Kuliner Gresik - Nasi Babat Merry Kawasan Kalitutup Gresik

Sudah berminggu-minggu lamanya saya mengidamkan nasi babat. Ini karena saya lihat postingan IG si kokobuncit. Siapa sih yang nggak kenal dia, pasti yang hobinya kulineran sudah pasti mengenalnya. Apalagi follower doski banyak banget dan rata-rata memang yang suka makan dan berburu kuliner macam saya ini.



Coba deh kalian cek IG orang-orang yang doyan kulineran, pasti akan latah dan ikut-ikutan mencoba kulinerannya. Hahaha... ini sih berlaku bagi yang doyan makan kali ya, soalnya ada beberapa teman saya yang biasa-biasa aja melihat IG orang-orang yang doyan kulineran.



Awalnya saya iseng melihat feed IG nya tentang kuliner kerang. Pas banget dimana saya juga demen seafood. Harganyapun cukup bersahabat bagi saya yang tinggalnya jauh dari pantai. Untuk itulah saya rela mencari jejaknya di daerah Kalitutup Gresik.


Memang harus ada niatan buat mencari kuliner ini, soalnya rumah saya yang di Menganti ke Kalitutup itu sangat jauh. Untung waktu itu ada event daerah Gresik Kota dan sekalian deh selesai event saya ke daerah Kalitutup buat cari kuliner yang dimaksud. Jadi walaupun acara selesai malam kami pun tetap ke daerah Kalitutup.

Ayah Ayman dan Ayman always ngekor kemanapun saya mencari kuliner. Namanya juga partner dan emang kemana-mana selalu bersama. Jadi weekend adalah waktu yang tepat bagi kami selalu bersama baik itu jalan-jalan, kulineran, staycation dan lainnya.


Daerah Kalitutup ini dekat banget dengan daerah kota. Lebih tepatnya dekat dengan alun-alun Gresik dan kawasannya banyak pesantrennya. Setiap hari selalu mendengarkan ayat suci Al Qur'an di kawasan ini. Sangat tenang dan damai.

Waktu saya ke daerah Kalitutup ternyata kuliner yang dimaksud nggak ada alias saya nggak menemukannya. Mau pulang kok ya nanggung, akhirnya kami pun berburu kuliner lain yaitu nasi babat Merry di daerah Kalitutup. Warung ini pun sebenarnya bukan rekomendasi siapa-siap. Hanya saja saat tolah-toleh mencari penjual kerang saya menemukan warung nasi babat ini.


Warung kaki lima ini tidak hanya menjual nasi babat tapi menjual ayam panggang bumbu rujak. Warung Merry pun mengklaim bahwa warungnya tidak membuka cabang lain selain di daerah Kalitutup ini.


Akhirnya dimalam hari ditengah hujan deras kami pun masuk ke warung Merry. Memesan seporsi nasi babat dan kemudian disusul suami yang latah juga memesan seporsi nasi babat. Wah tumben suami saya suka nasi babat, la wong biasanya dia emoh kalau masalah jeroan. Ah sudahlah... mungkin dia lapar dan penasaran dengan rasa babat yang sebenarnya.


Duduk lesehan menjadikan warung ini tambah asyik. Yah...saya suka sekali dengan warung lesehan karena lebih nyantai menurut saya. Saya bisa merebahkan semuanya dengan duduk lesehan sambil menikmati nasi babat yang sudah siap saya makan.

Tak lupa mangkok berisi air untuk mencuci tangan dan sebelum menikmati nasi babat ini seperti biasa harus saya foto. Hahaha...


Enak sih... tapi kurang gurih menurut saya. Untuk sambalnya masih mentahan dan biasanya saya suka sambal yang digoreng setengah matang. Babatnya empuk banget dan nggak nempel diantara gigi. Nggak perlu kekuatan ekstra saat mencuil babatnya.


Dilengkapi serundeng berwarna kuning, daun kemangi segar, irisan timun, sambal mentah, dan kriuk-kriuk babat sebagai topingnya. Beh... enak banget pokoknya. Endesss...cuma itu kurang gurih menurut saya. Mungkin ditambah micin sedikit lebih nikmat. Hahaha... atau garam lah....

Harga perporsi nasi babat ini 15 ribu rupiah dan untuk harga jeruk angetnya adalah 5 ribu pergelas.

Alhamdulillah... bener-bener kenyang dan terbayar sudah dengan keinginan saya yang mengidamkan nasi babat. Next saya pengen kulineran nasi babat lagi didaerah lain.

Salam,
Dwi Puspita

1 comment:

Yuk berkomentar :)