Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi dan Anak

Hari Sabtu tanggal 29 September 2018 saya menghadiri Talkshow yang sangat menarik, khusunya bagi para ibu yang memiliki anak. Acara Baby Fair yang berlangsung selama 3 hari di Atrium PTC Mall Surabaya Barat sayang banget kalo dilewati karena banyak sekali berbagai brand yang akan memberikan ilmu berupa Talkshow kepada para orang tua.



Salah satu Talkshow yang saya ikuti adalah Talkshow tentang "Mengenal Fakta Dan Cara Penanganan Sembelit Pada Bayi dan Anak". Acara ini akan dibawakan oleh 2 nara sumber yakni dr. Intan Diana Sari dan Mohamad Nurhadi selaku Brand Manager Interbat.

Sesi pertama dari dokter Intan Diana Sari menjelaskan tentang jenis-jenis gangguan saluran cerna. Menurut dokter Intan, jenis-jenis gangguan saluran cerna antara lain :

1. Diare
Frekuensi BAB meningkat dibanding biasanya dan feses lebih lunak dan cair

2. Gumoh
Muntah ringan pada bayi yang mengeluarkan sedikit isi lambung

3. Kolik
Bayi menangis terus-menerus secara berlebihan, setidaknya 3 jam/hari, 3 hari/ minggu tanpa sebab yang jelas

4. Sembelit/Konstipasi
Nah, yang paling banyak dibahas adalah masalah sembelit/konstipasi. Apa itu sembelit? Sembelit atau konstipasi yaitu suatu kondisi tertahannya feses (tinja) dalam usus besar dengan frekuensi dan konsistensi tertentu karena adanya kesulitan dalam pengeluaran. Ternyata kurang lebih para Mommy pernah mengalami ini pada bayi dan anaknya termasuk saya sendiri. Tak perlu khawatir karena semua bayi dan anak akan mengalami kejadian ini.

Sembelit ini biasanya dialami oleh bayi baru lahir dan anak-anak dengan tanda-tanda seperti :
  • Frekuensi BAB berkurang. Dikatakan frekuensi BAB normal jika setiap hari feses dikeluarkan.
  • Tekstur, untuk teksturnya biasanya terkesan keras dan kasar sehingga hal inilah enyebab feses sulit dikeluarkan.
  • Anak mengeluh perutnya tidak nyaman. Pastinya anak akan mengeluh karena perutnya tidak nyaman akibat tumpukan di usus besar yang sulit sekali dikeluarkan.
  • Rewel jika terjadi pada bayi dan anak
  • Pada bayi, menolak susu atau MPASI karena perutnya penuh





Apa saja penyebab sembelit?
  1. Perubahan pola makan seperti dari ASI ke MPASI. Hal ini bisa saja menyebabkan bayi sembelit. Sembelit pada bayi yang mengalami transisi dari hanya mengonsumsi cairan atau ASI ke makanan padat seperti MPASI. Sistem pencernaan bayi belum terbiasa dengan pemberian makanan padat di dalam lambung si kecil. Apalagi jika yang diberikan makanan padat yang sangat minim serat.
  2. Perubahan susu formula. Pastinya para Mommy sudah tahu bahwa susu formula memiliki komposisi nutrisi yang berbeda dengan ASI. Perbedaan komposisi ini kemudian menyebabkan susu formula lebih susah dicerna daripada air susu ibu. Hal inilah yang kemudian menyebabkan feses bayi lebih keras sehingga rentan menyebabkan sembelit.
  3. Defisiensi cairan bisa menyebabkan kotoran menjadi kering atau keras sehingga susah sekali sewaktu akan dikeluarkan. Selain kekurangan asupan cairan, sebagian bayi akan susah menerima makanan dan minuman karena mulut mereka bermasalah. Beberapa masalah mulut yang menjadi masalah bisa diakibatkan oleh pertumbuhan gigi susu atau adanya sariawan pada bayi. Hal lain yang membuat bayi atau anak menjadi malas minum sehingga menyebabkan dehidrasi adalah akibat penyakit, misalnya akibat pilek, infeksi telinga, atau infeksi tenggorokan.
  4. Adanya kondisi medis lain. Kondisi medis tertentu dapat juga mengakibatkan sembelit pada bayi. Pada bayi usia di bawah 6 bulan, biasanya beberapa penyebabnya adalah kelainan organ saluran cerna sejak lahir, alergi susu sapi, penyakit seliak, kadar kalsium terlalu tinggi dalam darah (hiperkalsemia), hipotiroid, penyakit hirschprung, dan kelainan sumsum tulang belakang. Beberapa kondisi medis lain yang bisa menyebabkan bayi mengalami sembelit atau susah buang air besar, antara lain keracunan makanan, alergi makanan, atau alergi susu sapi.



Bagaimana cara mengatasi sembelit?

1. Obat suppositoria (obat yang dimasukkan ke anus)
Obat yang dimasukkan ke bokong anak (obat supositoria) memang digunakan untuk merangsang pengosongan rektum. Namun perlu diperhatikan bahwa pemberian obat-obatan jenis ini hanya digunakan saat anak mengalami sembelit yang parah. 

2. Asupan air
Berikan air sering mungkin dan bisa juga menggunakan buah pelancar BAB seperti buah pepaya yang sudah dihaluskan. Berikan secukupnya saja dan lihat terlebih dahulu perubahan yang terjadi pada bayi.

3. Makanan berserat dari sayur dan buah
Berikan makanan yang sehat dengan menambahkan serat sayuran atau buah setidaknya tiga kali tiap hari. Utamakan memberinya asupan serat dari buah-buahan berkulit yang bisa langsung dikonsumsi, seperti pisang.

4. Toilet training
Biasakan duduk di toilet secara teratur. Hal ini dilakukan sekitar kurang lebih 5 menit setelah makan. Anak diminta duduk di toilet meski tidak merasa ingin buang air besar. Ciptakan suasana yang nyaman agar anak merasa nyaman juga tiap buang air besar di toilet. Melalui cara ini juga anak bisa belajar merespons keinginannya sendiri untuk buang air besar dengan selalu duduk di toilet.

5. Konsumsi biotik
Jika keadaan sembelit tak kunjung sembuh pastinya konsumsi biotik sangat dianjurkan pada bayi dan anak. Sebelumnya konsultasikan dulu pada dokter untuk mendapatkana penanganan yang lebih baik.


Mengenal Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik

Probiotik adalah bakteri baik yang dapat hidup di saluran cerna dan memegang peren penting dalam kesehatan dan pencegahan penyakit pada manusia. Sedangkan definisi probiotik menurut WHO adalah mikroorganisme hidup yang bila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, dapat memberikan manfaat kesehatan bagi penggunanya.
Prebiotik merupakan berbagai jenis nutrisi yang diperlukan oleh bakteri baik didalam tubuh anda untuk kehidupannya
Sinbiotik merupakan gabungan dari Probiotik dan Prebiotik


Bakteri yang memenuhi syarat PROBIOTIK
1. Lactobacillus
2. Bifidobacterium

Syarat Probiotik antara lain :
  • Bakteri yang digunakan berasal dari manusia
  • Tidak bersifat patogen
  • Tahan terhadap asam lambung dan cairan empedu
  • Mampu menempel pada dinding usus
  • Menghasilkan zat antimikroba dan meningkatkan sistem imunitas tubuh
  • Tahan terhadap proses produksi dalam pembuatan sediaan
  • Secara genetik stabil


Interlac berbeda dari suplemen probiotik lainnya. INTERLAC adalah satu-satunya produk probiotik di Indonesia yang mengadung Lactobacillus reuteri Protectis, strain probiotik dari BioGaia, perusahaan Swedia yang dikenal sebagai World Leader in Probiotics.

Rekomendasi Interlac untuk Bayi (0-3 tahun)
  • Diare : 5 hari pemakaian
  • Konstipasi : 2 minggu pemakaian
  • Gumoh/Regurgitasi : 4 minggu pemakaian
  • Kolik : 3 minggu pemakaian =>bayi yang mengalami kolik biasanya menangis lebih dari 3 jam sehari selama setidaknya 3 hari dalam seminggu
  • Imunitas : pemakaian jangka panjang

Pemberian INTERLAC untuk bayi yang baru lahir terbukti aman dan efektif meningkatkan imunitas, antara lain :
  • membantu mencegah Dermatitis Atopik
  • membantu mencegah infeksi (demam, influenza, diare)
  • menaikan imunitas bayi terhadap alergi


INTERLAC DROPS
Interlac drops bisa untuk bayi usia 0-3 tahun yang menderita diare, kolik, gumoh, dan gangguan pencernaan lainnya. Aturan pakai dari Interlac drops adalah 1x5 tetes per hari. Kocok dulu sebelum diberikan pada anak, pastikan kocok dengan benar. Dianjurkan untuk menggunakan sendok saat akan memberikannya pada bayi. Rasa dari Interlac drops ini adalah netral (plain). Untuk Interlac Drops jika sudah dibuka, hendaknya disimpan di kulkas ya Mom.




INTERLAC SACHET

Interlac sachet bisa digunakan untuk bayi usia 0-3 tahun. Aturan pakai dari Interlac sachet ini adalah 1 sachet per hari. Caranya dengan melarutkan dalam sedikit air dan dianjurkan untuk menggunakan sendok saat akan diberikan pada bayi. Rasa dari Interlac sachet ini adalaha netral (plain). Hendaknya disimpan dibawah suhu 25 derajat celcius.



Rekomendasi Interlac untuk anak-anak dan dewasa (diatas 3 tahun)

  • Diare : 5 hari pemakaian
  • Konstipasi : 2 minggu pemakaian
  • Konstipasi kronis pada dewasa : 1 bulan pemakaian
  • Menaikan sistem imun : pemakaian jangka panjang
  • Pendamping konsumsi antibiotik
Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri didalam tubuh, termasuk bakteri yang baik dan jahat. Karena itu, suplemen probiotik INTERLAC sangat dianjurkan sebagai pendamping antibiotik untuk mengembalikan keseimbangan bakteri baik didalam saluran cerna dan mengurangi efek samping antibiotik.

INTERLAC TABLET KUNYAH


INTERLAC tablet kunyah terdiri dari tablet kunyah strawberry dan tablet kunyah lemon. 
Aturan Pakai : 1 tablet per hari
Disimpan dibawah suhu 25 derajat celcius.

Catatan untuk para mommy nih, untuk Interlac sachet dan tablet kunyah penyimpanannya bisa di suhu ruang ya. Berbeda dengan Interlac Drops jika sudah dibuka hendaknya di simpan dalam kulkas.


Keamanan INTERLAC sangat terjamin untuk semua usia dan sudah mendapatkan predikat keamanan tertinggi, Generally Recognized as Safe (GRAS) dari FDA Amerika Serikat. Memilih Interlac berarti memilih probiotik yang teruji klinis, aman dan efektif sesuai rekomendasi dokter di lebih 90 negara.

Kelebihan INTERLAC
  1. Produk impor dari BioGaia, perusahaan Swedia yang dikenal sebagai World Leader in Probiotics
  2. Keamanan yang terjamin : Aman dikonsumsi bayi baru lahir sampai dewasa
  3. Manfaat yang teruji di lebih dari 13.000 individu pada 160 uji klinis
  4. Formula bebas laktosa
  5. Praktis : cukup 1x sehari
  6. Probiotik rekomendasi dokter di lebih dari 90 negara


Rangkaian produk INTERLAC dapat dibeli secara offline di Guardian, Viva Health, baby shops dan secara online di Mothercare.ci.id, orami.com, JDID. Untuk lebih lengkapnya tentang produk INTERLAC bisa kalian kunjungi :

Website : www.interlac-probiotics.co.id
Instagram : @interlacprobiotics
Facebook : Interlacprobiotics




Salam,

Dwi Puspita

No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)