Mudik, Yes or No

No kalau menurut saya. Itu sih kalau ada peraturan yang jelas kalau dilarang mudik. Tapi, baru-baru ini saya mendengar dan membaca berita kalau mudik nggak apa-apa selagi kita tetap bisa menjalankan protokol kesehatan. Seperti pakai masker, jaga jarak, tidak bersalaman, menunjukkan surat keterangan sehat dan lain sebagainya.

Jujur, saya bingung dengan peraturan dari pemerintah yang berubah-ubah seperti ini. Sebagai warga negara saya harus ngikut siapa nih. Kalau seperti ini siapa yang salah yang benar jadi ngga tahu juga saya. Bingung deh pokoknya....

Awal Ramadan saya Keukeh nggak mudik. Karena saya punya orang tua yang sepuh, usianya di atas 50 tahun. Kakek dan nenek juga masih ada dan usianya di atas 70 tahun. Masak sih saya tega membawa virus walaupun kondisi saya, suami, dan anak saya baik-baik saja namun saya masih bisa bertahan untuk tidak mudik sampai kondisi benar-benar dinyatakan sudah baik dan normal.

Ramadan dan Lebaran kali ini sungguh berbeda dari tahun sebelumnya. Benar-benar beda pokoknya. Mulai dari puasa yang hanya di rumah saja selama 24 jam berkumpul dengan anak dan suami.

Lebaran tahun ini benar-benar berbeda, hanya di rumah bersama anak dan suami. Mau dipaksa untuk mudik tapi kok kepikiran dengan orang tua di kampung. Kasihan sekali kalau kenapa-napa kan...


Yah, jujur banget nih. Walaupun hati meronta-ronta pengen mudik, pengen kumpul keluarga, pengen makan masakan Lebaran ortu, pengen incip-incip kue kering bikinan ibu, pengen melihat sawah di samping rumah kakek tapi semuanya buyar ketika diingatkan dengan virus itu. Entahlah, semuanya berubah dengan adanya pandemi yang sudah 2 bulan ini. Selama Ramadan di rumah saja dengan anak dan suami, di tanah rantau yang hanya kami bertiga. Tapi bismillah... Semoga semua dari kita tetap diberikan kesabaran, kesehatan, dan pastinya rezeki yang tetap mengalir.

Ya Allah, semoga pandemi ini segera berakhir. Saya ingin melakukan aktivitas seperti biasa, pulang kampung setiap bulan, mudik saat Lebaran tanpa parno bertemu dengan orang lain. Ingin merasakan berkumpul dengan keluarga besar dengan rasa bahagia dan pelukan. Jujur saya bingung antara mau mudik atau nggak. Sebenarnya tak masalah sih karena mudik boleh-boleh saja asalkan yah itu...
Ah... Saya hanya bisa berdo'a semoga pandemi ini berakhir dan peraturan dari pemerintah jelas dan tak berubah-ubah agar saya nggak bingung seperti ini. 

Salam,
Dwi Puspita

No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)