 malam aku dan suamiku pulang kampung, senang rasanya jika akan kembali ke perumahan karena aku akan bertemu dengan Oneng dan Chiko. Sampai rumah di Gresik, aku hanya mendapati Oneng. Mungkin Chiko lagi keluyuran seperti biasa. Sampai malam, ku tunggu kehadiran Chiko, tak ada juga. Ku buka pintu rumah, siapa tahu nanti Chiko masuk dan mengeong-ngeong memanggilku. Ternyata tetap nggak ada, sampai keesokan harinya, dan sampai besoknya lagi, besoknya lagi, dan besoknya lagi. Aku yakin, kucingku hilang. Sampai-sampai aku punya pikiran busuk sama tetanggaku jangan-jangan tetanggaku yang membuang kucingku, karena aku tahu tetanggaku nggak suka kucing dan menginginkan kucingku pergi jauh-jauh dari blok perumahanku.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, hampir sebulan aku kehilangan Chiko. Pulang kerja tak seperti biasanya, seperti ada firasat baik. Aku melihat ada 2 kucing yang aku kenal. Iya itu Oneng, tapi kucing satunya siapa ya. Subhanallah, itu Chiko. Aku memeluknya, mencium bulu putihnya. Chiko masih mengenali aku sebagai juragannya. Dia masih bertingkah manja dipelukanku walau sudah 1 bulan menghilang. Chiko. Aku sayang kamu, sayang Oneng juga, sayang suami juga.



Namun sekarang Oneng dan Chiko sudah berada di kampungku Madura sana karena mereka nggak diinginkan berada di perumahan ini oleh tetanggaku. Tapi aku senang sekali walau mereka jauh dengan aku, aku nggak merasa kehilangan lagi, mereka lebih bebas di desaku sana. Mereka akan puas bermain di halaman luas milik nenekku. Oneng Chiko, aku kangen kalian disini.



Related Posts

Saat aku kehilangan si dia
4/ 5
Oleh

16 komentar

Chiko danttteeeeeengggg :*
Putih, endut, kepalanya gedeeee. Suka suka sukaaaa sama Chiko. Eh yakin Oneng gk selingkuh? Anak2nya kok bedaaaa...

Saya jg prnh khilangan kucing2. Pnyebabnya dbuang Mama, kbanyakan >…<

Chiko en Oneng.. Sehat-sehat ya.. :*

Oalaaa mba pernah kehilangan Pacar taaa?
Baru tahu sama tempe

Kalau sudah membahas soal Kucing, kami di kantor juga pernah punya kucing. Entah kucing siapa yang selalu hadir di kantor. Dulu namanya belum gedung Graha Pena seperti sekarang. Kuning dekil, namun setelah kami rawat dan diberi makan yang baik kucing itu perlahan gemuk dan berbulu bagus. Kami bergantian memberi makan. Misalnya hari ini saya bawa ikan goreng, besok giliran kawan saya bawa ikan goreng, dan begitu lainnya. Bergantian

Kucing itu jadi jinak jinak kucing. Ya iyalah masa jinak jinak merpati sih. Namun setelah kami pindah ke gedung Graha Pena, sang kucing tidak terurus lagi. Menurut informasi satpam yang bertugas di gedung kami yang lama kucing itu mati karena kelaparan. Kami merasa sangat tidak nyaman, dan juga ada perasaan "bersalah". Saya sempat menguburkan kucing tersebut di halaman belakang gedung yang lama.

hickz,g suka kucing..dulu waktu kecil mau digigit..semacam trauma gitu hehe

Wah saya tau tuh rasanya kehilangan piaraan.. saya dulu kehilangan anjing dan sedih gak karuan.. sukurlah dia balik lagi.. hehehhe

makasih bozzzzz,,,iya kepalaku kok besar ya,,apa gara2 aku pengen kawin tapi sama juraganku nggak boleh,,,heheheehe

wah,,kasihan,,dibuang ya kucingnya,,,aku nggak tega kalo dibuang,,,hiks,,,

Iya Boz Beby,,makasih ya,,, :)

Hiks,,,kasihan kang kucingnya,,napa kok nggak ikut dipindah aja kang ke kantor yg baru,,kasihan kucingnya mati kelaparan,,,tapi aku senang apa orang2 yg perhatian sama kucing,,,salut juga ama kang asep,,,hiks,,aku masih nggak tega ama cerita kucingnya,,,,

iya,,kalo trauma juga gak bisa dihilangin,,kalo aku trauma ama ular mbak,,,

iya,,sedih kan ya kalo si piaraan ilang,,rasanya tuh gimana gitu,,,

iya,,kang pernsh kehilangan pacar chiko,,,hiks,,,,tahunya mau donkkkk

Ya ampun mbak ... :( saya sering bngt kehilangan kucing.. kadang ilang 2-3 hari mereka balik.. tapi pernah malamnya itu kucing bobok d kamarku besoknya ilang ga balik2 :(
lebih parah lagi pas kucing y lain ilang pas d cariin taunya ud mati... :(

hiks,,,kasihan bgt keii,,,,aku gak tega jadinya,,,

kampung halamannya di Madura ya??wahh..sayaa pengen kesana, ibu bapak saya asli Madura, pengen menginjakkan kaki di madura. *Maaf gagal fokus :)

iya,,,asli madura,,,ayo main2 ke rumahku mbak,,,aku pamekasan loh,,,

Yuk berkomentar :)