Cerita Puasa Dimasa Covid-19

Cerita puasa dimasa Covid-19


Bener-bener menjadi sejarah puasa di masa Covid-19 tahun ini. Tidak hanya saya tapi seluruh keluarga saya dan suami. Saya yakin pun teman-teman demikian juga dan semuanya orang di bumi ini. Sejarah yang harus saya ceritakan di artikel blog ini untuk saya kenang dan berharap Covid-19 segera berakhir.


Sedih, sudah pasti. Namun dari semua kejadian/musibah pasti akan ada hikmahnya. Hikmah yang bisa dilihat dari Covid-19 ini pasti banyak sekali bukan. Kalau saya pribadi adalah bisa kumpul dengan anak dan suami dalam waktu yang lebih dari sebulan setiap hari 24 jam. Benar-benar deh kami family time dengan waktu yang cukup lama.

Karena Covid-19 saat puasa pun tidak menjadi masalah. Justru di rumah saja selama puasa bikin saya enjoy sebenarnya. Tapi... Sayangnya saya nggak bisa ngabuburit, nggak bisa sholat Tarawih berjamaah di masjid, tidak bisa Tadarus, dan tidak bisa melakukan kegiatan Ramadan di luar rumah.

Setiap hari selama bulan puasa saya, suami, dan anak saya hanya glundang-glundung di rumah. Untungnya suami masih sibuk kerja karena perusahaan tempat kerjanya menerapkan WFH. Sedangkan anak saya, saya sibukkan dengan mainannya seperti Lego. Kalau bosen biasanya saya izinkan menonton kartun favoritnya di TV dan terkadang nonton Nusa dan Rara di YouTube.



Sedangkan saya sudah mulai menyibukkan diri dari pagi sampai sore. Pagi hari saya masih bisa berbelanja sayur dan lauk di tukang sayur yang lewat depan rumah. Kemudian dilanjutkan berkebun ala-ala di taman mini, lanjut masih bingung mau bikin masakan apa buat berbuka puasa. Biasanya bahan-bahan masakan yang sudah saya beli akan saya prepare dulu jadi tinggal cemplang-cemplung 1 jam sebelum buka puasa. Kesibukan lainnya adalah cuci baju, cuci piring, nyetrika, ngelipat baju, beres-beres rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya selama di rumah saja. Intinya sambil nunggu adzan Maghrib saya akan mengerjakan kegiatan positif agar pahala puasa tak berkurang kalau bisa bertambah.

Puasa di masa Covid-19 jelas sangat berbeda. Namun saya tahu, pasti ada hikmah di balik kejadian ini. Tinggal meminta kepada Allah agar masa pandemi ini segera berakhir dan kita semua kembali beraktivitas seperti biasa.

Salam,
Dwi Puspita

No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)