Cara Mengajari Anak Saya Berpuasa

Alhamdulillah... punya anak itu adalah rezeki terbesar dalam hidup. Apalagi di bulan puasa seperti ini yang kadang menguras emosi dengan tingkah anak yang bukan bandel sebenarnya. Mereka terlalu aktif dan kreatif sehingga kadang membuat Mamanya gregetan untuk menahan emosi. Tak ada anak yang bandel dan nakal, namun mereka super aktif dan kreatif dan selalu penasaran ingin mencoba segala hal.

Sekarang anak saya sudah 3,5 tahun. Sudah mulai belajar sekolah paud. Berangkat dan pulang sendiri dengan sepedanya dan menolak jika saya antar ke sekolahnya. Sekolahnya dekat banget, masih dilingkungan komplek perumahan. Saya pun masih tenang walau pun saya nggak mengawasinya dan mengantarkannya hingga ke sekolah. 



Berangkat sekolah pun tak perlu disuruh, dia akan berangkat sendiri. Minta tas, air minum, dan bekalnya. Senang banget rasanya kalau anak suka sekolah dan tanpa dipaksa seperti ini. Dulunya saya pikir anak saya akan males sekolah, eh Alhamdulillah ternyata nggak. Malah dia bete kalau didalam rumah terus sama saya, maunya bersama teman-temannya bermain.

Di bulan puasa ini pun sebenarnya saya tidak menyuruhnya berpuasa. Lah, umur anak saya aja masih 3,5 tahun. Saya cuma mengajari dia arti dari puasa. Dia pun bertanya mengapa saya nggak makan dan minum, saya jelaskan kalau Mama puasa. Orang puasa nggak boleh makan dan minum. Biasanya kan saya selalu menghabiskan sisa makanan anak saya dipiring kalau anak saya sudah kenyang. Nah kali ini beda, saya akan mewanti-wanti kalau makanan di nasi ini harus dihabiskan dia sendiri, karena Mama nggak bisa memakan sisa nasi Ayman di piring. Mau nggak mau anak saya pun menghabiskan nasinya.



Dari situ pun dia mulai mengerti sedikit arti puasa. Kadang jika jam makan siang dan saya suruh makan dia akan bilang "Ayman puasa Ma, nggak boleh makan dan minum" dari situ saya pun terenyuh, ternyata anak saya sedikit demi sedikit mengerti makna puasa.

Makna puasa sebenarnya adalah menahan nafsu, tidak hanya menahan lapar dan haus saja. Nafsu amarah, nafsu menggunjing, nafsu jelek yang ada pada diri kita. Namun saya rasa, nanti aja dulu untuk mengajari menahan nafsu seperti ini. Butuh step by step untuk mengajari anak makna berpuasa selanjutnya. Sebenarnya saya malu mengajari ini, karena kadang saya lepas kontrol juga. Astaghfirullah haladzim...



Selain itu juga ikut-ikutan teman-temannya yang puasa bedug (puasa siang). Disitulah dia mulai belajar juga penerapan puasa bersama teman-temannya walaupun terkadang setelah capek bermain dia minta minum juga. Hahaha... oke deh latihan.

Mau nggak mau suatu hari nanti kamu harus bisa melakukkannya Nak, karena ini adalah kewajiban sebagai seorang muslim ya. Mari kita tegakkan Rukun Islam dan Rukun Iman agar hidup lebih berkah. Amin...


Salam,
Dwi Puspita


1 comment:

  1. Wah.. Hebat nih si kecil. Semoga sukses ya, mbak melatihnya. Dan bisa menjadi anak yang Sholeh..

    ReplyDelete

Yuk berkomentar :)