Jajanan Lebaran Favorit Saya

Assalamualaikum sahabat Dwipita,

Ngomongin jajanan Lebaran favorit saya itu banyak banget loh. Saya masih ingat, kenangan saya bersama ibu dan nenek kalau membuat jajanan Lebaran. Jajanan Lebaran yang akan dibuat ya itu-itu aja. Kalau nggak nastar, kastengel, semprit, putri salju, dan lidah kucing. Pastinya saya akan membantu ibu dan nenek saat membuat jajanan Lebaran, karena jika tidak mereka akan ngomel-ngomel dan saya dimarahi. Hahaha...


Kenangan yang indah menurut saya yang kini sudah tak bisa terulang. Saya pun tak mewarisi jiwa masak mereka apalagi jiwa bikin kue kering. Kadang saya berpikir, nanti saya akan memberikan kenangan apa ya kepada anak saya. Kenangan yang pastinya sudah berbeda jauh dengan kenangan Mamanya dan Ayahnya. Namun saya yakin anak saya akan memiliki kenangan yang berbeda dengan saya juga yang jauh lebih indah.



Ada beberapa dari tetangga saya yang menawarkan jajanan Lebaran ini. Tapi saya bingung antara mau beli apa nggak. Soalnya pasti keluarga saya di kampung sudah bikin sendiri jajanan Lebaran ini. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak beli karena saya yakin ibu dan nenek sudah mempersiapkannya. 


Kalau flash back masa kecil saya saat membantu ibu dan nenek bikin jajanan Lebaran yang saya ingat adalah bikin nastar. Karena bikinnya lumayan ribet dan lama. Apalagi alatnya masih manual semua, seperti parutan, wajan, dan kompor tanah.

Bahan selainya dari nanas dan pepaya setengah matang. Ke dua bahan ini tidak dicampur karena pastinya akan berbeda rasa. Nanas dan pepaya setelah dibersihkan kulitnya dan dicuci baru di parut menggunakan parut manual. Namun kini sudah cepat karena sudah ada blender untuk menghaluskannya.


Setelah itu nanas dan pepaya ini siap untuk dimasak menggunakan kompor tanah di atas wajan besar sambil di aduk dengan cutil dan ditambah gula sedikit demi sedikit untuk menambah rasa selai yang manis.


Sekarang sudah enak karena nggak pake kompor tanah, dengan kompor gas pekerjaan jadi cepat karena tinggal cetak cetek aja. Sayangnya ibu dan nenek sudah tambah tua dan yang bikin saya sedih ternyata beliau sudah tak sanggup bikin jajanan Lebaran seperti dulu lagi. Beliau lebih memilih beli daripada membuat karena mereka menghindari capek, punggung sakit, dan encok.


Tapi sekarang ada loh jajanan Lebaran di kampung saya yang tetap hits sampai kapan pun. Bikinnya nggak ruwet karena tinggal menggoreng saja. Wadahnya juga keren yang bikin orang akan tertipu melihat tampilan luarnya. Apa dia?



Rengginang lorjuk Madura yang rasanya endes banget. Gurih dan bikin nagih dengan ukuran jumbonya. Sekali gigitan pengen nambah lagi dan lagi. Tips menggoreng rengginang lorjuk Madura sudah pernah saya tulis di blog ini.

Rengginang Madura ini selain dibuat camilan cocok juga di buat oleh-oleh. Camilan yang tiada duanya apalagi bersanding dengan minuman hangat sambil turun hujan. Nikmat sekali...



Oke deh... Itu saja cuap-cuap saya tentang jajanan Lebaran di kampung saya dan nantikan cuap-cuap saya selanjutnya. Oh ya, semoga nanti baliknya kami ke perantauan tetap berduit untuk melangsungkan hidup.


Salam,
Dwi Puspita

No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)