Camilan Praktis Waktu Berbuka Puasa

Camilan Praktis Waktu Berbuka Puasa. Camilan apa ya? Selama ini sih camilan utama saya saat berbuka puasa selalu kurma. Kadang saya nyemil donat, itupun donat yang dijajakan oleng Abang Donat yang lewat depan rumah.


Harganya terbilang terjangkau, cuma 2 ribu rupiah saja sudah mendapatkan donat yang lembut. Abang Donat ini sebelum puasa selalu keliling di pagi hari, namun saat bulan Ramadan keliling komplek untuk menjajakan dagangannya di sore hari.


Tak hanya donat sih, kadang juga camilan pembuka puasa di keluarga saya kolak, kolak yang saya buat sendiri dengan bahan utama menggunakan labu kuning. Kadang saya kombinasikan dengan kacang hijau, singkong, atau pisang. Menurut saya pribadi, kolak memiliki kesegeran yang berbeda saat dikonsumsi pada bulan puasa. Dengan menggunakan gula merah sebagai pemanis makin lengkaplah rasa nikmatnya.


Untuk gorengan sih, tidak terlalu sering ya. Biasanya selalu konsumsi kue basah daripada yang digoreng. Camilan praktis ini tidak saya buat sendiri melainkan beli di tetangga perumahan. Ada dadar gulung yang menjadi favorit saya karena rasanya endes saat gigitan pertama. Dadar guling dengan isian kelapa yang sudah diparut dan rasa manisnya bercampur menjadi satu saat gigitan pertama.


Alhamdulillah, Ramadan tahun ini banyak sekali rezeki bagi saya dan keluarga saya. Beberapa tetangga ada yang membagi-bagikan kreasi masakannya. Kadang saya sampai bingung untuk menghabiskannya, biasa sih dilanjutkan ngemil setelah sholat Tarawih sambil duduk santai diruang tamu.


Sebenarnya tak ada camilan yang spesial bagi saya dan keluarga yang penting ada kurma sudah cukup membuat kami senang sebagai makanan pembuka untuk berbuka puasa. Kadang kalau banyak camilan sampai bingung mau makan yang mana.



Nah, jadi kalau saya pribadi nggak punya resep camilan praktis saat berbuka puasa. Itupun jika ada saya dapatkan dari membeli atau pemberian para tetangga yang baik. Alhamdulillah... Rezeki Ramadan tahun ini bener-bener tak terduga. Saya berdo'a semoga pandemi ini segera berakhir. Aamiin...


Salam,
Dwi Puspita

No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)