Seperti Inilah Pengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-Hari Keluarga Saya

Seperti Inilah Pengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Sehari-Hari Keluarga Saya


Assalamualaikum pembaca www.dwipuspita.com, setelah artikel kemarin membahas tentang Covid-19 yang saya ceritakan gara-gara pertanyaan anak saya maka di artikel kali ini saya akan membahas pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari keluarga saya.



Kalau saya pribadi sih karena setiap hari kerjanya dirumah, maka seperti tak ada perubahan yang mencolok dengan adanya seruan #dirumahaja. Cuma bedanya saya nggak bisa refreshing di akhir pekan bersama anak dan suami. Yupz, biasanya sih kami jalan-jalan ke daerah pegunungan, hang out ke Mall, kuliner, staycation, pokoknya banyak banget kegiatan di luar yang kami lakukan sebelum ada kabar pandemi ini.

Nah, bagaimana pengaruh Covid-19 terhadap kerjaan suami saya?

Inilah yang penting, karena suami yang mencari nafkah. Awal kali diumumkan bahwa virus Corona sudah menyebar dibeberapa daerah pikiran saya tambah deg-degan. Parno sih iya banget pastinya apalagi si suami tugasnya ke luar kota. Makin bikin saya deg-degan dong pastinya. Tugas kerja ke luar kota yang tidak saya harapkan di masa-masa pandemi seperti ini. Bener-bener bikin saya pasrah terhadap takdir namun tak lupa saya terus berdoa agar suami saya selalu baik-baik saja di kota orang. Tapi Alhamdulillah... Suami hanya 2 Minggu tugas kerjanya di luar kota dan setelah itu balik lagi ke rumah dan kamipun bisa kumpul bersama. Untungnya tempat kerjanya yang di Surabaya menerapkan WFH jadi saya tambah happy karena bisa kumpul dan kangen-kangenan bareng suami. Ya tapi gitu, 3 Minggu kerja dari rumah saja namun setelah itu suami harus balik lagi deh berangkat kerja ke luar kota. Sedih.... So pasti. Berharap semuanya akan baik-baik saja, kerjaannya diberikan kelancaran hingga proyek kerja di luar kotanya kelar biar bisa kumpul lagi seperti dulu.



Pengaruh Covid-19 terhadap anak saya seperti apa?

Nah, ini yang sangat penting sebenarnya menurut saya pribadi. Anak saya yang biasanya masuk sekolah kini belajarnya dari rumah saja. Alhamdulillah, tidak menambah kerjaan sih sebenarnya karena tiap hari memang aktivitas bersama saya belajar dan bermain dimana saja. Melihat situasi yang belum kondusif sih sepertinya Insyaallah bisa sampai kenaikan kelas nih. Tapi semoga berlalu pandemi ini. Di usianya yang 4 tahun dia lebih enjoy bermain sebenarnya namun bermainnya bersama teman-temannya. Tapi karena belajar di rumah ini sudah cukup lama dia malah nggak mau sekolah lagi. Lucunya karena dia lebih enak sekolah di rumah karena bisa main, belajar bersama Mamanya lebih lama. Pun dia tipe anak yang kerasan banget didalam rumah, walaupun banyak anak-anak yang bermain di depan rumah dia memilih umek dengan mainannya dan duduk sambil menonton kartun favoritnya.


Pengaruh Covid-19 terhadap saya sendiri seperti apa?

Pengaruhnya adalah kenaikan berat badan. Loh , ciyus ini. Kerjaan saya makan aja, ya nyemil, ya makan lagi sambil nemenin anak main, sambil nemenin suami kerja, sambil menghabiskan sisa-sisa makanan si kecil. Tapi saya senang, senangnya karena saya bisa kumpul dengan suami lagi setelah berpisah kurang lebih 2 mingguan karena masalah kerjaan. Jujur, dengan adanya pandemi seperti ini dan jauh sama suami bikin pikiran saya kacau. Yang mana setiap hari saya melihat tetangga kanan kiri suaminya tiap hari pulang kerja walaupun malam saya hanya bisa menunggu sampai waktu yang telah ditentukan. Sedih deh pokoknya jauh-jauhan sama suami.
Tapi tak apalah, toh dia mencari nafkah demi anak, istri, dan keluarganya.

Saya hanya berharap dan berdoa semoga pandemi ini segera berakhir agar kami semua bisa menjalankan aktivitas secara normal. Nah, yang terpenting nih untuk sesama em(b)ak-em(b)ak yang memang #dirumahaja pastinya beberapa dari kita akan mengalami kenaikan berat badan so yuk tetap jaga lisan agar tidak saling menyinggung.

Salam,
Dwi Puspita

No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)