#DealWithPink : Yuk Bergerak Dan Jalankan Hidup Sehat Dengan Ngezumba

Hari Minggu kemarin tanggal 6 Oktober 2019 saya sengaja datang ke Jalan Darmo Surabaya untuk mengikuti Car Free Day bersama suami dan si kecil. Tampak kerumunan orang yang sepertinya ingin melakukan senam. Setelah saya datangi kerumunan tersebut ternyata mereka akan melakukan Zumba.



Zumba merupakan olahraga yang asyik menurut saya. Gerakannya yang bikin nggak boring dan tetap asyik sampai kita mengeluarkan keringat. Acara Zumba ini digagas oleh Can-Care dan Adi Husada Cancer Center bersama dengan Yayasan Kanker Indonesia dalam rangka Bulan Peduli Kanker Payudara Internasional.



Dalam memperingati bulan kanker di Oktober ini memang banyak sekali perusahaan ataupun instansi yang mengampanyekan dan memberikan pesan-pesan untuk selalu mewaspadai kanker payudara. Adi Husada Cancer Center dan rekanannya sekaligus mengampanyekan pentingnya SADARI agar para perempuan bisa mendeteksi lebih dini adanya suatu benjolan di daerah payudara mereka.



Senam Zumba yang dilakukan oleh para massa di CFD bener-bener membuat semangat. Kalau saya perhatikan, lebih banyak perempuan yang mengikuti Zumba ini, beberapa diantara mereka memang sudah ada yang memakai kostum berwarna pink.



Adi Husada Cancer Center sangat peduli dengan kesehatan setiap orang, untuk itu Adi Husada Cancer Center dan beberapa rekanannya (Can-Care dan Yayasan Kanker Indonesia) untuk mengadakan Zumba dengan tema "Deal With Pink" agar setiap orang bergerak dan menjalankan hidup sehat. Selain itu ada kampanye masalah kanker Payudara. Hal ini sangat penting sekali untuk para kaum perempuan. Mungkin ada dari mereka yang kurang peduli dengan kesehatannya.



Dengan membagikan 1000 balon berwarna pink kepada para massa agar mereka tertarik mengikuti Zumba di beberapa ruas Jalan Comal dan Jalan Darmo Surabaya untuk mengikuti kampanye masalah kanker payudara ini.


Tema seputar kanker memang tak pernah habis untuk dibahas. Mulai dari resiko, cara mendeteksi dini dan upaya pencegahan selalu menjadi informasi yang menarik untuk diketahui. Di Indonesia saat ini masih memiliki kasus penderita kanker dengan angka yang makin meningkat setiap tahunnya. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meramalkan di tahun 2030, Indonesia akan mengalami peningkatan jumlah pasien kanker payudara sampai 7 kali lipat.



Menurut penelitian, resiko terkena kanker payudara meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Perempuan berusia di atas 50 tahun memiliki resiko kanker payudara yang lebih besar. Meski demikian, beberapa tahun belakangan ini jumlah kasus kanker payudara pada kelompok usia lebih muda dilaporkan telah mengalami peningkatan. Diharapkan tetap waspada jika ada gejala perubahan yang terjadi pada payudara dan lakukan salah satu cara mendeteksi dini yang bisa dilakukan sendiri oleh setiap perempuan.

American Cancer Society (2013) telah menerapkan tiga metode deteksi dini yaitu Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), pemeriksaan klinis payudara (SADANIS) dan pemeriksaan Imaging seperti Mammografi.
  1. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dilakukan sesuai dengan petunjuk dan pedoman yang diberikan. SADARI dapat dilakukan setiap bulan setelah menstruasi, dimulai saat perempuan berusia 20 tahun.
  2. Pemeriksaan klinis payudara (SADANIS) dilakukan oleh tenaga kesehatan misalnya dokter spesialis bedah, dokter umum, atau perawat terlatih. Pemeriksaan ini dilakukan oleh perempuan di atas 40 tahun dengan melakukan check up rutin.

Menurut Virgie Keen selaku Marketing Can-Care Indonesia, acara ini dilakukan untuk menarik atensi pengunjung yang datang di Car Free Day. Di sela-sela aktifitas Zumba, peserta Zumba maupun pengunjung yang ada di CFD akan diberikan edukasi terkait kesadaran dan deteksi dini dengan cara Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebagai upaya pencegahan kanker payudara, agar selalu rutin dilakukan setiap satu bulan sekali.



Dr. Irawati Marga, MARS, QIA, CMA, selalu Direktur Utama RS. Adi Husada Undaan Wetan mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan ini selain sebagai bentuk peringatan kesadaran kanker payudara di seluruh dunia, juga untuk menyebarkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini sebagai pencegahan terhadap kanker payudara. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Can-Care dan Adi Husada Cancer Center.

Kemeriahan acara ini juga dilengkapi dengan parade model dari The Next Management yang tampil sambil membawa beberapa campaign material tentang kanker. Dengan acara parade model ini, diharapkan bisa menarik perhatian para generasi muda yang hadir agar mereka bisa lebih aware sejak dini akan bahaya kanker payudara.

Tentang Adi Husada Cancer Center

Adi Husada Cancer Center (AHCC) merupakan pusat penanganan kanker terintegrasi yang siap mendampingi pasien melalui setiap tahapan pengobatan dengan pendekatan yang mengutamakan keamanan serta kenyamanan pasien.

Di AHCC setiap dokter, perawat, dan staf yang ada hadir untuk memberikan pelayanan dengan tujuan yang sama, yakni ‘ada untuk membantu Anda’. AHCC percaya bahwa dukungan adalah salah satu bentuk pengobatan yang tidak bisa pasien temukan di apotek manapun, tapi menjadi satu faktor besar yang akan memberi stimulus positif dan membantu meningkatkan efektifitas pengobatan yang pasien lakukan di sini.

Menjadi bagian dari Rumah Sakit Adi Husada yang telah memiliki pengalaman selama lebih dari 90 tahun, menjadi sebuah teladan yang akan memantapkan langkah AHCC untuk bisa memberikan layanan kanker terbaik di Indonesia, khususnya di Surabaya.

Sejak tahun 2017, AHCC hadir menjadi pusat kanker terpadu pertama di Surabaya, yang dilengkapi dengan layanan radioterapi, kemoterapi, dan pembedahan. Semua fasilitas tersebut hadir untuk mewujudkan cita-cita kami agar dapat memberikan penanganan kanker yang berkualitas, dokter spesialis yang profesional, serta layanan personal dengan sentuhan kehangatan bagi setiap pasien.

Salam,
Dwi Puspita

No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)