Friday, October 23, 2015

Mengelola keuangan dengan bijak untuk masa depan yang lebih baik

Sebagai pasangan suami istri yang sama-sama berkarir kadang kami bingung sendiri kemanakah larinya uang kami. Setelah kami membayar beberapa cicilan, antara lain cicilan rumah dan kendaraan kami masih belum tahu mau dibawa kemana sisa uang kami ini. Kadang, dengan tingkat emosi tinggi biasanya kami gunakan travelling dan kuliner, inipun juga melebihi batas budget yang telah ditentukan dan akibatnya keuangan kami tak terkontrol. Lebih parahnya lagi saat kami berbelanja dan belum membuat list barang-barang belanjaan yang wajib kami beli dan akhirnya apa yang kami dapatkan? Sesuatu yang tidak penting dengan barang-barang yang kami beli, kami hanya tergiur diskon semata dan nyatanya barang-barang itu hanya menjadi pelampiasan belaka dan akhirnya tak terpakai juga.

Ternyata mengatur keuangan itu sangat penting bagi keluarga kami. Memperioritaskan sebuah mimpi demi masa depan. Bijak dalam mengelola keuangan dan mengatur semua pengeluaran yang berhubungan dengan uang itu wajib hukumnya. Mengatur keuangan bersama untuk keinginan yang dicapai agar masa depan keluarga menjadi lebih baik, tak terjerat hutang, keluar masuknya uang bisa terkontrol, adanya dana yang selalu standby jika dibutuhkan sewaktu-waktu.

Pada bulan September 2015 kemarin kami menghadiri acara dari Sun Life untuk para blogger. Mengangkat tema "Yuk Kelola Keuangan dengan Bijak" sepertinya memberikan peluang bagi kami untuk lebih tau dan belajar tentang finansial. Ilmu finansial sangatlah penting, tidak hanya bagi keluarga kami namun untuk seluruh lapisan masyarakat agar mereka terkonsep dan lebih rinci dalam mengelola keuangannya. Disana kami dijelaskan oleh pemateri, Pak Alviko tentang 8 dosa sifat manusia yang menyebabkan manusia tidak kaya.


Dan...ow ow ternyata kami memang terjebak dalam 8 dosa sifat manusia itu, yang paling parah kami adalah manusia yang tergila-gila jika ada diskon dan sampai lupa untuk menyisihkan uang demi masa depan.

Apalagi bagi keluarga kami yang hampir memiliki anak, kami harus mengatur dari sekarang konsep keuangan kami agar nantinya kami tak terbirit-birit mencari pinjaman untuk pendidikan anak-anak kami. Tidak hanya pendidikan namun perencanaan dana untuk kesehatan sepertinya juga perlu dipikirkan karena kita tidak tahu kapan musibah itu datang. Selayaknya kita harus mempersiapkan dari awal agar nantinya tidak menyusahkan keluarga yang lain (suami/istri) dan tidak bingung untuk mencari pinjaman.


Sun Life menawarkan beberapa produk finansial yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Produk-produk tersebut mencakup produk asuransi pendidikan, produk asuransi kesehatan, perencanaan pensiun, dan investasi. Semua produk tersebut menjawab tiga kebutuhan keuangan yang mendasar yaitu kebutuhan akan perlindungan, kebutuhan akan tabungan, dan kebutuhan akan investasi.

Asuransi pendidikan dan kesehatan mungkin menjadi prioritas kami saat ini. Kami harus memilih asuransi yang tepat bagi masa depan keluarga agar nantinya tidak terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan. Kami menginginkan pendidikan anak selalu menjadi nomor satu apalagi masalah kesehatan yang menjadi prioritas paling utama dalam keluarga.

Mengelola keuangan memang gampang-gampang susah tapi jika sudah berkomitmen dari awal tidak akan ada masalah lagi dalam masalah finansial. Masa depan yang kita impikan akan jauh lebih baik dengan keberhasilan putra-putri kita. Jadi...sudahkah anda mengelola keuangan dengan baik untuk masa depan yang lebih cerah untuk keluarga anda?





Related Posts

Mengelola keuangan dengan bijak untuk masa depan yang lebih baik
4/ 5
Oleh

12 komentar

mpe sekarang belum invest ke kesehatan ni aku, padahal penting juga

investasi penting yang juga harus dicermati..TFS mak

Investasi penting banget, namun masih sedikit yang menyadarinya. Termasuk saya yang terlambat menyadarinya :D

dari awl mbak..atau sejak dini..hehehe

iya mak..biar kita ntr juga nggak pinjam sana pinjam sini :)

Asuransi pendidikan itu kalau bisa begitu si kecil lahir ceprot. Pengalaman anakku.

siap mbak..bisa ditiru nih sepertinya...

kenapa dalam mengelola keuangan harus pake asuransi ?

nggak harus..yg penting bisa ngatur secara bijak...itu kan pilihan..

Yuk berkomentar :)