3 pilihan sampai di rumah tercinta

Kalau nggak bawa motor sendiri nich ya ke kantornya, aku pasti bakalan bingung mau ikut siapa pulang kantor sore nanti. Sebenarnya ada 3 pilihan yang akan menjadi pilihanku untuk sampai di rumah.

  1. Menunggu suami menjemputku ke kantor, paling cepat dia sampai di kantorku pukul 17.10 WIB. Dan itu menyebabkan aku BT (menunggu bo’), karena sampai di rumah pasti malam sekitar pukul 19.00 WIB. Sholat maghrib pastinya di pinggir jalan. Nyampek rumah capek, malas yang mau masak makan malam buat suami. (nasib rumah jauh).
  2. Ikut teman kantor yang satu jalur arah pulangnya dengan aku. Ntar ketemuan di tempat biasa dengan suami (biasanya di pertigaan lampu merah daerah Mastrip). Dan ini akan mempercepat aku sampai di rumah tercinta. Bisa sholat Maghrib di rumah. Sampai rumah sekitar pukul 18.00 WIB. Sampai rumah kalau nggak malas langsung masak makan malam buat suami.
  3. Naik angkot, sampai Terminal Bratang ganti Bis Kota yang melewati Jalan A. Yani. Turun di dekat jembatan penyeberangan Dolog. Nyebrang sambil melihat-lihat kendaraan dari atas (aku sebenarnya takut kalau jalan sendirian di jembatan penyeberangan pemirsa, takut jembatannya ambruk). Sampai rumah tetap telat sekitar pukul 18.30 WIB, dan sholat Maghribnya tetap di pinggir jalan. Pastinya capek, dan malas yang mau masak makan malam buat suami. 

Yach begitulah cara aku sampai di rumah tercinta. Ini sekedar cerita saja kok. Salam sukses selalu buat kita, yang mencari nafkah halal atas izin suami. Amiienn.....

No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)