Wednesday, May 09, 2018

Jenius Perkenalkan Kepada Warga Surabaya tentang Uniknya Menabung Menggunakan Aplikasi

Kalau ditanya menabung sejak kapan, saya akan menjawab sejak umur 4 tahun. Dulu ibu saya memberikan saya celengan ayam-ayaman dari tanah liat. Saya ingat betul saat memasukkan uang koin 25 rupiah pada saat itu. Kata ibu, nanti kalau uang koin didalam celengan ayam-ayaman ini penuh, baru celengan ini bisa dipecahkan. Otomatis saya selalu minta pada kakek,nenek, om, dan tante uang koin dengan maksud agar celengan ayam tanah liat saya cepat penuh. 


Kemudian lanjut saat Sekolah Dasar, saya sudah tidak menanbung menggunakan celengan ayam-ayaman dari tanah liat. Saya beralih ke buku tabungan yang diberikan wali kelas saya untuk buku catatan tabungan saya. Setiap hari saya menyetor uang 200 rupiah untuk ditabung kepada wali kelas. Uangnya saya masukkan ke dalam buku tabungan dan saya serahkan pada wali kelas saya. Hampir setiap hari saya menabung, dan biasanya uang tabungan tersebut bisa diambil setelah kenaikan kelas. 

Lanjut semasa SMP dan SMA hobi menabung saya masih tetap. Kali ini saya menyetor uang ke ibu untuk diteruskan di tabung ke bank tapi atas nama ibu karena pada waktu itu, bank tempat ibu menyimpan uang saya tidak diperkenankan anak (yang belum punya KTP) mempunyai buku tabungan. 

Begitulah cara saya menabung waktu itu. Penuh warna warni. Mulai dari celengan ayam yang terbuat dari tanah liat, lanjut ke buku tabungan, dan ke bank tapi bukan atas nama saya pribadi karena waktu itu saya belum punya KTP. 

Baru bisa buat tabungan sendiri setelah kuliah dan kerja. Pastinya banyak drama yang pernah saya alami. Mulai dari antri panjang untuk pembukaan rekening tabungan, deposit yang bikin dompet saya meringis, serta potongan biaya adminnya yang bikin sakit hati. Semuanya…. Sudah pernah saya alami. 



Ngomong-ngomong tabungan, kemarin saya datang ke launcingnya Jenius. Jujur saya nggak tahu apa itu Jenius. Karena saya nggak tahu dan pengen tahu akhirnya saya datang ke acara launchingnya di Surabaya yang bertempat di Buro CafĂ© Jalan Sumatera No. 40 Surabaya. 

Acara demi acara saya simak dengan betul, mata dan telinga saya fokus. Apalagi saat pak Peterjan van Nieuwenhuijen selaku Digital Banking Head BTPN menjelaskan tentang “apa itu jenius dan awal mula berdirinya Jenius” dengan menggunakan bahasa Inggris. Walaupun saya mengerti setengah-setengah tapi saya bisa menangkap benang merahnya tentang semua yang dikatakan Pak Peter. 



Jadi Jenius itu diperkenalkan pertama kalinya pada tahun 2016. Lokasi pertama yang menjadi tempat diperkenalkan Jenius adalah Jabodetabek kemudian Kota kedua adalah Bandung. Kota-kota tersebut memiliki segmen kelompok masyarakat yang identik dengan masyarakat urban dan melek teknologi. Kemudian Surabaya dipilih menjadi kota ketiga untuk acara launching Jenius ini karena sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi positif serta bisnis dan usaha yang kian berkembang dan membutuhkan akses pada berbagai layanan financial serta ingin memperluas jangkauan layanan perbankan digital Jenius dengan memperkenalkan fitur-fiturnya yang mudah, cerdas, dan aman kepada masyarakat digital savvy. 

Pak Peter menginginkan dengan adanya aplikasi Jenius ini membantu masyarakat mengatur life finance mereka. Dengan demikian masyarakat lebih mudah dalam mengelola gaya hidup dan keuangan sesuai keinginan dan kebutuhannya masing-masing. 

Jenius sendiri bekerjasama dengan PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk ( BTPN). Aplikasi ini dirancang dan dikembangkan untuk mendukung masyarakat digitall savvy dalam meningkatkan kualitas life finance dan siap memberikan solusi perbankan dan manajemen keuangan personal yang menyeluruh menyeluruh smartphone berbasis Android maupun iOS. 

Pak Peter juga menambahkan bahwa aplikasi Jenius ini merupakan revolusi dalam bidang perbankan dengan proses digitalisasi yang dimulai sejak awal, masyarakat dapat membuka rekening bank tanpa perlu dating ke kantor cabang dan menikmati berbagai layanan perbankan melalui aplikasi. 

Kemudian pembicara selanjutnya adalah Pak Irwan Sutjipto Tisnabudi selaku digital banking Value Proposition & Product Head BTPN. Saat Pak Irwan menjelaskan kelanjutan Jenius saya sangat mengerti donk, soalnya beliau menggunakan bahasa Indonesia. Hehehe… beda dengan Pak Peter saat menjelaskan aplikasi Jenius saya harus konsen banget biar saya bisa menagkap arah pembicaraannya. 

Pak Irwan menjelaskan bahwa dalam tahap pembentukan Jenius, BTPN berkolaborasi dan berkokreasi dengan masyarakat digital savvy untuk memperkaya fitur-fitur Jenius agar dapat menjawab kebutuhan kalangan dengan tepat. 



Jenius sendiri diciptakan melalui proses kokreasi selama 18 bulan sebelum akhirnya resmi diluncurkan pada Agustus 2016, sebagai solusi Life Finance bagi para digital savvy yang menyatukan aspek financial dengan kebutuhan sehari-hari menjadi lebih mudah, cerdas, dan aman. 

Beberapa fitur yang dapat ditemukan di aplikasi Jenius sebagai hasil dari proses kokreasi antara lain $Cashtag yang memberikan pilihan bagi pengguna untuk mengingat dan memberikan informasi nomor rekening ke pihak lain dengan lebih mudah karena diciptakan oleh pengguna sendiri. Selain itu ada e-Card yang menjadi solusi bagi pengguna yang butuh untuk bertransaksi online dengan aman tanpa menggunakan kartu kredit. 

Sebagai solusi manajemen keuangan yang menyeluruh, Jenius juga menyediakan beberapa tabungan dalam satu akun Jenius seperti FlexiSaver dan DreamSaver. Ada pula MaxiSaver, yaitu deposito dengan tingkat suku bunga optimal per tahunnya. 

Pengguna juga dapat melakukan klasifikasi pengeluaran dan kebutuhan rutin mereka dengan x-Card yang bisa diminta sesuai kebutuhan hingga maksimum tiga buah kartu. Semua kartu debit Jenius adalah kartu debit VISA yang terhubung secara internasional, sehingga transaksi menggunakan kartu debit Jenius dapat dilakukan di seluruh dunia.

Misal nih ya, kartu Jenius kita ketlisut entah dimana, namanya saja lupa. Pastinya kita bingung, takut tiba-tiba ada yang membobol kartu kita. Tapi... tenang saja, selama kita memakai aplikasi Jenius kita tinggal blokir saja melalui smartphone kartu kita dan jika kartu Jenius sudah ketemu bisa deh di buka lagi blokirannya. Mudah bukan?

Fitur Revolusioner Jenius seperti berikut ini.



Lanjut pembicara selanjutnya adalah JiewaVieri atau yang lebih akrab dipanggil inijie. Beliau sangat menyambut positif kehadiran Jenius di Surabaya. Aplikasi ini sangat membantu dirinya saat travelling, apalagi saat split bill tidak perlu repot-repot menghitungnya karena di aplikasi Jenius sudah secara otomatis perhitungannya. Selain itu untuk masalah financial seperti urusan jual beli, alokasi anggaran, hingga tabungan semuanya jadi satu. Menariknya lagi akun Jenius ini tidak perlu mengatre di bank karena registrasinya melalui smartphone yang bisa diakses kapan saja dengan mudah dan aman.



Jenius itu mendesain biaya yang unik dan personal sesuai dengan kebutuhan nasabahnya, transparan serta tidak ada biaya tersembunyi. 

Apa sih keuntungan Jenius itu? 
  • Tanpa Biaya Admin 
  • Tanpa Biaya kartu 
  • Tanpa biaya penalty 
  • Tanpa biaya pembukaan dan penutupan akun 
  • Tanpa biaya pembayaran tagihan 
  • Tanpa biaya transaksi e commerce 
  • Tidak ada saldo minimum 

Dan tentunya bebas biaya untuk semua transaksi ke sesama Jenius atau ke akun BTPN. 

Untuk perkenalan, akun Jenius gratis biaya transaksi untuk 25 kali transfer keseluruh bank di Indonesia perbulan melalui aplikasi Jenius dan 25 kali tarik tunai perbulan di jaringan ATM Bersama/Prima.memberikan. 

Nah… kalau ditanya saat ini saya menabung pake apa? Tentu donk saya akan jawab saya menabung pakai Jenius. Selain aman dan nyaman pun saya bisa bertransaksi apa saja hanya dengan ketak ketik melalui smarphone saya. 


Salam,
Dwi Puspita







Related Posts

Jenius Perkenalkan Kepada Warga Surabaya tentang Uniknya Menabung Menggunakan Aplikasi
4/ 5
Oleh

2 komentar

Paling suka tuh sm tidak ada saldo minimum hihi...
Banyak manfaatnya ya nabung lewat jenius ini. Praktis pula.

Aku pengen banget buat Jenius nih cuma sayang mereka butuh KTP banget padahal KTP ku keburu ilang dan mereka nggak ngebolehin pake tanda pengenal lain kayak Paspor, hiks.

x

Yuk berkomentar :)