Pilihan Belanja Di Zaman Now

Ternyata saya ini mamak zaman now, belanja aja sudah serba online. Bukannya nggak pernah belanja offline juga sih, tapi kalau emang males jalan belanja online lah menjadi satu-satunya pilihan terbaik. Mengapa saya belanja online? Pasti banyak sekali alasan saya suka belanja online, termasuk kalian juga kan?



Belanja offline tetaplah saya lakukan, misalnya sangat darurat. Contohnya saya butuh minyak goreng hari ini, jam ini juga untuk menggoreng tahu tempe. Ya nggak mungkinlah saya belanja online dan masih menunggu kiriman datang, bisa-bisa saya nggak selera makan tahu tempe karena terlaku lama nunggu. Paling nggak saya ngacir ke toko tetangga saya atau swalayan depan gang di perumahan saya. Nggak sampai 5 menit saya sudah bisa mendapatkan minyak goreng dan bisa menggoreng tahu tempe kesukaan saya.

Dari situlah mengapa saya katakan belanja online maupun offline tetap saya lakukan sesuai dengan kebutuhan saya saat itu. Memang harus dipertimbangkan dulu, kebutuhan kita apa, butuh kapan, dan apakah efisiensi baik waktu, tenaga, dan uang.

Belanja online bagi saya itu nggak ribet. Diam dirumah, transfer, dan tinggal nunggu barang datang. Semakin cepat kita melakukan pembayaran maka cepat pula barang yang kuta beli sampai di alamat kita. Kalau ditanya, sudah berapa kali belanja online? Pasti saya akan menjawab, dari seringnya sampai berapa kali saya tidak tahu. Sudah sangat sering sekali...

Biasanya saya suka belanja online diapers dan susu untuk anak saya. Harganya yang relatif murah serta pengiriman gratis menjadikan alasan saya untuk belanja online di toko online tersebut. Selain itu saya suka sekali belanja di e-commerce yang nggak lelet dan nggak pake syarat yang super ribet. 

Memang setiap bulan kebutuhan diapers dan susu si kecil harus ada. Kalau nggak ada... ya tau sendiri lah ya. Pasti emak-emak seperti saya tahu akan jawabannya. Belanja dengan harga murah tetap menjadi incaran. Namun... tidak hanya diapers dan susu saja yang menjadi target saya setiap bulan belanja online tapi saya juga butuh nyenengin diri dengan belanja fashion. Emak-emak memang butuh hiburan, hiburan paling indah adalah berbelanja.

Toko online termurah pasti sudah menjadi langganan saya, selain murah pengirimannya juga cepat. Service yang memuaskan menjadi modal utama toko online bisa dipercayai dan disukai oleh customer. Jangan harap toko online berkembang jika servicenya mengecewakan para customer. Nah... alasan lain yang bikin saya ketagihan belanja online karena pengirimannya gratis. Saya nggak habis pikir dengan toko online yang memberikan gratis pengiriman ke seluruh Indonesia. Pastinya toko online tersebut memikirkan customernya hingga ke pelosok negeri yang ingin menikmati sensasi belanja online.



Sensasi belanja online itu sangat asik karena bisa membandingkan harga dengan toko online lainnya. Mencari harga yang terbaik dari banyak toko online tanpa capek-capek jalan dan kepanasan apalagi kelaparan. Seru banget menurut saya, oleh sebab itu mengapa wanita doyan sekali belanja online... ya ini salah satunya simple dan nggak ribet.

Mengapa saya katakan "membandingkan harga terbaik dari banyak toko online tanpa perlu capek-capek jalan dan kepanasan apalagi kelaparan"? Ya iyalah... dulu sebelum belanja online famous seperti sekarang ini saya capek sekali tanya-tanya harga ke toko satu ke toko lainnya. Capeknya lagi kalau nawar dan dapat cacian kalau nggak jadi beli. Sudah capek tenaga karena jalan kaki dari satu toko ke toko lain pun mulut saya juga capek buat nawar barang. Gerah... sudah pasti. Bermandikan keringat demi mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga miring. Kelaparan sudah pasti... jadinya bukan untung deh saya malah buntung. Duit tambah habis gara-gara buat beli makanan. Hahaha... ini sih pengalaman saya zaman dulu. Zaman belum ada toko online...

Nah... bagi kaum hawa sekarang zamannya sudah canggih. Harga murah sudah bertaburan saat kita belanja online. Namun jangan sampai salah memilih toko online agar tidak menyesal. Carilah service yang benar-benar mengutamakan pelanggan agar kalian tidak menyesal. 


Salam,
Dwi Puspita

No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)