Zakat, Infaq, Shodaqoh di Bulan Ramadan

Infaq dan Shodaqoh saya rasa tidak harus menunggu bulan Ramadan, namun setiap hari, setiap waktu, kita bisa melakukannya asalkan mampu dan ikhlas. Mampu disini pastinya adalah orang yang mampu memberikan infaq dengan dasar ikhlas. Percuma saja mampu tapi nggak ikhlas karena akan sia-sia juga amal perbuatan kita. Biarpun sedikit yang penting ikhlas insyaallah jadi berkah.



Untuk infaq biasanya dapat dilakukan oleh individu rutin tiap bulan setiap menerima upah. Biasanya mereka akan langsung menginfaqkan berapa persen dari upahnya untuk masjid, mushollah, anak yatim, dan lain sebagainya. Ada juga yang menginfaqkan sedikit namun sering, contohnya saja saat mengambil uang di mesin ATM dan setelah selesai bertransaksi nantinya akan ada pertanyaan "apakah anda setuju menginfaqkan sebesar xx". Ini berlaku untuk bank syariah sih setahu saya. Tak ada paksaan untuk melakukan atau membayar infaq ini, jika kalian setuju tinggal iyakan saja. Toh ini juga tabungan kita di akhirat nantinya.

Sedangkan shodaqoh atau sedekah adalah perbuatan terbaik juga. Sedekah bisa dilakukan oleh siapa saja yang mampu dan ikhlas. Sedekah dan infaq sebenarnya hampir-hampir mirip sih. Intinya sama-sama memberikan sesuatu kepada orang lain didasari rasa ikhlas.



Contoh sedekah itu banyak sekali, misalnya panen padi kita melimpah maka kita menyedekahkan 2 karung beras ke tetangga lainnya yang tidak memiliki sawah/tidak panen padi. Kita berbagi makanan ke tukang becak, ke pengemis, ke anak yatim, dan lainnya. Sedekah disini tak harus barang, uangpun juga bisa loh. Yakinlah, kekuatan sedekah itu begitu nyata.

Untuk zakat, zakat ini sebenarnya banyak sekali macamnya. Tapi disini saya akan membahas zakat fitrah saja. Zakat fitrah ini hukumnya wajib bagi seorang muslim. Pembayaran Zakat fitrah ini bisa dilakukan pada bulan Ramadhan dan terakhir sebelum sholat Idul Fitri. 

Sayapun selalu diingatkan untuk selalu berinfaq, sedekah, dan membayar zakat. Selain untuk tabungan kita pun dengan melakukan infaq, sedekah, dan zakat sama halnya dengan mensucikan harta kita. Ingat... didalam harta kita ada hak yang harus dibayarkan kepada orang yang kurang mampu loh. Jangan sampai kita menyesal dikemudian hari karena lupa untuk berbagi.



Saya rasa berbagi itu tidak ada ruginya dan kita tidak akan jatuh miskin karena berbagi. Insyaallah Allah akan melipat gandakan dan memberi balasan pada hambaNya yang selalu berbuat baik dengan cara yang berbeda-beda pula.

Semoga di bulan Ramadan yang penuh ampunan ini kita termasuk orang-orang yang selalu mengejar kebaikan. Amin...

Salam,
Dwi Puspita

No comments:

Post a comment

Yuk berkomentar :)